<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Informasi Buku Baru &#38; Cara Menulis</title>
	<atom:link href="http://bukuohbuku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bukuohbuku.wordpress.com</link>
	<description>Informasi Perkembangan Buku Terkini dan Terlaris Di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 03:20:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bukuohbuku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Informasi Buku Baru &#38; Cara Menulis</title>
		<link>http://bukuohbuku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bukuohbuku.wordpress.com/osd.xml" title="Informasi Buku Baru &#38; Cara Menulis" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bukuohbuku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ramai Ramai Menjiplak Kreativitas Boy Band dan Girl Band Korea</title>
		<link>http://bukuohbuku.wordpress.com/2012/01/16/ramai-ramai-menjiplak-kreativitas-boy-band-dan-girl-band-korea/</link>
		<comments>http://bukuohbuku.wordpress.com/2012/01/16/ramai-ramai-menjiplak-kreativitas-boy-band-dan-girl-band-korea/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 03:20:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helena Srimurti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kreativitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukuohbuku.wordpress.com/?p=1071</guid>
		<description><![CDATA[Industri hiburan kita ramai-ramai membuat film dan boyband/girlband Indonesia &#8220;rasa&#8221; Korea. Inilah cara mereka berselancar di tengah gulungan gelombang budaya pop Korea yang dahsyat. ru, penyanyi terkenal Korea itu, bersitatap dengan seorang perempuan di muka kedai kopi. Bahasa tubuh mereka &#8230; <a href="http://bukuohbuku.wordpress.com/2012/01/16/ramai-ramai-menjiplak-kreativitas-boy-band-dan-girl-band-korea/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1071&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Industri hiburan kita ramai-ramai membuat film dan boyband/girlband Indonesia &#8220;rasa&#8221; Korea. Inilah cara mereka berselancar di tengah gulungan gelombang budaya pop Korea yang dahsyat.  </p>
<p>ru, penyanyi terkenal Korea itu, bersitatap dengan seorang perempuan di muka kedai kopi. Bahasa tubuh mereka serba kikuk. Keduanya berbicara satu-dua potong kalimat dalam bahasa Korea, kemudian berlalu menuju tujuan masing-masing. Perpisahan bisu di tengah udara Busan yang dingin-beku.</p>
<p>Itulah sepotong adegan film Hello Goodbye, yang mengambil lokasi shooting di beberapa tempat di kota Busan, Korea Selatan. Film Korea-kah? Bukan. Ini film Indonesia yang diproduksi Falcon Pictures dan disutradarai Titien Wattimena. Meski begitu, rasa Korea tampaknya akan cukup kental di film yang masih dalam taraf produksi ini dan akan diluncurkan Desember 2012.<br />
Kru pendukung film itu banyak mengambil gambar lanskap kota Busan, termasuk suasana pergantian malam Tahun Baru yang meriah. Pemeran utama wanita film itu, Atiqah Hasiholan, didandani seperti gadis Korea. Wajah dipoles cerah, rambut diikat ekor kuda dengan ujung sedikit bergelombang. Dia mengenakan stocking dipadu sepatu ceper, rok, blus putih, dan jas sebatas lutut. Penampilan imut, tapi tetap elegan mirip artis-artis perempuan yang berseliweran di sejumlah film romantis dan sinetron Korea.<br />
Pemeran utama pria, Rio Dewanto, juga bergaya Korea. Karakternya dibuat dingin dan tak acuh seperti kebanyakan karakter pemeran pria di film romantis Korea. </p>
<p>Seperti kebanyakan film percintaan Korea, kisah Hello Goodbye dibuat sederhana. Kisah berlangsung di seputar kehidupan Indah (Atiqah), seorang diplomat muda yang cerdas, ambisius, punya tujuan hidup jelas, dan selalu berusaha memegang kemudi kehidupan. Dia bertemu dengan Abi (Rio), seorang pelaut yang tidak punya tujuan selain bekerja. Abi menyerahkan nasib kepada kapal yang membawanya ke mana pergi.<br />
Karena karakter yang berbeda 180 derajat, Indah dan Abi kerap bertengkar. Namun, perjumpaan dan pertengkaran pada akhirnya membawa mereka pada pembicaraan soal makna kehidupan. Ketika cinta mereka bersemi di Busan, mereka sadar bahwa mereka manusia yang berbeda. Tetapi, itu bukanlah pertemuan yang sia-sia. Indah mengajarkan Abi tentang pentingnya tujuan. Abi mengajarkan Indah tentang pentingnya perjalanan.</p>
<p>Meski beraroma Korea, Titien Wattimena mengatakan Hello Goodbye tetap film Indonesia. &#8220;Kami tidak sedang membuat film Korea,&#8221; kata Titien di Busan, akhir Desember lalu.</p>
<p>Ikut atau tertinggal<br />
CEO Falcon Picures, HB Naveen, menjelaskan, Hello Goodbye mengambil lokasi shooting di Busan karena skenarionya mengharuskan demikian. Di luar itu, tentu saja ada pertimbangan pasar. Falcon ingin menggaet anak muda Indonesia yang sedang keranjingan hiburan berbau Korea.<br />
Naveen merasa perlu mengikuti gelombang Korea. &#8220;Kalau tidak diantisipasi, kita bisa tertinggal,&#8221; ujarnya.<br />
Bukan hanya Naveen yang berpikir demikian. Tengoklah sejumlah stasiun televisi sebulan terakhir berlomba menyajikan musik pop ala Korea. Di SCTV ada program K-Pop Vs I-Pop yang menampilkan boyband/girlband Korea dan boyband/girlband Indonesia.</p>
<p>Di Indosiar akan muncul acara Galaxy Star, program pencarian penyanyi berbakat yang dikonsep oleh pelaku industri musik Korea. Konseptor acara Galaxy Star, Yoon Jae-Kwon, mengatakan, pemenang ajang ini akan dibawa ke Korea untuk dilatih vokal, tari, dan diberi perawatan tubuh. Selanjutnya, mereka akan dicetak sebagai artis yang siap mengguncang Asia.<br />
Acara itu baru akan memulai audisi 17 Januari 2012. Namun, peserta yang mendaftar secara online telah menembus angka 5.000 orang. Humas Indosiar, Gufroni Sakaril, yakin jumlah peserta audisi akan terus bertambah. </p>
<p>Lewat caranya sendiri, Kevin Aprilio, personel band Vierra, mencetak girlband Indonesia rasa Korea. Girlband bernama Princess itu terdiri dari lima gadis cantik, langsing, dan tinggi semampai. Mereka bernyanyi dan berpenampilan imut seperti girlband Korea. Ketika tampil di acara TransTV, Selasa (10/1) malam, mereka mengenakan blus dan rok mini lebar. Rambut mereka diikat ekor kuda atau dikuncir dua. &#8220;Dari segi vokal, musik, dan fisik mereka bagus dan tidak kalah dengan girlband Korea. (Mereka) asli, enggak ada yang (fisiknya) dioperasi,&#8221; kata Kevin sambil tertawa. </p>
<p>Selain Princess, ada sejumlah band Indonesia lainnya yang bergaya Korea, sebut saja Cherrybelle, 7icons, Hitz, Super9boyz, Fame, 6 Starz, Be5t, XO-IX, dan Soulmate. Ada pula penyanyi yang meminjam sebagian imaji Korea meski tak bernyanyi pop ala Korea. Dialah Ayu Ting Ting, yang berani menyebut musiknya sebagai &#8220;Korean-Dut&#8221; alias dangdut rasa Korea.<br />
Sah-sah saja. Namanya juga industri. Dengan cara masing-masing mereka berselancar di tengah gelombang K-Pop sambil berharap suatu saat bisa mengguncang Asia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bukuohbuku.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bukuohbuku.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bukuohbuku.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bukuohbuku.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bukuohbuku.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bukuohbuku.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bukuohbuku.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bukuohbuku.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bukuohbuku.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bukuohbuku.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bukuohbuku.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bukuohbuku.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bukuohbuku.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bukuohbuku.wordpress.com/1071/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1071&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukuohbuku.wordpress.com/2012/01/16/ramai-ramai-menjiplak-kreativitas-boy-band-dan-girl-band-korea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/acfbb6448b3e949d41e7e6f347457f5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bukuohbuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Uji Kompetensi untuk Mengukur Profesionalisme Guru</title>
		<link>http://bukuohbuku.wordpress.com/2012/01/15/uji-kompetensi-untuk-mengukur-profesionalisme-guru/</link>
		<comments>http://bukuohbuku.wordpress.com/2012/01/15/uji-kompetensi-untuk-mengukur-profesionalisme-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 03:27:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helena Srimurti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukuohbuku.wordpress.com/?p=1068</guid>
		<description><![CDATA[Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tetap akan melaksanakan uji kompetensi bagi guru sebagai syarat mendapatkan sertifikasi. Meski pun, hingga saat ini, kalangan guru melakukan penolakan untuk mengikuti uji kompetensi. Menurut rencana, uji kompetensi akan dilaksanakan secara serentak pada Februari 2012. &#8230; <a href="http://bukuohbuku.wordpress.com/2012/01/15/uji-kompetensi-untuk-mengukur-profesionalisme-guru/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1068&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tetap akan melaksanakan uji kompetensi bagi guru sebagai syarat mendapatkan sertifikasi. Meski pun, hingga saat ini, kalangan guru melakukan penolakan untuk mengikuti uji kompetensi. Menurut rencana, uji kompetensi akan dilaksanakan secara serentak pada Februari 2012.</p>
<p>Ketua Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) Kemdikbud Syawal Goeltom mengatakan, uji kompetensi yang diterapkan kepada para guru untuk meraih sertifikasi tidak melanggar perundangan seperti yang dilontarkan oleh Ketua PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistyo.</p>
<p>Menurut Syawal, profesionalisme dalam kinerja akan menjadi tuntutan setelah guru diakui sebagai profesi.</p>
<p>&#8220;Ya, inilah tuntutan terhadap kinerja guru sejak diakui sebagai profesi unggulan,&#8221; terang Syawal, di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (13/1/2012).</p>
<p>Ia mengungkapkan, tujuan uji kompetensi ini untuk mengetahui profesionalisme seorang guru. Ada dua poin penting yang akan diujikan dalam uji kompetensi nanti, yaitu penguasaan bahan ajar dan metode pedagogik yang digunakan dalam perancangan pembelajaran. Sebelumnya, PGRI menyatakan kekhawatiran bahwa uji kompetensi ini tidak dapat dilalui guru-guru yang senior yang masa mengajarnya sudah panjang.</p>
