Mengajarkan Sejarah Agar Tidak Membosankan

Bagi sebagian siswa, pelajaran sejarah yang identik dengan hafalan menjadi mata pelajaran yang membosankan. Meskipun disebut ”ibu” atau ”ratu” ilmu-ilmu sosial, ilmu sejarah yang pada hakikatnya mempelajari segala aspek perubahan kehidupan manusia dirasakan kurang menarik. Menjadi tantangan bagi guru untuk menjadikan sejarah sebagai ilmu yang diminati dan disukai untuk dipelajari.

Buku ini sejatinya merupakan buku yang dijadikan panduan bagi guru di India untuk mempelajari sejarah perkembangan peradaban bangsa India setelah sistem pendidikan dan kurikulum ditata ulang kembali. Efisiensi pembelajaran sejarah tentu saja sangat bergantung pada kompetensi dan profesionalisme seorang guru. Oleh karena itu, guru harus menguasai materi serta metodologi dari tata cara pembelajaran yang mutakhir.

Sebagai panduan, buku ini sangat lengkap karena membahas hampir semua aspek pembelajaran sejarah. Dalam buku ini terungkap bahwa sejarah tidak hanya mempelajari fenomena yang selalu berhubungan dengan masa lampau, tetapi peristiwa aktual sebagai sejarah yang sedang berlangsung pun harus menjadi bagian dalam aktivitas pembelajaran. Bahkan, bagi guru sejarah, pengetahuan tentang peristiwa aktual merupakan keharusan profesional. Diskusi tentang isu-isu kontroversial juga diperlukan dalam proses pembelajaran ini. Ulasan menarik tentang hubungan ilmu sejarah dengan bidang studi lain serta bahasan mendalam mengenai apa yang seharusnya dilakukan seorang guru sejarah juga akan kita temukan. Untuk mempermudah pemahaman, pada setiap bab juga diberikan ringkasan serta evaluasi agar dapat diketahui apakah materi yang telah dipelajari sudah dikuasai.

One response to “Mengajarkan Sejarah Agar Tidak Membosankan

  1. benar, anggapan miring memang seringkali muncul tidak hanya dikalangan siswa, tapi juga di kalangan masyarakat luas dan saya yakin di kalangan para pendidik yang menghususkan pada disiplin ilmu sejarah. Salah siapa? saya kira dalam hal in i tidak ada yang salah. Yang harus kita lakukan ialah benar benar kembali ke fitrah pendidikan kita dimana pendidikan kita ialah berangkat dari memanusiawikannya siswa didik. Hal ini tentunya tertuan dari berbagai model pendekatan terhadap mereka. Semoga generasi penerus bangsa dan negara Indonesia sadar betul akan permasalahan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s