Anak Indonesia Lebih Banyak Menghabiskan Waktu Menonton Televisi Daripada Membaca Karya Sastra

Sinetron remaja yang ditayangkan televisi sudah banyak menyihir anak-anak sekolah.

Akibatnya, mereka lebih banyak menghabiskan waktunya di depan layar kaca dibanding membaca buku.

“Terlebih sekarang, sinetron banyak mengungkap kehidupan di lingkungan sekolah. Meski ceritanya kurang menarik tetapi anak-anak suka saja menonton,” tutur Kepala Pusat Bahasa Depdiknas, Dendy Sugono di sela seminar Asean Pengajaran Sastra Indonesia/Melayu di Sekolah, Senin kemarin di Jakarta.

Salah satu pelajaran yang banyak terkena dampaknya terhadap menjamurnya sinetron remaja ini adalah pelajaran sastra.

Menurut Dendy, anak-anak sekarang enggan untuk membaca buku cerita dan karya sastra.

Padahal membaca karya sastra ini tak sekadar menambah pengetahuan tetapi juga melatih anak-anak lebih terampil berbahasa dan berkomunikasi baik lisan maupun tertulis.

Kemampuan sastra lanjut Dendy, sesungguhnya ada pada semua orang. Hanya saja apakah kemampuan sastra itu diasah, dikembangkan dan dilatih atau tidak. Tanpa semua itu, tentu kemampuan sastra seseorang tidak akan muncul.

One response to “Anak Indonesia Lebih Banyak Menghabiskan Waktu Menonton Televisi Daripada Membaca Karya Sastra

  1. Kemampuan sastra lanjut Dendy, sesungguhnya ada pada semua orang. Hanya saja apakah kemampuan sastra itu diasah, dikembangkan dan dilatih atau tidak. Tanpa semua itu, tentu kemampuan sastra seseorang tidak akan muncul. ===> iya betulll. Salam kneall sajahhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s