<p>&#8220;Jangan khawatir, saya kira guru junior mau pun senior mampu menyelesaikan soal-soal dalam uji kompetensi. Seharusnya semua bisa, karena itu kan materi yang mereka ajarkan sehari-hari,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Syawal menjelaskan, meski amanat Undang-Undang (UU) menyebutkan sertifikasi guru selesai di 2015, bukan berarti seluruh guru yang mengikuti uji kompetensi akan lulus dan mendapatkan sertifikasi.</p>
<p>Tahun ini, kuota sertifikasi guru yang tersedia hanya 250 ribu dari sekitar 300 ribu guru peserta uji kompetensi. Guru yang mengikuti dan tidak lulus uji kompetensi tahun ini, dapat kembali mengikuti ujian di dua tahun berikutnya.</p>
<p>&#8220;Amanat UU mewajibkan semua guru ikut seleksi sertifikasi, dan hanya meluluskan yang layak. Mereka yang tidak lulus istirahat dulu setahun dan tetap mengajar. Dua tahun berikutnya baru ikut lagi. Ini aspek keadilan demi memberikan kesempatan kepada yang lain,&#8221; papar Syawal.</p>
<p>Syawal menambahkan, ruh uji kompetensi adalah untuk membenahi empat lapisan yang berkaitan dengan peningkatan mutu guru. Mulai dari perekrutan mahasiswa di perguruan tinggi, proses pendidikan mereka, rekrutmen guru hingga pengurusan kepangkatan dan distribusi guru yang selama ini dinilai masih bermasalah.</p>
<p>Ia menambahkan, pada 2013 mendatang, kinerja guru akan dinilai sesuai dengan Peraturan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi No 16/2009. Sesuai dengan tuntutan guru yang ingin diakui secara profesional, maka standar kerja mereka pun harus ada.</p>
<p>&#8220;Mereka yang meminta (untuk diakui profesional), maka harus ada standar kinerja mereka. Ini bisa diukur dari uji kompetensi dan observasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya, Ketua PB PGRI, Sulistyo, menolak uji kompetensi karena tidak diwajibkan dalam PP No 74/2008 pasal 12 yang menyebutkan Guru Dalam Jabatan  yang telah memiliki kualifikasi akademik S1 atau D4 dapat langsung mengikuti pelatihan untuk memperoleh sertifikat.</p>
<p>&#8220;Uji kompetensi membuat guru-guru stres karena merasa dipersulit dan guru yang tua merasa malu ketika mereka tidak lulus ujian,&#8221; kata Sulistyo.</p>
<p>Adapun beberapa syarat untuk mendapatkan sertifikasi adalah guru yang bersangkutan telah bergelar sarjana (S1), atau telah berusia minimal 50 tahun dan dalam masa kerja minimal 20 tahun.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bukuohbuku.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bukuohbuku.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bukuohbuku.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bukuohbuku.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bukuohbuku.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bukuohbuku.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bukuohbuku.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bukuohbuku.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bukuohbuku.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bukuohbuku.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bukuohbuku.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bukuohbuku.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bukuohbuku.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bukuohbuku.wordpress.com/1068/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1068&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukuohbuku.wordpress.com/2012/01/15/uji-kompetensi-untuk-mengukur-profesionalisme-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/acfbb6448b3e949d41e7e6f347457f5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bukuohbuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Terbaru Puisi Baequni M Haririe</title>
		<link>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/12/15/kumpulan-terbaru-puisi-baequni-m-haririe/</link>
		<comments>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/12/15/kumpulan-terbaru-puisi-baequni-m-haririe/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 02:42:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helena Srimurti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi dan Sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukuohbuku.wordpress.com/?p=1065</guid>
		<description><![CDATA[HARI JUM’AT Jum’at Maksiat dan munajat Bersekat-sekat Barangkali setipis selaput dara Segala dosa dan doa Membungkus jua Jum’at Malam dan siang Bergantian Barangkali soal waktu Segalanya diburu Terbungkus nafsu Jum’at Lelaki dan perempuan Berkelamin Barangkali soal keintiman Menjadi halal dan &#8230; <a href="http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/12/15/kumpulan-terbaru-puisi-baequni-m-haririe/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1065&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>HARI JUM’AT</p>
<p>Jum’at<br />
Maksiat dan munajat<br />
Bersekat-sekat<br />
Barangkali setipis selaput dara<br />
Segala dosa dan doa<br />
Membungkus jua</p>
<p>Jum’at<br />
Malam dan siang<br />
Bergantian<br />
Barangkali soal waktu<br />
Segalanya diburu<br />
Terbungkus nafsu</p>
<p>Jum’at<br />
Lelaki dan perempuan<br />
Berkelamin<br />
Barangkali soal keintiman<br />
Menjadi halal dan haram<br />
Dibungkus berkelanjutan</p>
<p>Membungkusi nikmat<br />
Atas curahan jum’at</p>
<p>Cirebon, 27052010</p>
<p>DI TELAGA REMIS</p>
<p>Desahmu begitu nyaring sewaktu di Telaga<br />
Nafasmu dingin, datang bersama angin<br />
Entahlah, bila semua itu kau tujukan padaku<br />
Aku tak tahu, tiba-tiba saja seperti ada yang meronta<br />
Berusaha terlepas dari keangkuhan batu-batu tua</p>
<p>Rupanya dirimu yang bersemayam di sana<br />
Berapa waktu dan berapa tamu menjadi tak perlu<br />
Karena yang kau tunggu sepertinya diriku</p>
<p>Seingatku, aku sama sekali tak membakar dupa<br />
Atau membaca mantra dulu untuk datang ke Telaga<br />
Aku menyambangi tempat itu untuk mengenang<br />
Dimana hasratku waktu dulu begitu menyatu<br />
Dengan semua jenis daun dan bebatuan di situ</p>
<p>Suaramu tak teratur ketika menyambutku<br />
Gemericik air menggemakan sendiri suaranya<br />
Percik air yang menyentuhku pun begitu mesra<br />
Mengalahkan rindu yang kau muliakan layaknya dewa</p>
<p>Kini, Telaga itu kembali pasrah<br />
Seperti semula, semuanya menjadi kasat mata<br />
Batu, daun, titik air dan kesejukan<br />
Saling menyapa bergantian</p>
<p>Cirebon, 2010</p>
<p>_____Telaga Remis: sebuah objek wisata yang terletak di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Jaraknya kurang lebih 37 km ke arah utara dari kota Kuningan dan kurang lebih 13 km kea rah selatan dari  kota Cirebon. Terletak lebih 20 km dari kota Cirebon ke arah Majalengka, telaga ini tersembunyi di antara rerimbunan pohon pinus dan bebatuan cadas. Telaga yang asri dan sejuk ini belum tersentuh pengelolaan yang baik.</p>
<p>KESUCIAN</p>
<p>Kerut di lehermu<br />
Seolah memberitahu<br />
Betapa kehangatan<br />
Dapat diterjemahkan</p>
<p>Rekah bibirmu<br />
Pun memberitahuku<br />
Betapa kerinduan<br />
Dapat dilumatkan</p>
<p>Tidak pada matamu<br />
Yang enggan terbuka<br />
Justru dengan terpejam; katamu<br />
Adalah tanda ketulusan dan kenikmatan</p>
<p>Tidak semata-mata<br />
Musabab waktu yang lama<br />
Dapat merubah ritme desah<br />
Kadang sayup<br />
Kadang samar<br />
Kadang lirih<br />
Kemudian diam<br />
Dan terekam sepanjang malam</p>
<p>Tidak, bukan itu; katamu<br />
Kesucian yang kau inginkan</p>
<p>Cirebon, 2010</p>
<p>KEPADA SIAPA AKU BERTANYA</p>
<p>Bertahun-tahun kita merayakan<br />
Berulang-ulang meritualkan panjat pinang<br />
Berkibar-kibar merah-putih kembali terpasang<br />
Dimana-mana kita lantunkan Tujuh Belasan</p>
<p>Kawan,<br />
Sebenarnya kita sedang memerdekakan apa?</p>
<p>Cirebon, 17082010</p>
<p>KARENA SENYUM</p>
<p>Ingin kudekati dirimu<br />
Saat dimana kau sedang tertidur<br />
Dengan wajah yang tulus<br />
Dan separuh jiwamu terbang<br />
Entah kemana<br />
Bertemu dengan siapa<br />
Atau sedang mengelana<br />
Jauh ke segala arah</p>
<p>Ingin kudekap hatimu<br />
Saat dimana kau sedang tertidur<br />
Dengan detak jantung yang teratur<br />
Dan separuh nafasmu memanduku<br />
Untuk menunggu<br />
Entah di mana<br />
Di bahu atau di dadamu<br />
Hingga sebelum fajar<br />
Aku dibangunkan oleh senyum<br />
Dari sisa bibirmu yang ranum</p>
<p>Cirebon, 23092010</p>
<p>DZIKIR KOPI</p>
<p>Hitam adalah nyawamu<br />
Air panas lalu gelas<br />
Menyetubuhimu senafas demi senafas<br />
Pada keikhlasanmu, tuan dan permaisuri<br />
Ia menyeduh banyak arti  </p>
<p>Kental, pahit, manis dan pekat<br />
Layaknya fase rapalan tirakat<br />
Sendiri, berdua atau bersama-sama<br />
Hitam, coklat atau bercampur susu<br />
Dzikirnya tetaplah syahdu dan khusyu’</p>
<p>Sesekali, nyawamu menghangatkan tembakau<br />
Yang dihembuskan mesra dingin danau<br />
Atau ia dilepaskan di puncak gunung<br />
Atau di gubuk sawah atau di pojok kampung<br />
Atau di tengah hiruk-pikuk kota<br />
Bahkan di ranah yang lebih hitam<br />
Pagi, siang, sore maupun malam<br />
Kemarau, cerah atau saat hujan<br />
Nyawamu selalu bergentayangan</p>
<p>Kopi, dalam mantra jiwa<br />
Dikutuk hanya bagi pecinta</p>
<p>Cirebon, 29092010</p>
<p>JUDUL MENYUSUL</p>
<p>Berjanjilah nanti di depan kuburku, sebagai perempuan tangguh. Menjadi seorang bunda dari cakrawala cinta. Deru angin sesungguhnya tak sengaja melepaskan gemuruh batin atau mengirimkan wangi kelabu kepadamu. Itu hanya tanda, betapa kesempurnaan adalah Tuhan. Bersaksilah nanti di depan kuburku, bahwa namaku dari ketidaksengajaan dan kini pantas untuk dibenamkan. Kau menunggu pelangi, dan aku mati.</p>
<p>Cirebon, 19102011</p>
<p>JALAN PEMUDA</p>
