Setelah Gagal Membagikan Buku Elektronik Lewat Internet Kini Depdikbud Berjanji Bagikan Cakram Buku Sekolah Elektronik

Setelah gagal meluncurkan buku sekolah elektronik pada 2 Agustus lalu, Departemen Pendidikan Nasional berjanji akan membagikan cakram berisi materi BSE yang sebenarnya sudah bisa diakses di internet ke sekolah-sekolah. Pendistribusian cakram BSE itu akan dilaksanakan seusai peluncuran secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang direncanakan 20 Agustus ini.

”Buku sekolah elektronik (BSE) ibaratnya barang baru sehingga perlu ada masa transisi dalam penerapannya,” tutur Suyanto, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidik- an Nasional di Jakarta, Rabu (6/8).

Suyanto menjelaskan, Depdiknas telah mengambil keputusan memproduksi cakram berisi materi BSE sehingga dapat diakses secara off-line. Dengan demikian, sekolah yang tidak mempunyai akses internet pun dapat menggunakannya.

Menurut Suyanto, setelah peluncuran BSE dilaksanakan 20 Agustus mendatang, cakram buku pelajaran itu dikirimkan ke sekolah-sekolah. ”Setiap sekolah mendapat satu paket. Biayanya juga tidak terlalu mahal,” kata Suyanto.

Untuk SMP, misalnya, diperkirakan biaya penggandaan dan pendistribusiannya sekitar Rp 150 juta.

Direncanakan sampai dengan Agustus 2008, hak cipta untuk 250 judul buku dapat terbeli. Hingga Rabu kemarin terca- tat 210 judul buku SD, SMP, dan SMA/SMK yang sudah dapat diunggah di http://bse.depdik- nas.go.id atau http://www.depdiknas.go.id.

Inisiatif sendiri

Ahmad Rizali, Ketua Klub Guru Jabodetabek, mengatakan tidak mengerti jika pemerintah hendak membagikan cakram BSE seusai diresmikan Presiden Yudhoyono. Padahal, sekolah-sekolah sudah membutuhkan buku elektronik tersebut sejak tahun ajaran baru.

Karena pemerintah sangat lamban, guru-guru berinisiatif sendiri. Sebanyak 1.000 CD yang berisi 47 judul buku pelajaran siap dibagikan kepada siapa saja yang membutuhkan, mulai Kamis ini. Pengadaan cakram BSE ini dilakukan dengan menggalang dana dari berbagai pihak, termasuk urunan dari aktivis pendidikan dan guru yang tergabung di Klub Guru Jabodetabek.

Ahmad mengatakan bahwa aktivis pendidikan dan guru menyayangkan tidak siapnya pemerintah dalam menyediakan BSE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s