Makna Libas Dalam Bahasa Indonesia Yang Diserap Dari Bahasa Batak

Tampaknya proses pengayaan kosakata bahasa Indonesia banyak berasal dari bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Ini seiring dengan masuknya hasil teknologi modern dan perdagangan bebas. Komputer dengan kosakatanya seolah-olah sulit diterjemahkan dan diterima begitu saja oleh penggunanya. Ejaan Yang Disempurnakan telah mengatur pemasukan unsur serapan asing itu. Jika ada padanan kata yang tepat di dalam bahasa Indonesia, maka yang digunakan padanan kata itu. Bila tak ada, kata asing itu diserap dengan penyesuaian lafal dan penulisannya sesuai dengan pola pikir Indonesia, tetapi ciri asal kata asing itu masih dapat ditelusuri.

Bagaimana dengan pemasukan kata ”asing” yang berasal dari bahasa suku? Adakah aturan untuk itu? Bahasa suku di Indonesia sebenarnya dapat jadi sumber pemerkaya kosakata bahasa Indonesia sebagaimana derasnya pengaruh kosakata bahasa Jawa seiring dengan munculnya pengarang Jawa. Yang menjadi persoalan, bila kosakata itu diterima dengan memasukkannya ke dalam kamus, apakah pemakaiannya sesuai dengan makna yang dikandung dari bahasa asal atau malah berubah dengan makna yang baru? Media massa sangat berpengaruh dalam pengayaan kosakata ini.

Salah satu kata yang sering muncul di media cetak ialah kata libas atau melibas dalam pengertian ’hantam, sikat habis’. Kalau orang kesal, ia berkata, ”Libas saja! Habis perkara.” Kata ini telah masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dengan arti ’melebas, memukulkan (cambuk), menyebat’. Dalam bentuk cakapan ia mengandung makna ’mengalahkan, menundukkan’. KBBI tak menyebut sumber kosakata ini. Begitu pula Kamus Umum Bahasa Indonesia Badudu-Zain, yang memberi makna tanpa menyebut asal-usulnya.

Jika kita memeriksa Kamus Batak-Indonesia JP Sarumpaet, kata libas berarti ’terlibaskan pada sesuatu’. Mangalibas bermakna ’memecut, memukul dengan benda tipis (seperti mistar) atau kulit’ dan ’menghantam, mengalahkan secara telak’. Makna sekunder pada KBBI maupun KUBI Badudu-Zain tak ditemukan dalam Kamus Batak-Indonesia Sarumpaet. Namun, dalam pengertian tradisional di dalam bahasa Batak, melibas selalu dengan sapu lidi atau dengan ikat pinggang dari kulit.

Dalam bahasa Batak, libas berpadanan dengan linsing, yang berarti ’pecut, cemeti’. Namun, kata ini tak pernah muncul ke permukaan dan menjadi bagian kosakata bahasa Indonesia. Yang menjadi persoalan, jika makna primer mudah kita terima, makna sekunder agak sulit kita pahami karena tak diberi contoh pemakaiannya dalam kalimat.

Kata lain yang masuk ke dalam kamus bahasa Indonesia adalah kata megap-megap (Jawa) yang mengandung arti ’bernapas tersendat-sendat, bernapas pendek-pendek sambil membuka mulut (seperti orang yang akan tenggelam) dan 'dalam keadaan sulit sekali (misalnya hampir mati, bangkrut, kekurangan)’. Di dalam bahasa Batak kosakata ini dikenali dengan mogap atau mogap-ogap dalam arti yang sangat gamblang: ’mati lemas dalam air’.

Guna efisiensi pemakaian kosakata baru itu di dalam bahasa Indonesia, penyusun kamus sebaiknya memberi contoh pemakaian kata itu dalam kalimat yang tepat atas makna ”tambahan” itu.

WILSON NADEAK Cerpenis, Tinggal di Bandung

2 responses to “Makna Libas Dalam Bahasa Indonesia Yang Diserap Dari Bahasa Batak

  1. tnkzzz”y

    ini jadi membantu mata kuliah saya.,.,
    klu bisa apa saja serapan dari bahasa indonesia dari bahasa batak,.,
    masukin dong
    aq butuh bangat nehhh

  2. zwanndy@gmail.com

    trim’s ya…. ud membantu dlm penyelesaian mata kuliah saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s