<p>Kopi hitam ini pahit, padahal telah kuaduk dengan manis senyummu. Di tepian jalan, aku tak bisa membedakan lagi; mana asap rokok dan asap dari kebisingan itu. Penjaga Cafe memotong daun, menyiramkan air, merawat tetumbuhan agar terus berdzikir. Aku masih di sini. Mencairkan hiruk-pikuk jalanan yang padat. Terik mentari kian menyilaukan, kursi dan meja begitu kaku memamerkan lapisan debu. Kau tahu, aku masih di sini. Di sebelah ada yang berulang tahun, entah yang keberapa, tubuhnya basah. Tapi ia sumringah ditasbihkan teman-temannya sebagai lelaki paling bahagia. Setidak-tidaknya untuk hari ini, semoga sampai akhir hayatnya. Dengarlah, aku masih di sini. Merekam segala harapan dan penantian. Pisang goreng tinggal satu, sendok dan garpu seolah buntu, tak bisa lagi menghidupkan rindu. Perlahan-lahan langit mulai menua. Aku, masih terus menantang senja. Segelintir karyawan curiga, seperti menyimpan gelisah yang sama. Maka, aku pergi dari sini, mengikuti angin barat yang katanya sedang sekarat. Tuhan, aku tinggalkan kopi hitam untukMu.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Baequni M Haririe, lahir di Cirebon, 19 Juli 1975. Senang menulis puisi, cerpen dan novel serta melukis. Sampai saat ini aktif di Komunitas Seniman Santri (KSS).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bukuohbuku.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bukuohbuku.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bukuohbuku.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bukuohbuku.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bukuohbuku.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bukuohbuku.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bukuohbuku.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bukuohbuku.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bukuohbuku.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bukuohbuku.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bukuohbuku.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bukuohbuku.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bukuohbuku.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bukuohbuku.wordpress.com/1065/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1065&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/12/15/kumpulan-terbaru-puisi-baequni-m-haririe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/acfbb6448b3e949d41e7e6f347457f5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bukuohbuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerpen: Kembang Desa Akhirnya Pulang Kampung</title>
		<link>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/12/15/cerpen-kembang-desa-akhirnya-pulang-kampung/</link>
		<comments>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/12/15/cerpen-kembang-desa-akhirnya-pulang-kampung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 02:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helena Srimurti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukuohbuku.wordpress.com/?p=1063</guid>
		<description><![CDATA[Dusun Adem Ayem digegerkan oleh kedatangan Yuni Amperawati mantan kembang desa puluhan tahun silam. Tak seorangpun tahu kapan Yuni meninggalkan kampung. Ibunya menangis dan hanya bilang Yuni pergi merantau, entah ke Arab, Taiwan, Jepang, atau hanya ke Jakarta. Kala itu &#8230; <a href="http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/12/15/cerpen-kembang-desa-akhirnya-pulang-kampung/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1063&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dusun Adem Ayem digegerkan oleh kedatangan Yuni Amperawati mantan kembang desa puluhan tahun silam. Tak seorangpun tahu kapan Yuni meninggalkan kampung. Ibunya menangis dan hanya bilang Yuni pergi merantau, entah ke Arab, Taiwan, Jepang, atau hanya ke Jakarta. Kala itu banyak pemuda dusun patah hati. Dan kini ketika Yuni pulang &#8212; tak seorangpun mengendus kehadirannya kecuali sisa-sisa kecantikan yang masih terpancar di wajah dan tubuhnya.</p>
<p>Warga dusun Adem Ayem amatlah bersahaja, sopan, dan religius. Pak Kyai Joko sebagai panutan dan pengayom warga dusun punya peran penting dalam menjaga keharmonisan hidup sehari-hari. Hanya bu Sastro, istri Pak Kepala Dusun agak terganggu dengan kepulangan Yuni.</p>
<p>Tak butuh waktu lama Yuni dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang pernah jadi kesehariannya. Selain ramah, Yuni kini menjadi seorang wanita yang sublim dan mandiri. Ia tak segan mengulurkan tangan membantu yu Warti memasak untuk santri Pak Kyai.</p>
<p>Kebiasaan di dusun Adem Ayem, hari Minggu pagi, Ibu-ibu mencuci pakaian di sungai, bapak-bapak memandikan kerbaunya, sementara anak-anak cebur – cebur-an, mandi telanjang. Beratraksi salto, menukik, atau pantatnya menghantam air hingga mengeluarkan bunyi berdebam. Yuni tersenyum melihat tingkah polah anak-anak.</p>
<p>Maklum anak-anak, tak ada rasa risih walau mereka telanjang bulat dan alat kelaminnya lari kemana-mana. Tabu ketika mereka sudah akil baliq, dan alat tersebut sudah bisa berfungsi sebagai alat reproduksi. Dalam bahasa jawa, sebutan thithit &#8212; berubah menjadi “anu”,  ya karena “anu” tidak layak diucapkan secara terang-terangan, tertulis, atau di depan publik. Dan mengenai “anu” inilah biang keladi Yuni mendapat masalah yang membuat geger dusun Adem Ayem.</p>
<p>Kejadiannya bermula saat Pak Kyai Joko mengadakan pengajian di suraunya. Semua santri dan warga dusun Adem Ayem hadir bersimpuh di atas tikar, menyimak tausiyah Pak Kyai yang bersuara bariton empuk. Semilir angin malam itu sesekali membawa bau kotoran sapi dari kandang belakang milik pak Kyai. Tapi itu tak mengurangi suasana syahdu yang menenangkan hati. Yuni ikut hadir, khidmat memperhatikan ajaran Pak Kyai.</p>
<p>Tiba-tiba ada seekor lalat Ijo hinggap di jidat Yuni, barangkali kabur dari kandang sapi di belakang rumah Pak Kyai. Dan Atun yang berada di sebelah Yuni tiba-tiba secara reflek menepuk lalat itu. Warga yang hadir tak mengetahui kejadian itu sampai Yuni berteriak kaget, “ Eh.. Anu &#8230; anu &#8230;..(menyebut alat vital laki-laki dewasa).. eeh anu &#8230; Ya Tuhan &#8230;. maaf.”</p>
<p>Semua hadirin tersentak kaget. Pandangan mereka mengarah ke Yuni yang tertunduk malu. Bu Sastro istri pak Kadus memandang Yuni dengan jijik. Di tengah suasana khusuk menghadapkan diri kepada Tuhan, terselip kata-kata tak senonoh keluar dari mulut Yuni, tentang alat kelamin laki-laki dewasa..</p>
<p>Konon kebiasaan “latah” adalah bentuk pertahanan diri ketika ia kaget atau sering dikageti. Insting itu tersambung  cepat ke kosa kata di otaknya, entah itu punya arti menyenangkan, lucu, atau bahkan traumatis. Hal itu sangatlah alamiah dan dapat dimaklumi. Tapi jika itu terjadi pada acara suci keagamaan apakah itu bisa dimaklumi? Yuni kini menanggung semua akibatnya.</p>
<p>Keesokan paginya berita itu cepat menyebar. Ibu-ibu yang tadinya akrab kini menjaga jarak, saling berbisik, dan menghindar. Tak butuh waktu lama, beredarlah rumor kalau Yuni adalah perempuan nakal yang suka mangkal di warung remang-remang, menunggu supir-supir truck melepas lelah, sambil menawarkan tubuhnya dengan genit. Rumor tak berhenti di situ, sebaliknya malah tambah hebat, ada pihak ketiga yang sengaja menghembuskannya. Bu Kadus sendiri tampak vokal seolah dia sedang mensosialisasikan program kesejahteraan keluarga layaknya Pos Yandu.</p>
<p>Yang bikin Yuni jengkel, anak-anak kini sering mengageti dirinya, entah Ia sedang di pekarangan, di sungai, atau di jalan. Latah joroknya jadi kumat, anak-anak tertawa, sambil berlari-lari dan ikut menirukan latahnya. Ibu-ibu yang mendengar mengingatkan, “ Eeeh bocah-bocah jangan ngomong saru yaaa.”</p>
<p>Para orang tua kewalahan dan mengadu pada Pak Sastro. Yuni tepekur sedih. Ia tak mau lagi terusir dari dusun Adem Ayem seperti dulu. Ya.. Yuni ingat waktu remaja dulu, ketika Wati anak Pak Yudo Kadus jamannya, selalu merasa iri pada dirinya. Ketika ia menjadi juara kelas mengalahkan Wati, menjadi penari kebanggaan warga dusun, dan yang paling telak adalah Sastro &#8212; ketua pemuda dusun &#8212; yang lebih memilih dirinya daripada Wati anak Pak Kadus.</p>
<p>Hingga pada suatu hari kejadian luar biasa terjadi, waktu Ia diminta membantu pernikahan Tatik anak pak Kadus yang tertua, dan ketika perhiasan emas dan uang seserahan dari mempelai pria itu tiba-tiba hilang  berpindah tangan dan secara ajaib berada di dalam saku jaketnya yg digantungkannya di kamar rias. Maka dia mengerti bahwa Wati telah menjebaknya. Dan akhirnya dengan penyelesaian “kekeluargaan” Yuni terpaksa meninggalkan dusunnya, meninggalkan Sastro dan segala impian indah masa depannya.</p>
<p>*****</p>
<p>Bu Sastro alias Wati istri pak Kaduslah yang kini paling vokal bersuara. Kepada suaminya ia berkata, &#8220;Semenjak kedatangan Yuni, dusun kita jadi berubah tidak tentram, pakne.”</p>
<p>Pak Sastro yang melihat gelagat buruk Bu Sastro menghela nafas panjang. Ia tahu Yuni adalah pribadi yang baik hati. Ia lantas teringat kejadian puluhan tahun silam, ketika masa remaja, ketika Yuni telah mencuri hatinya, dan itu membuat Wati cemburu. Dan rasa cinta yang baru mekar itu tiba-tiba layu ketika Yuni meninggalkan dusun Adem Ayem dengan tiba-tiba, tanpa pamit, sepertinya ada sesuatu yang janggal dengan kepergiannya.</p>
<p>“ Ya nanti aku tak “rembugan” dengan dik Joko.”</p>
<p>“ Pak ne tau apa? Diusir saja, demi ketentraman warga dusun.”</p>
<p>“ Ya ojo kesusu to bu.”</p>
<p>“ Pokoknya lebih cepat lebih baik, pakne.”</p>
<p>Pak Kadus segera menyuruh pembantunya memanggil Kyai Joko. Diantara pembicaraan bertiga, Pak Kyai menengahi, “ Janganlah kita berburuk sangka dulu, bu. Lebih baik kita “khusnudzon” saja. Semua orang tempatnya salah, tetapi sebaik-baik orang yang berbuat banyak kesalahan itu adalah orang-orang yang banyak bertaubat.&#8221;<br />
“ Dik Joko tahu, si Kelik tukang ojeg yang mangkal di terminal itu bilang kalo Yuni suka mangkal di warung-warung pangkalan truk. Nama dusun kita akan cemar. Ibu-ibu PKK mulai cemas lho dik Joko. Khawatir kalau nanti Yuni menggoda suami – suami mereka.”<br />
“Ya sabar bu Sastro&#8230;. Boleh jadi kita membenci sesuatu, padahal kita tidak tahu bahwa sesungguhnya itu amat baik bagi kita. Dan belum tentu apa yang menurut kita baik, padahal sebetulnya itu hal yang buruk bagi kita. Allah Maha Mengetahui. Saya akan berbicara dengan Yuni bu Sastro&#8230;”</p>
<p>*******</p>
<p>Dan mulailah Kyai Joko, atas permintaan Pak Kadus, menyelesaikan masalah ini dengan bijaksana. Dalam pembicaraan di surau Kyai Joko yang mengenyam pendidikan keguruan di IKIP menerapkan pendekatan psikologis pengajaran untuk menghilangkan “latah”nya Yuni.<br />
“Jeng Yuni, kebiasaan latah jorok yang keluar dari mulutmu sudah membuat warga Adem Ayem geger.”<br />
“Iya Pak Kyai, mohon maaf. Saya harus bagaimana? Apapun akan saya kerjakan asalkan saya jangan diusir dari dusun Adem Ayem. Saya ingin menghabiskan masa tua dan mati di dusun ini.”<br />
“ Baiklah saya akan bantu, coba jeng Yuni&#8230;. bagaimana kalau yang sudah-sudah itu, latahnya lebih baik diganti dengan menyebut asma Allah. Subhanallah boleh. Masya Allah boleh. Atau Allahu Akbar. Setuju?”<br />
“ Ya ya ya Pak Kyai. Saya akan mencoba &#8230;”</p>
<p>Dan ketika Pak Kyai Joko mencoba mengageti Yuni, dan kebiasaan latah joroknya masih tetap saja, Pak Kyai hanya geleng-geleng kepala sambil tersipu malu. Orang-orang yang lewat di depan surau dan mendengar tersenyum kecut.</p>
