Jembatan Penghubung Modernitas NU

Judul Buku: Lesbumi: Strategi Politik Kebudayaan
Penulis: Choirotun Chisaan
Penerbit:LKiS
Edisi: I, Maret 2008
Tebal: xvi + 247 halaman

Sejak menarik diri dari Partai Masyumi pada 1952, Partai Nahdlatul Ulama (NU) berupaya memodernisasi diri. Partai NU lebih memberi perhatian pada bidang pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, pertanian, perempuan, pemuda, dan buruh. Dalam perkembangannya, Partai NU membentuk Lesbumi (Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia) pada 1962. Berbagai macam artis (pelukis, bintang film, pemain pentas, sastrawan) dan ulama yang memiliki dasar seni yang cukup baik terhimpun di Lesbumi.

Buku ini menguak fenomena Lesbumi serta perkembangannya dalam sejarah politik kebudayaan di Indonesia. Lewat Lesbumi, NU mengeksplorasi wujud relasi antara agama, seni, dan politik. Sebagai organisasi kebudayaan di bawah naungan NU, Lesbumi telah melakukan kompromi politik dan agama dalam konteks ”kemusliman” melalui upaya pendefinisian seni-budaya ”Islam”. Lesbumi tak hanya memberi tuntunan untuk melaksanakan kesenian dalam Islam selain kesenian diba’, hadrah, jam’iyatul qurra, dan pencak. Bentuk kesenian modern, seperti gambus, drama, dan teater, tak luput dari tuntunannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s