Palestina Berkabung Tiga Hari Untuk Penyair Yang Dianggap Pahlawan Hebat

Bendera-bendera diturunkan di gedung-gedung pemerintahan Tepi Barat hari Minggu kemarin, awal dari tiga hari masa berkabung resmi bagi penyair Mahmoud Darwish, yang membantu membentuk identitas nasional orang Palestina dan memberi sebuah suara pada kerinduan mereka akan kemerdekaan.

Darwish meninggal hari Sabtu (9/8) pada usia 67 tahun setelah operasi jantung di rumah sakit Houston, AS. Tema-tema puisinya—pengalaman hidup dalam pengasingan dan keprihatinannya akan perpecahan kaum Palestina—juga tercermin dalam kematiannya.

Belum jelas apakah Darwish akan dimakamkan di dekat desa asalnya yang kini menjadi wilayah Israel, seperti yang diminta oleh sebagian kerabatnya, atau di kota Ramallah di Tepi Barat.

Pemakaman di Israel akan memerlukan izin khusus pihak Israel. Anggota parlemen Israel keturunan Arab, Wasel Taha, mengatakan, dia dan para pemimpin Arab Israel lain sedang mendekati pihak Israel.

Pejabat Otoritas Palestina, Yasser Abed Rabo, mengatakan, dia berharap Darwish, yang adalah seorang teman dekat, dimakamkan di Ramallah, pusat kebudayaan orang Palestina dan pusat pemerintahan Tepi Barat. Abed Rabo mengatakan, jenazah Darwish akan tiba dari AS hari Selasa.

Tugu peringatan

Menteri Kebudayaan Tahani Abu Dakka mengatakan pemakaman, yang mungkin akan merupakan yang terbesar sejak Pemimpin PLO Yasser Arafat meninggal tahun 2004, akan diadakan di Ramallah.

Pihak Otoritas Palestina merencanakan untuk membangun sebuah tugu peringatan di makam Darwish, menampilkan karya dan sebuah patungnya.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan tiga hari masa berkabung resmi. ”Betapa pedihnya hati dan jiwa saya untuk mengumumkan kepada rakyat Palestina, dunia Arab dan Islam, dan kepada semua orang yang mencintai perdamaian dan kebebasan wafatnya bintang Palestina,” kata Abbas.

Rakyat berkumpul hari Sabtu malam di jalan-jalan Ramallah yang gelap, menggenggam lilin dan menangis.

Sampai hari Minggu belum jelas apakah pemerintahan Hamas di Gaza akan bergabung dalam tiga hari masa berkabung resmi yang dinyatakan oleh Abbas.

Hamas merebut kontrol atas Gaza dari pasukan yang setia kepada Abbas pada Juni 2007, membuat Abbas hanya menguasai Tepi Barat, dan kedua pihak masih dalam pertikaian sengit.

Pada tahun lalu, Darwish menjadi semakin prihatin mengenai perpecahan politik itu. Moreed Bargouthi, penyair Palestina, mengatakan kepada radio Suara Palestina bahwa dia berbicara dengan Darwish sebelum operasi. Darwish mengungkapkan kekhawatiran mengenai perpecahan politik yang getir itu.

Darwish, yang lahir tahun 1941, telah menghasilkan lebih dari 20 buku puisi dan prosa yang menangkap pengalaman perang, pengasingan, dan perjuangan penentuan nasib bangsa Palestina.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s