<p>Mungkin besok bisa berubah, atau minggu depan. Dan ketika sampai berhari-hari Yuni tak bisa melepas kebiasaanya, maka Pak Kyai tak kehilangan kesabarannya.</p>
<p>Ia kemudian membuat target antara, dengan membelokkan latah joroknya menjadi Eh copot .. copot. Ya&#8230; ia sering melihat orang-orang yang latah mengucapkan kalimat seperti itu. Hal yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi Adi Bing Slamet lewat lagu Mak Inemnya waktu kecil.</p>
<p>Akhirnya, walau memakan waktu lama, ternyata usaha itu berhasil. Pak Kyai Joko merasa senang. Juga Yuni. Kini kalau ada sesuatu yang mengejutkan Yuni maka kata-kata yang keluar adalah:” Eh copot ..copot”, bukan latah jorok yang dulu &#8220;Eh ..anu &#8230; anu.&#8221;</p>
<p>Mendengar itu Pak Kadus ikut senang, anak-anakpun juga senang dan sekarang mereka mengikuti latah barunya Jeng Yuni, eh copot&#8230;copot, sambil tertawa-tawa gembira. Ibu-ibu dusun Adem Ayem menjadi tenang, hanya Bu Kadus seorang diri merasa sebaliknya.</p>
<p>Bersyukur dan berbahagialah seseorang yang dibimbing alim ulama, yang selalu mengajarkan suri tauladan, kebaikan, cinta kasih, tata krama, sopan berbahasa, budi pekerti dan berkaca diri. Yuni merasakan kehadiran Kyai Joko sangat dekat dalam dirinya.</p>
<p>**********</p>
<p>Di sela-sela waktu longgar seputar surau siang itu, Pak Kyai Joko sedang terlibat pembicaraan dengan Yuni . Kali ini tidak lagi membahas “latahnya” melainkan hal lain.</p>
<p>“Jeng Yuni masih kayak dulu lho, awet muda&#8230; Resepnya apa? Mbok aku dikasih tau.&#8221;</p>
<p>Yuni kaget dengan pertanyaan itu. Ia tak menyangka ucapan Pak Kyai akan seperti itu. Jangan-jangan kebiasaan joroknya selama ini mengakibatkan timbulnya kegelisahan terpendam pada diri Pak Kyai. Tapi ingatan Yuni  langsung melayang ke masa mudanya ketika si Joko, adik kelasnya waktu di SMP dulu terlihat mencoba mendekati dirinya. Yuni ingat ketika Joko memboncengkan dirinya dalam karnaval sepeda 17 an. Juga beberapa kali pernah datang ke rumahnya.<br />
“Aah bisa aja Pak Kyai, hmmm resepnya apa ya?? Hehehe”<br />
“Wah ternyata sudah lama kita nggak ketemu yaa jeng &#8230; ayo crita pengalaman merantaumu. Aku ingatnya dulu waktu zaman SMP, he he he. Jangan ngomong siapa-siapa ya jeng Yuni, aku dulu pengagum gelapmu lho.”</p>
<p>Dan ketika Yuni memahami bahwa Pak Kyai berubah menjadi sedikit kekanak-kanakan, tersipu-sipu malu. Ia tak merasa kehormatan Pak Kyai menjadi luntur. Semua laki-laki dewasa pada dasarnya adalah kanak-kanak yang butuh perhatian, kasih sayang, dan pelayanan. Apalagi Pak Kyai statusnya masih single belum menikah. Yuni tetap menghormati Pak Kyai sebagai panutan moral warga dusun Adem Ayem.<br />
“Boong banget seeh &#8230;. puacarmu kan segudang&#8230;eh becanda Pak Kyai.. Aku sudah tua loh,” Yuni tersipu dan tiba-tiba ia berbicara dalam logat Betawi, barangkali dia pernah merantau di sana.</p>
<p>Suasana sangat akrab dan tidak formil,“ Kalo ingat jaman dulu lucu ya jeng Yuni. Waktu “mboncengin” kamu naik sepeda senangnya minta ampun. Tapi habis itu bingung mau gimana?? He he he cinta monyet &#8230;, belum ngerti jurus-jurus merayu wanita. Jadinya diam saja, dipendam. Eeh ini jangan dimasukan hati ya, Jeng. Ini cuma pengakuan saja “<br />
“Ha ha ha lucu&#8230;.lucu&#8230;., iya &#8230; iya tenang saja Pak Kyai, kita kan bukan hanya sudah dewasa tapi “wis tuwo”, sudah tua, hehehe..Cerita seperti ini kan jaman dulu Pak Kyai.&#8221;</p>
<p>Pak Kyai agak tersipu, kemudian ia mencoba bersikap bijak,“Iya bener jeng Yuni, kita sudah tua, sudah banyak makan asam garam kehidupan. Kadang kita hampir menyerah pada kenyataan pahit, tapi kemudian bangkit dengan semangat. Kadang juga kalau kita kembali ke jaman kanak-kanak, rasanya semuanya indah, penuh tawa dan canda. Dan cukuplah itu sebagai kenangan indah saja. Terlalu indah untuk menjadi nyata jeng Yuni &#8230;”<br />
“Oh, jadi kalau sekarang Pak Kyai “udah canggih” ya cara merayunya.. hahaha. Ini becanda lho Pak Kyai.”  terlihat Yuni mulai nyaman dengan gerak gerik dan ucapannya. Terlihat dia bisa mengendalikan keadaan.</p>
<p>Dan kini Pak Kyai Joko tak bisa menahan perasaan hatinya, lalu mengungkapkan dengan jujur apa yang pernah dia alami sewaktu muda dulu,“ He he he sebenarnya dulu itu aku pingin deket denganmu cuma aku nggak tau “piye carane”, bagaimana caranya? Pernah aku beberapa kali main ke rumahmu cuma kok aku jadi tambah bingung he he he. Mungkin salah satunya karena kamu kakak kelasku, dan juga waktu itu Mas Sastro yang ketua pemuda desa itu tergila-gila padamu &#8212; jadi aku minder. Kalo sekarang, mungkin kita sudah sama-sama dewasa, jadi ya yang ada sekarang adalah rasa hormat, rasa saling menghormati.&#8221;</p>
<p>“Pak Kyai, sebenernya aku juga inget banget kejadian waktu &#8220;kita&#8221; masih SMP. Seandainya waktu bisa diputar kembali&#8230;.&#8221;</p>
<p>Seolah Pak Kyai faham film tv Time Tunnel alias Lorong Waktu jaman kecil dulu, dan ketika dia mahasiswa belajar agama dan memahami bahwa Lorong Waktu hanyalah angan-angan belaka, tapi dengan maksud tak serius dia menjawab, “Ahh masak siy jeng Yuni ingat banget kejadian-kejadian waktu &#8220;kita&#8221; masih SMP? Andai waktu bisa diputar kembali &#8230;. Apakah kira-kira ada cerita yang berbeda?”</p>
<p>“Kalau waktu bisa diputar kembali???!!! Kalau kita memang gak jodoh atau gak dipertemukan sama Tuhan, yo tetep ora ketemu yo?? &#8220;Pekok” banget si aku, bodo banget siy aku!! Hahaha&#8230; “<br />
“Eh siapa tahu dipertemukan Tuhan dikemudian hari?”<br />
“Eh copot &#8230; copot &#8230;. Pak Kyai &#8230;. pak Kyai,” Yuni latah karena gugup.<br />
“Jangan panggil aku Pak Kyai &#8230; panggil aku Joko saja.”<br />
“Aku tak berani &#8230; apa nanti kata warga dusun Adem Ayem kalau dengar itu.”<br />
“Dulu waktu mboncengin kamu naik sepeda untuk pertama dan yang terakhir kalinya, he he ehem, rasanya seolah sudah jadi laki-laki gagah, gede kepala, dan bangga. Ah sayang aku dulu kurang berani, kurang nekat. Mestinya pemuda-pemuda yang naksir kamu itu tak aku gubris, atau kulawan. Jeng Yuni, maukah menikah denganku?”<br />
“Eh copot &#8230; copot &#8230; Ah&#8230; Pak Kyai bercanda.”</p>
<p>Tak pernah terbayangkan dalam benak Pak Kyai sebelumnya &#8212; sampai pada keinginan ingin menikahi Yuni. Yaa ..usia Yuni mateng, lekuk pinggang dan busung dadanya menandakan hormon kewanitaannya melimpah. Demikianlah bahasa alam yang terungkap ketika seorang wanita menarik lawan jenisnya, sebagai bekal untuk bertahan di muka bumi, guna meneruskan keturunannya, beranak pinak dan pada saatnya berubah jadi gendut dan menua.</p>
<p>Dan akhirnya dusun Adem Ayem kembali tentram dan damai. Pak Kyai Joko bisa menyelesaikan permasalahan Yuni yang bikin dusun Adem Ayem heboh. Semua merasa bahagia, win win solution. Bu Sastro kini merasa tenang bisa menghabiskan masa tuanya bersama Pak Kadus, Kyai Joko bisa menikahi pujaan hatinya, dan Yuni tak terusir lagi dari dusunnya.</p>
<p>Di malam dingin, diantara suara angin yang mengguncang rimbunan bambu, sepertinya terdengar sayup-sayup Yuni mengucapkan kebiasaan latahnya, dan kini malah campur aduk tak karuan,<br />
“Ehh .. Anu-copot &#8230;eeh anu-copot ..eh maaf Pak Kyai.“<br />
“Hayoo &#8230; Jeng Yuni nggak boleh latah jorok lagi yaaa,” Pak Kyai agak kecewa latah jorok Yuni muncul kembali.<br />
“Saestu Pak Kyai &#8230; kulo mboten goroh.” (Benar Pak Kyai &#8230; Saya tidak bohong kok)<br />
“Ssssttt &#8230;..diam,” bisik pak Kyai Joko.</p>
<p>Washington DC 2011</p>
<p>Janu Jolang</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bukuohbuku.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bukuohbuku.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bukuohbuku.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bukuohbuku.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bukuohbuku.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bukuohbuku.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bukuohbuku.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bukuohbuku.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bukuohbuku.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bukuohbuku.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bukuohbuku.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bukuohbuku.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bukuohbuku.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bukuohbuku.wordpress.com/1063/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1063&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/12/15/cerpen-kembang-desa-akhirnya-pulang-kampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/acfbb6448b3e949d41e7e6f347457f5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bukuohbuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buku Baru: Tidur dengan Musuh: Rahasia Perang Coco Chanel Yang Ternyata Agen Nazi</title>
		<link>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/12/14/buku-baru-tidur-dengan-musuh-rahasia-perang-coco-chanel-yang-ternyata-agen-nazi/</link>
		<comments>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/12/14/buku-baru-tidur-dengan-musuh-rahasia-perang-coco-chanel-yang-ternyata-agen-nazi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 01:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helena Srimurti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Kutu Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukuohbuku.wordpress.com/?p=1060</guid>
		<description><![CDATA[Perancang busana Prancis Coco Chanel menjadi mata-mata bagi Nazi dalam pendudukan Jerman di Prancis pada Perang Dunia II, berdasarkan sebuah buku baru yang dijual, Selasa. Buku berjudul &#8220;Tidur dengan Musuh: Rahasia Perang Coco Chanel&#8221; karya Hal Vaughan memaparkan bukti-bukti mengenai &#8230; <a href="http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/12/14/buku-baru-tidur-dengan-musuh-rahasia-perang-coco-chanel-yang-ternyata-agen-nazi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1060&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perancang busana Prancis Coco Chanel menjadi mata-mata bagi Nazi dalam pendudukan Jerman di Prancis pada Perang Dunia II, berdasarkan sebuah buku baru yang dijual, Selasa.</p>
<p>Buku berjudul &#8220;Tidur dengan Musuh: Rahasia Perang Coco Chanel&#8221; karya Hal Vaughan memaparkan bukti-bukti mengenai kehidupan ganda perancang busana ikonik itu yang merupakan kekasih dari mata-mata, Baron Hans Gunther von Dincklage.</p>
