Simulacra Bali: Ambiguitas Tradisionalisasi Orang Bali

Panggung Sandiwara Masyarakat Bali

Penulis: Ambarwati Kurnianingsih
Penerbit: Insist Press
Cetakan I: Juni 2008
Tebal: xii+128 halaman

Bali selalu identik dengan pariwisata, alam yang eksotis, serta adat-istiadat dan tradisi. Tetapi, pariwisata pula yang membawa kehidupan masyarakat Bali penuh simulacra, kepura-puraan.

Desa adat Tenganan Pegringsingan memiliki gambaran utuh untuk melihat proses sandiwara sebagai respons orang Bali terhadap modernisasi dan perkembangan pariwisata.

Di satu sisi orang Tenganan berusaha bertahan dalam kehidupan tradisional, di sisi lain ingin menjadi modern dengan memanfaatkan pariwisata sekaligus mendapat keuntungan dari situ. Ini ditunjukkan antara lain dengan plang weaving demonstration, artshop, serta menjamurnya parabola.

Didasari kesadaran banyaknya sisi negatif pariwisata, Yayasan Wisnu, LSM yang peduli lingkungan, bekerja sama dengan Desa Tenganan dan tiga desa lain merintis Jaringan Ekowisata Desa (JED).

Buku ini juga mengupas kendala yang menyebabkan program yang sudah berjalan lima tahun ini belum berhasil mencapai tujuannya

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s