Sekolah Tetap Marak Menjual Buku Pelajaran

Larangan Gubernur Fauzi Bowo agar sekolah baik SDN, SMPN, maupun SMAN tidak menjual buku tidak digubris. Buktinya, praktik penjualan buku hingga kini masih marak. Pihak sekolah umumnya menjual buku lebih mahal dibandingkan dengan harga di toko.

Misalnya, di SDN Jakarta Timur satu paket buku SD berisi buku matematika, IPA, Bahasa Indonesia, agama, dan pendidikan jasmani dijual dengan harga Rp300 ribu.

“Harga buku dengan paket yang sama bila di luaran jauh lebih murah, bila dibandingkan dengan membeli di sekolah,” kata Hardi, orangtua murid SDN, ketika ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) DKI Jakarta, Kamis (31/7). Ia tidak mau memberitahu SDN tempat anaknya menimba ilmu.

Menurut Hardi, buku pelajaran baik untuk SDN maupun SMPN di daerah Senen harganya lebih murah antara 20 sampai dengan 30 persen. “Tapi kalau tidak beli di sekolah, kami jadi nggak enak. Takut anak tidak diperhatikan guru,” sambungnya.

PANGGIL ORANGTUA
Memasuki tahun ajaran baru, orangtua disibukkan dengan urusan buku, pakaian seragam, dan peralatan sekolah lainnya. Melihat hal ini, Gubernur Fauzi Bowo mengeluarkan larangan pihak sekolah berbisnis.

Larangan tersebut ditindaklanjuti Dinas Dikdas DKI Jakarta dengan mengeluarkan edaran ke sekolah-sekolah. Bukan itu saja, dikdas juga membuka layanan pengaduan dari orangtua murid melalui SMS seputar kegiatan sekolah termasuk penerimaan siswa baru, penjualan buku, pakaian seragam, peralatan sekolah, dan lainnya.

Wakil Kepala Dinas Dikdas DKI Jakarta, Syaifullah, membenarkan ada ratusan SMS keluhan dari warga yang masuk ke layanan pengaduan. Dari SMS pihak dikdas memanggil pengirimnya untuk dimintai konfirmasi.

“Kami baru mengkonfirmasi pengaduan dari orangtua murid dari tiga SDN dan SMPN. Tiga orangtua murid dari sekolah berbeda itu sudah kami undang untuk meminta informasi, tapi hasilnya belum bisa kami jelaskan,” ucapnya.

Syafullah mengakui adanya keluhan dari orangtua murid seputar sekolah menjual buku pelajaran. “Tapi, kami akan panggil juga kepala sekolahnya, bila ternyata benar pasti dikenakan sanksi. Bisa saja jabatannya dicopot,” tegasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s