<p>&#8220;Buku itu menjelaskan mengenai bagaimana Coco Chanel menjadi bagian dari operasi intelijen Jerman, bagaimana dia terdaftar dalam sejumlah misi mata-mata, bagaimana menghindari penangkapan di Perancis pasca-perang,&#8221; kata penerbit Knopf asal New York dalam sebuah pernyataan.</p>
<p>Buku Vaughan mengungkapkan bahwa tidak hanya Chanel direkrut untuk menjadi bagian dari organisasi militer Abwehr namun juga bahwa Dincklage sendiri adalah &#8220;mata-mata utama Nazi&#8221;.</p>
<p>Dia &#8220;menjalankan sebuah tim mata-mata di Mediterania dan Paris serta melaporkan langsung kepada Menteri Propaganda Nazi Joseph Goebbels, tangan kanan Hitler.&#8221;</p>
<p>Chanel juga anti-Semit, menurut buku itu, sekalipun pada waktu itu ia tidak akan tampak menonjol di jajaran sejumlah rekan-rekannya yang kemudian tampak bekerja sama selama masa pendudukan 1940-1944.</p>
<p>Chanel, seorang anak yatim yang menjadi perancang busana revolusioner Prancis, pindah ke Swiss setelah perang sebelum kembali ke Paris untuk melanjutkan karirnya di bidang mode. Dia tidak pernah dituntut melakukan tindak kejahatan dan meninggal pada 1971.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bukuohbuku.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bukuohbuku.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bukuohbuku.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bukuohbuku.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bukuohbuku.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bukuohbuku.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bukuohbuku.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bukuohbuku.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bukuohbuku.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bukuohbuku.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bukuohbuku.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bukuohbuku.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bukuohbuku.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bukuohbuku.wordpress.com/1060/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1060&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/12/14/buku-baru-tidur-dengan-musuh-rahasia-perang-coco-chanel-yang-ternyata-agen-nazi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/acfbb6448b3e949d41e7e6f347457f5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bukuohbuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buku Baru: The Dancing Leader</title>
		<link>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/12/14/buku-baru-the-dancing-leader/</link>
		<comments>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/12/14/buku-baru-the-dancing-leader/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 01:14:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helena Srimurti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Kutu Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukuohbuku.wordpress.com/?p=1058</guid>
		<description><![CDATA[Buku setebal lebih dari 700 halaman ini ditulis oleh 45 pakar dari berbagai bidang keilmuan dan pengalaman. Rentang keahliannya cukup lebar dari ilmu-ilmu kealaman dan ilmu-ilmu sosial dengan turunannya yang cukup spesifik. Mereka berasal dari kalangan akademisi, praktisi, swasta, dan &#8230; <a href="http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/12/14/buku-baru-the-dancing-leader/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1058&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku setebal lebih dari 700 halaman ini ditulis oleh 45 pakar dari berbagai bidang keilmuan dan pengalaman. Rentang keahliannya cukup lebar dari ilmu-ilmu kealaman dan ilmu-ilmu sosial dengan turunannya yang cukup spesifik. </p>
<p>Mereka berasal dari kalangan akademisi, praktisi, swasta, dan pemerintahan. Penggagas awal dan kordinator tim editor adalah Jusuf Sutanto yang dikenal sebagai filsuf Timur dan berpangalaman dalam dunia bisnis pangan.</p>
<p>Dari banyaknya kontributor dan keragamannya terlihat memang tidak mudah untuk membuat buku sejenis The Dancing Leader (TDL) ini. </p>
<p>Diawali dengan keinginan mengisi hari-hari besar Indonesia, para kontributor mengharapkan adanya suatu pendekatan holistik terhadap permasalahan umat manusia, khususnya bangsa Indonesia yang diduga akan semakin kompleks.  </p>
<p>Ledakan penduduk yang sulit disetop ini tentu akan menuntut pemikir, ilmuwan, praktisi, dunia pendidikan, pemerintahan, swasta dari berbagai sektor kehidupan untuk bersama-sama mencari solusi terhadap persoalan dengan pendekatan holistik, integratif, dan transdisiplin. Atas dasar keinginan itulah buku ini disusun.</p>
<p>TDL mencoba menyodorkan pendekatan transdisiplin terhadap persoalan bangsa yang saling kait mengait, rumit, dan berliku. Di situlah pentingnya the dancing leader yang dapat melihat dengan telinga dan mendengar dengan hati. Sensitif terhadap persoalan kebangsaan dan kemanusiaan lalu mampu menjalankan ide-ide solutif dan tidak terlalu banyak berwacana. </p>
<p>Momen demi momen lebur menyatu dengan persoalan kemanusiaan dan semesta, bebas dari perasaan menjadi orang penting yang mengemban amanah suci. Kecepatan, ketepan, keindahan, dan keteraturan yang dilandasi dengan kecintaan adalah tipe-tipe pemimpin yang memahami sejarah, kekinian, dan masa depan bangsa.</p>
<p>Buku ini terdiri atas empat bab diawali dengan sambutan-sambutan bermakna dari para pemimpin universitas. Rektor Universitas Pancasila menitikberatkan sambutannya pada tema perguruan tinggi sebagai pusat peradaban. </p>
<p>Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia mengangkat isu pemahaman seni memimpin dari pertanian holistik. Berikutnya, Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah mengapresiasi TDL dan mengajak menari bersama semesta. </p>
<p>Rektor Universitas Kristen Satya Wacana menekankan betapa indahnya keragaman. Rektor Universitas Sanata Dharma mengetengahkan perilah keanekaragaman hayati di Indonesia. Mereka bisa dikatakan sebagai pemimpin yang mempunyai kriteria the dancing leader: kecepatan bertindak, penyatuan visi dan aksi, pengatur suara-suara orkestra besar sehingga enak didengar dan indah dipandang.</p>
<p>Bab I yang diberi judul Tarian Kepemimpinan itu memuat tulisan-tulisan yang mendasari betapa pentingnya leadership untuk kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Indonesia pada hakekatnya mempunyai sebuah peradaban tinggi yang dapat menjadi modal kebanggaan jati diri bangsa lalu menjadi landasan untuk bergerak maju menghadapi berbagai tantangan. </p>
<p>Keyakinan untuk maju dalam kemajemukan bangsa akan membawa Indonesia menjadi negara terhormat yang disegani bangsa-bangsa lain di dunia ini. Rocky Gerung menekankan bahwa peradaban jauh lebih penting dari sekedar memenuhi kebutuhan material yang justru bisa membawa manusia ke wilayah terpuruk. Azyumardi Azra  menekankan bahwa modal multikulural Indonesia itu sangat baik dalam membangun masa depan melalui kaidah-kaidah Pancasila. </p>
<p>Untuk itu, Daoed Joesoef mengajak kita untuk mencari kriteria-kriteria pemimpian yang relevan dalam pembangunan Indonesia ke arah yang sangat cerah. Sudarsono Hardjosoekarto menyodorkan pemikiran learning leader, learning people dan learning organzitation. Sarlito W. Sarwono mengajak pemimpin untuk mampu berinteraksi dengan masyarakat secara terus menerus dan melakukan upaya learning by doing.</p>
<p>Penguasa dan pengusaha kadang-kadang membuat ‘sikon’ menjadi sumir. Ketidaktahanan akan bujukan material sering membuat penguasa menjadi bermata lamur. Pemimpin harus mampu menekankan betapa pentingnya hal-hal yang bersifat immaterial. </p>
<p>Akan tetapi, Christianto Wibisono mengangkat betapa pentingnya meritokrasi dalam birokrasi pemerintahan untuk menghindari penguasa menjadi pengusaha atau sebaliknya. Kepentingan untuk diri sendiri dan kelompok sempitnya harus di bawah kepentingan negara dan umum. </p>
<p>Pada hakekatnya menurut Vincentius Y. Jolasa adalah ikhtiar untuk menghasilkan pemimpin yang tanggap dan sukses melalui pemaknaan kepemimpinan  yang ditopang oleh komunikasi transfromatif, kecakapan merancang, menerapkan dan berpartisipasi dalam dinamika sosial,ekonomi, dan politik yang dicita-citakan bersama. </p>
<p>Krishnanda W. Mukti mengajak kepimimpinan berbasis kesadaran bukan membuat orang menjadi tunduk, tergantung dan takut kepada pemimpin. Proses penyadaran dan kecintaan terhadap bangsa dan negara untuk menjadikan negara lebih bermartabat, terhormat, dan penuh dengan inovasi-inovasi adalah bagian inti dari pendidikan. </p>
<p>Itulah sebabnya Asep Saefuddin menekankan bahwa segala sesuatunya bermula dari pendidikan yang sangat esensial, bukan sekadar melatih keterampilan teknis.</p>
<p>Hemawan Kartajaya mengingatkan kita bahwa dunia sudah berubah dan akan terus berubah. Hanya bangsa yang pandai mengolah perubahan yang akan mampu bertahan dan menang dalam menghadapi tantangan.  </p>
<p>Dewasa ini dalam dunia bisnis saja harus menguasi nilai, value driven, yang mendekati pelanggan sebagai manusia utuh dengan kesatuan pikiran, perasaan, dan jiwa. </p>
<p>Selain itu, Sudhamek A.W.S. menyarankan bangsa untuk mampu membangun budaya kompetitif yang positif melalui pengembangan kepemimpinan unggul. Ronny Adhikarya mengusung pemikiran yang tidak ‘bekutet’ di dalam kotak, rutin dan pengap. </p>
<p>Akan tetapi, pemimpin harus mampu berpikir di luar kotak, thinking out of the box, dengan aplikasi ilmu menjadi tacit knowledge. Di situlah pentingnya motivasi seperti yang dibahas oleh Eko Legowo. Jiwa kewirausahaan sangat perlu untuk menjadi pemimpin dengan nilai-nilai agama sebagai dasar penguatan mental. </p>
<p>Haidar Bagir menyadari betapa pentingnya cinta dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dikatakan Rumi bahwa cinta adalah pengggerak segalanya. </p>
<p>Ricardi S. Adnan menganalisis bahwa masih besar kesenjangan di dunia politik, terutama antara janji kampanye dan realisasinya.  Politik memang sangat perlu di dalam sebuah negara. Namun, tanpa landasan kejujuran dan niat baik mambangun bangsa secara kokoh politik hanya akan membuat masyarakat nelangsa. </p>
<p>Untuk itu perlu ada dialog terus menerus antarmasyarakat dan pemimpin. St. Sularto menyarankan perlu adanya pemimpin penuh kharisma untuk mengurangi kesenjangan antara keadaan saat ini (das scin) dan das sollen (keadaan ideal yang diinginkan). Bab ini ditutup oleh Tu Weiming yang menyarankan agar kita tidak sekedar manusia antropologis tetapi total kosmologis.</p>
<p>Bab II berjudul Tarian Pangan, Energi dan Kewirausahaan itu merupakan pemikiran para ahli bagaimana secara riil pemimpin menghadapi kenyataan dunia. Pembangunan pertanian adalah awal dari peradaban. Peperangan juga bisa berawal dari persoalan pangan sehingga tidak salah kalau the angry man adalah the hungry man. </p>
<p>F. Welirang menerangkan bahwa persoalan pangan dan pertanian sangat kait mengait dengan berbagai faktor lainnya di dunia.  Di sinilah betapa pentingnya kebijakan unity in diversity. S. Nagarajan, saintis pertanian India, menulis tentang belajar dari India, menegaskan bahwa India dengan penduduk 1,1 miliar itu sedang menikmati ketahanan pangan yang terus harus dibangun melalui tarian-tarian ilmu pengetahuan untuk kehidupan.</p>
<p>Kaman Nainggolan menjelaskan tujuh masalah strategis yang memerlukan kebijakan integratif dan pemimpin yang siap melayani. Sejalan dengan Subejo yang menekankan bahwa keadaan ini menuntut pemimpin yang mempunyai visi jauh ke depan.  Dipertegas oleh Soemarno bahwa upaya kesinambungan dan kearifan dalam mengelola Bunda Alam, the mother of nature. </p>
<p>Fransika Z. Rungkat membahas tentang pangan sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia yang tidak pernah bisa ditunda, karena manusia tidak bisa menimbun pangan di dalam perutnya. E. Gumbira Sa’id menyarankan adanya kepemimpinan inovatif berbasis agribisnis dna agroindustri.</p>
<p>Untuk itu diperlukan peran litbang dalam membangun komoditas unggulan nasional, misalnya, kelapa sawit. Saran tambahan dari Rachmat Pambudy adalah kepemimpinan entrepreneur dalam sistem agribisnis. </p>
<p>Di dalam perlombaan kemandirian pangan dunia, tidak pelak lagi merembet ke persoalan pemanasan global seperti yang disitir Purwiyatno Hariyadi. Dus,  semua jenis pembangunan, termasuk pertanian diperlukan kepemimpinan yang prolingkungan hidup. </p>
<p>Perguruan tinggi mempunyai kesempatan emas untuk menata ulang ranah keilmuan agar tidak terlalu terkotak-kotak sehingga menjadi kaku. Persoalan lingkungan adalah persoalan dunia yang harus dihadapi secara interdisiplin bahkan transdisiplin. </p>
<p>Didiek H. Goenadi mengupas pentingnya hubungan antara teknologi dan langgam keilmuan. Teknologi seperti ini dihasilkan oleh sebuah aktivitas riset yang fokus dan aplikatif untuk dunia usaha. Sinkronisasi ini bagaikan orkestra yang enak didengar dan menyejukkan sesuai dengan harapan pengguna iptek seperti yang diulas oleh L. Wijayanti.</p>
<p>Arnold Soetrisnanto menyarankan perluasan porsi green energy yang semakin urgen dirasakan, apalagi setelah ada betapa hebatnya efek stunami di Jepang terhadap rusaknya stasiun energi nuklir di Fukuyama.  Hal ini selaras dengan pandangan Clara M. Kusharto untuk memperhatikan isu-isu global yang berkaitan dengan kesehatan.  </p>
<p>Dalam pandangan Bambang Ismawan, semua kegiatan pembangunan ini tidak bisa menihilkan peranan masyarakat agar terjadi keoptimuman hasil. </p>
<p>Bab III berjudul belajar arif dari orang sederhana isinya merupakan kumpulan kisah-kisah bijak baik berupa kisah nyata atau bukan yang secara esensial sangat baik untuk kehidupan masa depan.  Kisah-kisah ini dikemas dengan cerdik oleh Muhammad Muhajirin dan Paul K. Somalinggi. </p>
<p>Belajar dari kisah nyata dan probe ini diharapkan dapat membangun rasa bijak kita yang semakin dituntut dalam peradaban yang semakin kompleks.  Adapun Bab IV berisikan makalah-makalah dan diharapkan merujuk ke sebuah titik. Akan tetapi, tetap belum tercapai titik karena perjuangan TDL saat ini baru koma. </p>
<p>Punawan Junadi menyodorkan sebuah transformasi dengan friksi minimal, cerdas dan sehat. Lalu dipertegas oleh Irid Agoes betapa pentingnya pemahaman antarbudaya sebagai jendela perdamaian dunia.</p>
<p>Tim editor menyadari bahwa TDL ini harus diteruskan oleh TDL-TDL berikutnya yang semakin menukik dan operationable. </p>
<p>Di dalam bab terakhir ini disisipkan epilog-epilog. Misalnya, Siswono Yudo Husodo membuat epilog tentang revitalisasi dan reinterpretasi nasionalisme. Disusul oleh epilog Joko Widodo yang menyarankan agar pemimpin harus belajar sabar dari masyarakat. Dilanjutkan oleh Jusuf Sutanto yang mengangkat epilog tentang berguru dari para leluhur dan menemukan alam di dalam tepung beras. Sebagai negara berbasis kepulauan, Arif Satria menyodorkan konsep kepemimpinan lautan.</p>
<p>Buku ini diharapkan dapat menjadi landasan berpikir holistik dan transdisiplin menghadapi persoalan dunia yang cenderung semakin rumit. Mereka yang berada di dunia pendidikan dan keilmuan tidak bisa berdiri di ruang hampa dan kering dari pengalaman. </p>
<p>Mereka yang berada di lapangan tidak mungkin menganggap remeh ilmu pengetahuan. Keduanya saling mengisi dan membutuhkan. </p>
<p>Mesin ilmu pengetahuan akan berjalan dengan baik bila diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Dus, para pemimpin harus memahami kedua aspek tersebut atau dalam bahasa lain pemimpin harus mampu berilmu amaliah dan beramal ilmiah. </p>
<p>Selain itu, para pemimpin dan seluruh masyarakat janganlah merasa bosan untuk terus mendengungkan kecintaan terhadap Indonesia. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bukuohbuku.wordpress.com/1058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bukuohbuku.wordpress.com/1058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bukuohbuku.wordpress.com/1058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bukuohbuku.wordpress.com/1058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bukuohbuku.wordpress.com/1058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bukuohbuku.wordpress.com/1058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bukuohbuku.wordpress.com/1058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bukuohbuku.wordpress.com/1058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bukuohbuku.wordpress.com/1058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bukuohbuku.wordpress.com/1058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bukuohbuku.wordpress.com/1058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bukuohbuku.wordpress.com/1058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bukuohbuku.wordpress.com/1058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bukuohbuku.wordpress.com/1058/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1058&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/12/14/buku-baru-the-dancing-leader/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/acfbb6448b3e949d41e7e6f347457f5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bukuohbuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perpustakaan Super Megah Akan Dibangun Di Ciniki</title>
		<link>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/11/22/perpustakaan-super-megah-akan-dibangun-di-ciniki/</link>
		<comments>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/11/22/perpustakaan-super-megah-akan-dibangun-di-ciniki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 01:04:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helena Srimurti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutu Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukuohbuku.wordpress.com/?p=1056</guid>
		<description><![CDATA[Untuk meningkatkan minat baca warga, pemprov DKI Jakarta berencana membangun perpustakaan berstandar internasional dengan konsep green building. Gedung Arsip Jayakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM) akan disulap menjadi gedung perpustakaan tersebut dengan dana pembangunan sebesar Rp19 miliar. Kepala Badan Perpustakaan &#8230; <a href="http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/11/22/perpustakaan-super-megah-akan-dibangun-di-ciniki/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1056&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Untuk meningkatkan minat baca warga, pemprov DKI Jakarta berencana membangun perpustakaan berstandar internasional dengan konsep green building.</p>
<p>Gedung Arsip Jayakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM) akan disulap menjadi gedung perpustakaan tersebut dengan dana pembangunan sebesar Rp19 miliar.</p>
<p>Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI Jakarta, Maman Achdiyat, mengharapkan agar  warga bisa memanfaatkanya dengan baik. “Pembangunannya dimulai awal tahun depan,”katanya, kemarin.</p>
<p>Selanjutnya, kata Maman, pihaknya juga akan mengembangkan  pendirian perpustakaan di tiap kecamatand an kelurahan. “Ini sesuai dengan Undang-Undang No 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan. Saat ini, kita sudah memiliki perpustakaan tingkat kotamadya yang sedang mengarah ke standar internasional. Namun kita belum punya perpustakaan tingkat provinsi berstandar internasional,” ujar Maman.</p>
<p>Gedung Arsip Jayakarta, menurut Maman, sangat cocok dengan kriteria perpustakaan berstandar internasional dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan (Unesco), antara lain merupakan gedung mandiri dan strategis.<br />
”Cikini merupakan kawasan yang strategis. Karena termasuk kawasan wisata budaya, ada perguruan tinggi, planetarium, dan gedung teater. Kemudian ditambah lagi perpustakaan berstandar internasional yang akan menjadi sarana rekreasi edukasi sekaligus wahana pembelajaran sepanjang hayat,” ujarnya.</p>
<p>Saat ini, Gedung Arsip Jayakarta masih digunakan sebagai kantor BPAD DKI Jakarta. Dengan dijadikannya sebagai perpustakaan provinsi, maka aktivitas perkantoran BPAD DKI akan dipindah ke gedung Depo Arsip Daerah di Jalan Perintis Kemerdekaan No 1, Jakarta Timur.</p>
<p>Pembangunan gedung perpustakaan provinsi berstandar internasional ini telah direncanakan sejak tahun 2010 dengan melakukan kajian analisis. Setelah kajian analisisnya rampung, dilanjutkan detail disain konstruksi yang diharapkan dapat selesai akhir tahun ini.</p>
<p>”Ditargetkan rehab berat gedung ini tuntas pada akhir tahun 2012, sehingga bisa dibuka untuk umum mulai awal 2013,” tuturnya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bukuohbuku.wordpress.com/1056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bukuohbuku.wordpress.com/1056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bukuohbuku.wordpress.com/1056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bukuohbuku.wordpress.com/1056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bukuohbuku.wordpress.com/1056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bukuohbuku.wordpress.com/1056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bukuohbuku.wordpress.com/1056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bukuohbuku.wordpress.com/1056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bukuohbuku.wordpress.com/1056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bukuohbuku.wordpress.com/1056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bukuohbuku.wordpress.com/1056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bukuohbuku.wordpress.com/1056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bukuohbuku.wordpress.com/1056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bukuohbuku.wordpress.com/1056/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1056&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/11/22/perpustakaan-super-megah-akan-dibangun-di-ciniki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/acfbb6448b3e949d41e7e6f347457f5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bukuohbuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Kasih Jurus Jitu Mendidik Anak: Pengalaman 36 Tahun Karya Prof dr Hardi Darmawan, MPH dan dr Indrawati Hardi</title>
		<link>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/10/14/cinta-kasih-jurus-jitu-mendidik-anak-pengalaman-36-tahun-karya-prof-dr-hardi-darmawan-mph-dan-dr-indrawati-hardi/</link>
		<comments>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/10/14/cinta-kasih-jurus-jitu-mendidik-anak-pengalaman-36-tahun-karya-prof-dr-hardi-darmawan-mph-dan-dr-indrawati-hardi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 07:51:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helena Srimurti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukuohbuku.wordpress.com/?p=1053</guid>
		<description><![CDATA[Penulis buku &#8220;Cinta Kasih Jurus Jitu Mendidik Anak: Pengalaman 36 Tahun&#8221;, Prof dr Hardi Darmawan, MPH dan dr Indrawati Hardi sepakat menegaskan bahwa para orang tua menjadi &#8220;kompas&#8221; atau penentu arah bagi anak-anak mereka. &#8220;Mendidik anak bukan suatu hal yang &#8230; <a href="http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/10/14/cinta-kasih-jurus-jitu-mendidik-anak-pengalaman-36-tahun-karya-prof-dr-hardi-darmawan-mph-dan-dr-indrawati-hardi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1053&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis buku &#8220;Cinta Kasih Jurus Jitu Mendidik Anak: Pengalaman 36 Tahun&#8221;, Prof dr Hardi Darmawan, MPH dan dr Indrawati Hardi sepakat menegaskan bahwa para orang tua menjadi &#8220;kompas&#8221; atau penentu arah bagi anak-anak mereka.</p>
<p>&#8220;Mendidik anak bukan suatu hal yang berat, dan dapat dilakukan para orang tua dengan cinta kasih,&#8221; kata Prof Hardi, di dampingi istrinya, ketika menyampaikan sambutan pada peluncuran perdana buku yang mereka tulis, di Palembang, Sabtu malam.</p>
<p>Menurut dia, idealnya anak harus dibekali dengan lima kecerdasan, yaitu kecerdasan spiritual, intelektual, relasi, emosional dan komunikasi.</p>
<p>Lima kecerdasan tersebut akan menjadi bekal hidup anak sampai dewasa, sehingga mereka bisa berhasil dan menjadi kebanggaan orang tua, ujar dia.</p>
<p>Ia menyatakan, pendidikan yang bermula dari keluarga dengan cinta kasih mampu menjadi landasan bagi anak sampai dewasa, sehingga bisa menentukan perkembangan positif ke depan.</p>
<p>Anak akan mendapatkan manfaat yang luar biasa untuk bekalnya, tetapi memang harus dipantau oleh orang tua sejak dini hingga dewasa, kata dia lagi.</p>
<p>Dia menjelaskan, orang tua berperan menjadi &#8220;kompas&#8221; sebagai penentu arah untuk membentuk anak yang positif.</p>
<p>Kecerdasan anak tentu harus didukung secara berkelanjutan oleh orang tua hingga anak menjadi dewasa, dengan kasih sayang yang tidak henti-hentinya, ujar Hardi yang didampingi istrinya, dr Indrawati.</p>
<p>Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf mengaku, sangat bangga sebagai orang Sumsel atas prestasi luar biasa yang didedikasikan Prof Hardi itu.</p>
<p>&#8220;Saya optimistis buku ini mampu menjadi acuan untuk meningkatkan pembangunan karakter generasi muda Indonesia,&#8221; kata dia.</p>
<p>Eddy menambahkan, buku tersebut harus disebarkan secara nasional dan menjadi pelita bagi pendidikan yang saat ini sebagian besar salah persepsi.</p>
<p>Akibat pendidikan yang salah, banyak generasi muda terjerumus pada tindakan negatif, dan buku ini diharapkan menjadi media meluruskan pendidikan itu, kata dia.</p>
<p>Peluncuran buku &#8220;Cinta Kasih Jurus Jitu Mendidik Anak: Pengalaman 36 Tahun&#8221; ini berlangsung meriah, dan menumbuhkan kembali semangat nasionalisme para undangan dengan lantunan lagu-lagu perjuangan, seperti Rayuan Pulau Kelapa yang dinyanyikan orkestra dengan apiknya.</p>
<p>Buku setebal 306 halaman tersebut dengan editor Dr Zuraida dan Santi Oktarina yang dicetak pertama kali tahun 2011, serta baru disebarkan bersamaan saat peluncuran Sabtu malam ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bukuohbuku.wordpress.com/1053/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bukuohbuku.wordpress.com/1053/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bukuohbuku.wordpress.com/1053/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bukuohbuku.wordpress.com/1053/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bukuohbuku.wordpress.com/1053/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bukuohbuku.wordpress.com/1053/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bukuohbuku.wordpress.com/1053/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bukuohbuku.wordpress.com/1053/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bukuohbuku.wordpress.com/1053/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bukuohbuku.wordpress.com/1053/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bukuohbuku.wordpress.com/1053/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bukuohbuku.wordpress.com/1053/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bukuohbuku.wordpress.com/1053/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bukuohbuku.wordpress.com/1053/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1053&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/10/14/cinta-kasih-jurus-jitu-mendidik-anak-pengalaman-36-tahun-karya-prof-dr-hardi-darmawan-mph-dan-dr-indrawati-hardi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/acfbb6448b3e949d41e7e6f347457f5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bukuohbuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>32 Persen Anak Usia 14 Tahun Di Bandung Jakarta dan Surabaya Sudah Aktif Berhubungan Seks</title>
		<link>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/10/05/32-persen-anak-usia-14-tahun-di-bandung-jakarta-dan-surabaya-sudah-aktif-berhubungan-seks/</link>
		<comments>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/10/05/32-persen-anak-usia-14-tahun-di-bandung-jakarta-dan-surabaya-sudah-aktif-berhubungan-seks/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 02:41:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helena Srimurti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukuohbuku.wordpress.com/?p=1051</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan subversif dari remaja bagi orangtua salah satunya, apa itu dan bagaimana itu rabaan dengan bibir (kissing) dan rabaan dengan tangan (petting, necking)? Hus&#8230;itu porrrno! Mana lebih porno, mengorupsi kata-kata atau menilep uang rakyat? Hus&#8230;itu juga porno, karena kebohongan berawal &#8230; <a href="http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/10/05/32-persen-anak-usia-14-tahun-di-bandung-jakarta-dan-surabaya-sudah-aktif-berhubungan-seks/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1051&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan subversif dari remaja bagi orangtua salah satunya, apa itu dan bagaimana itu rabaan dengan bibir (kissing) dan rabaan dengan tangan (petting, necking)? Hus&#8230;itu porrrno! </p>
<p>Mana lebih porno, mengorupsi kata-kata atau menilep uang rakyat? Hus&#8230;itu juga porno, karena kebohongan berawal dari petualangan seputar tempat tidur yang memerlukan dukungan keanggunan, kecantikan dan kemolekan tubuh pasangan. Dan Nyonya XXY bertanya kepada Tuan Direktur, apakah aku sudah tidak lagi syur untukmu?</p>
<p>Kombinasi antara anggun, cantik dan molek mengakar dalam mitologi Yunani kuno. Dikisahkan bahwa dewi Aphrodite memiliki korset ajaib yang disebut-sebut kerap dipinjamkan kepada para hamba sahaya karena cinta mereka kerap kandas di tengah jalan.</p>
<p>Korset itu diberkati dengan tuah dapat memberikan inspirasi cinta membara bagi para pemakainya. Alhasil, tiga hamba sahaya itu (Euphrosyne, Aglaia, dan Thalia) dilukiskan sedang tidak berbusana dan digambarkan sebagai perempuan-perempuan yang sedang terhanyut oleh pelukan cinta pria. Aphrodite sebagai dewi cinta dan kecantikan nyatanya tidak doyan main kongkalikong.</p>
<p>Dan pesan Aphrodite kepada orangtua jaman sekarang, jangan pernah menilep kata-kata di hadapan remaja manakala bicara soal seks. Wahai orangtua, jangan pernah berlaku seperti dinas rahasia negara adidaya yang menggunakan kerancuan informasi untuk menjelaskan soal seks kepada remaja. Meskipun, sejumlah riset mengenai perilaku seks di kalangan remaja Indonesia dapat membuat hati orangtua deg-degan.</p>
<p>Menurut data hasil survey KPAI, sebanyak 32 persen remaja usia 14-18 tahun di Jakarta, Surabaya, dan Bandung pernah berhubungan seks. Salah satu pemicunya, muatan pornografi yang diakses via internet. Kepada remaja, jangan pernah menulis sejarah dengan tinta benci dendam di atas halaman putih ketulusan orangtua. </p>
<p>Fakta lainnya, sekitar 21,2 persen remaja putri di Indonesia pernah melakukan aborsi. Selebihnya, separuh remaja wanita mengaku pernah bercumbu. Survei KPAI juga menyebutkan, 97 persen perilaku seks remaja diilhami pornografi di internet. Dunia internet adalah dunia yang menyebarkan &#8220;kebohongan yang positif&#8221;, termasuk soal seks. </p>
<p>Di Jakarta, menurut Riset Strategi Nasional Kesehatan Remaja yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan dan Survei yang dilakukan BKKBN menyebutkan 5,3 persen pelajar SMA di Jakarta pernah berhubungan seks. Dan 63 persen remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah melakukan seks pra nikah. Dari hasil survei yang dilakukan Annisa Foundation ditemukan 42,3 persen remaja SMP dan SMA di Cianjur, Jawa Barat, pernah berhubungan seks. </p>
<p>Tentang seks pranikah, dr Boy Abidin, Sp.OG, dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, mengatakan, ancaman nyata adalah kehamilan di luar nikah serta aborsi yang tidak aman. &#8220;Mayoritas remaja percaya hubungan seks yang dilakukan satu kali tidak menyebabkan kehamilan, padahal faktanya tidak demikian,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Sejak dini remaja perlu dibekali dengan informasi yang benar tentang tubuhnya, seksualitas, dan organ reproduksi,&#8221; tuturnya. Kenyataannya, pengetahuan remaja mengenai metode kontrasepsi dan hubungan seks yang aman dinilai masih pas-pasan bahkan rendah. Wow, ayah dan ibu silakan meratap karena berakhir sudah kebohongan yang dibangun dari dunia bisik-bisik malam kelam. </p>
<p>Survei internasional yang dilakukan Bayer Healthcare Pharmaceutical terhadap 6.000 remaja di 26 negara mengungkapkan, ada peningkatan jumlah remaja yang melakukan seks tidak aman.</p>
<p>&#8220;Di mana pun negara Anda tinggal, hambatan informasi menjadi penyebab para remaja ini menerima informasi yang salah mengenai seks dan kontrasepsi,&#8221; kata Denise Keller, salah satu peneliti survei itu.</p>
<p>Alih-alih mewacanakan seks dan remaja, sebuah stasiun televisi swasta pekan ini mengilustrasikan topik itu dengan menayangkan gambar seorang remaja putri bercelana minim dan berkaos ketat selengan. Dia berjalan bergandengan tangan bersama teman prianya. Mengapa yang justru diobyekkan gambar seorang perempuan manakala bicara soal seks dan remaja?</p>
<p>Tayangan media televisi dan inetrnet kerapkali menafikan kekhasan tubuh perempuan, yakni tubuh yang mengalami menstruasi secara berkala, tubuh yang memiliki payudara dan mempunyai rahim. Tayangan itu mengambil alih tubuh pria untuk menyebut pengalaman kebertubuhan perempuan. Ini bias pria ketika bicara soal seks dan remaja.</p>
<p>Bias itu &#8220;dicibir&#8221; oleh filsuf Simone de Beauvoir. Katanya, seseorang tidak dilahirkan sebagai perempuan tetapi dikonstruksikan oleh situasi sosial, historis, kultural dan ekonomisnya menjadi perempuan. Slogan populernya, &#8220;One is not born a woman, one becomes one.&#8221; Bagi pria, perempuan dipandang sebagai obyek seks (The Other, Sang Liyan), sementara pria dilihat sebagai Sang Subyek.</p>
<p>Bagaimana orangtua menyikapinya? Ketika berbicara soal seks kepada remaja, jangan pernah berbicara dan berlaku seperti layaknya agen rahasia Israel Mossad yang punya semboyan, &#8220;Kau akan berperang dengan tipu muslihat.&#8221; Bukankah mantan agen Mossad, Victor Ostrovsky menulis bahwa persepsi adalah segalanya, karena itu informasi harus dikendalikan dan dimainkan dengan kebohongan.</p>
<p>Jauhi cara-cara yang meniru gaya Mossad manakala orangtua bicara soal seks di hadapan remaja. Gunakan model pendekatan ruang lingkup kebudayaan (circulo de cultura) yang dipopulerkan oleh tokoh pendidikan Amerika Latin Paulo Freire.</p>
<p>Maksudnya, berikan rasa aman dan penerimaan seluas-luasnya kepada remaja sebagai pribadi yang berhak berkembang. Remaja menamai jagat dunia seksnya sendiri. Bukan jagat dunia seks versi orangtua. Caranya, temukan dan bicarakan bersama-sama topik-topik ngetrend soal seks dan remaja. </p>
<p>Dan tuan putri YYX bertutur, &#8220;Dengan ibu, aku membicarakan segalanya, dari pengalaman pacaran, sampai my first kiss. Segalanya lapor sama ibu. Ibu adalah penguasa tunggal di hatiku.&#8221; Saat itu juga, Dewi Aphrodite meminta para pelayannya untuk menyelubungi dirinya dengan menggunakan kerudung tipis.</p>
<p>Aphrodite menyukai sajian bunga-bunga putih, pohon apel, dan bunga ros. Wahai remaja, berikan ibumu persembahan bunga-bunga khas Aphrodite seraya berdoa, &#8220;Seks adalah cara untuk mendekatkan diri dengan Tuhan.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bukuohbuku.wordpress.com/1051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bukuohbuku.wordpress.com/1051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bukuohbuku.wordpress.com/1051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bukuohbuku.wordpress.com/1051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bukuohbuku.wordpress.com/1051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bukuohbuku.wordpress.com/1051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bukuohbuku.wordpress.com/1051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bukuohbuku.wordpress.com/1051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bukuohbuku.wordpress.com/1051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bukuohbuku.wordpress.com/1051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bukuohbuku.wordpress.com/1051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bukuohbuku.wordpress.com/1051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bukuohbuku.wordpress.com/1051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bukuohbuku.wordpress.com/1051/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1051&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/10/05/32-persen-anak-usia-14-tahun-di-bandung-jakarta-dan-surabaya-sudah-aktif-berhubungan-seks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/acfbb6448b3e949d41e7e6f347457f5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bukuohbuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wajah Mahasiswa Indonesia Sebagian Besar Glamor dan Suka Bersenang Senang</title>
		<link>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/09/29/wajah-mahasiswa-indonesia-sebagian-besar-glamor-dan-suka-bersenang-senang/</link>
		<comments>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/09/29/wajah-mahasiswa-indonesia-sebagian-besar-glamor-dan-suka-bersenang-senang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 01:19:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Helena Srimurti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bukuohbuku.wordpress.com/?p=1048</guid>
		<description><![CDATA[Pakar pendidikan yang juga Guru Besar Ilmu Pendidikan Moral Universitas Negeri Semarang, Prof. Masrukhi menilai, saat ini banyak mahasiswa yang lebih berorientasi pada gaya hidup. &#8220;Sebenarnya, ada lima wajah mahasiswa yang nampak dalam realitas diri dan sosial,&#8221; kata Pembantu Rektor &#8230; <a href="http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/09/29/wajah-mahasiswa-indonesia-sebagian-besar-glamor-dan-suka-bersenang-senang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1048&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pakar pendidikan yang juga Guru Besar Ilmu Pendidikan Moral Universitas Negeri Semarang, Prof. Masrukhi menilai, saat ini banyak mahasiswa yang lebih berorientasi pada gaya hidup.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya, ada lima wajah mahasiswa yang nampak dalam realitas diri dan sosial,&#8221; kata Pembantu Rektor III Unnes itu, usai dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Pendidikan Moral Unnes, di Semarang, Rabu (28/9/2011).</p>
<p>Ia menyebutkan, wajah pertama mahasiswa adalah idealis-konfrontatif, yang cenderung aktif menentang kemapanan, seperti melalui demonstrasi. Kedua, mahasiswa idealis-realistis, lebih kooperatif dalam perjuangan menentang kemapanan.</p>
<p>Ketiga, kata dia, mahasiswa oportunis, yang cenderung mendukung pemerintah yang tengah berkuasa, kemudian keempat mahasiswa profesional, yakni mereka yang hanya berorientasi pada kuliah atau belajar.</p>
<p>&#8220;Empat wajah mahasiswa ini ternyata hanya ada sekitar 10 persen, selebihnya adalah wajah kelima, yakni mahasiswa rekreatif yang berorientasi pada gaya hidup glamour dan bersenang-senang,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menyebutkan, jumlah mahasiswa di Indonesia pada 2010 mencapai sekitar lima juta orang, baik perguruan tinggi negeri, swasta, universitas terbuka, perguruan tinggi kedinasan, dan perguruan tinggi agama.</p>
<p>&#8220;Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 237 juta orang, maka jumlah mahasiswa ini hanya berada pada kisaran 2,4 persen. Jumlahnya memang relatif kecil,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia juga menyebutkan, mahasiswa yang memiliki pandangan idealis memiliki persentase yang kecil dibanding kelompok lain, namun kelima wajah mahasiswa itu sama-sama memiliki energi besar untuk bersatu-padu.</p>
<p>&#8220;Energi besar yang disebut collective consciousness (kesadaran kolektif) inilah yang menyebabkan gagasan, opini dari sekelompok kecil mahasiswa, akan menjadi gagasan besar mahasiswa dalam waktu cepat,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, kesadaran kolektif yang dimiliki kalangan mahasiswa itu sudah terbukti dari sejarah perjalanan bangsa yang mencatat gerakan mahasiswa beberapa kali berhasil melakukan perubahan besar, misalnya reformasi.</p>
<p>Karena itu, kata pria yang tertarik meneliti kehidupan mahasiswa itu, energi besar, yang dimiliki mahasiswa harus mampu diberdayakan secara cermat oleh kalangan perguruan tinggi, untuk melakukan internalisasi nilai.</p>
<p>&#8220;Kalau Unnes, lebih menanamkan nilai-nilai konservasi pada mahasiswanya. Tak sebatas konservasi berupa pelestarian lingkungan dan alam, namun mencakup konservasi nilai, moral, dan budaya,&#8221; kata Masrukhi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bukuohbuku.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bukuohbuku.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bukuohbuku.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bukuohbuku.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bukuohbuku.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bukuohbuku.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bukuohbuku.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bukuohbuku.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bukuohbuku.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bukuohbuku.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bukuohbuku.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bukuohbuku.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bukuohbuku.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bukuohbuku.wordpress.com/1048/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bukuohbuku.wordpress.com&amp;blog=4301727&amp;post=1048&amp;subd=bukuohbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bukuohbuku.wordpress.com/2011/09/29/wajah-mahasiswa-indonesia-sebagian-besar-glamor-dan-suka-bersenang-senang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/acfbb6448b3e949d41e7e6f347457f5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bukuohbuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
