Lekra Tidak Membakar Buku – Kerja Kreatif Pekerja Seni Tanpa Memandang Ideologi

Lekra Tak Membakar Buku
Pengarang: Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M. Dahlan
Penerbit: Merakesumba, September 2008
Tebal: 581 halaman

Ada yang hilang dari sejarah dunia kebudayaan Indonesia. Kehilangan itu memakan waktu hingga 15 tahun. Selama lebih dari 30 tahun terakhir, peran Lembaga Kebudayaan Rakyat alias Lekra pada 1950-1965 telah dihapuskan.

Buku ini mencoba menjelaskan kerja-kerja kreatif yang dihasilkan para pekerja kebudayaan di Lekra dengan seluruh afiliasi ideologisnya, termasuk dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Penulis menemukan lebih dari 15 ribu artikel kebudayaan yang diriset dari Harian Rakjat, Warta Bakti, Terompet Masjarakat, dan Bintang Timur di perpustakaan di Jakarta dan di Yogyakarta di ruangan bergembok dengan peringatan “Bacaan Terlarang!”.

Sekaligus ini menjadi referensi bahwa Lekra tak hanya mengurus polemik tak berkesudahan dengan pengusung Manifes Kebudayaan, dan melupakan aspek kerja seni lainnya. Mulai dari seni pertunjukan, wayang, ludruk, reog, seni tari, seni rupa, musik, film, sastra, buku, sampai sikap-sikap kebudayaan secara umum. Sayangnya, hasil riset dua peneliti ini agak sulit dinikmati dengan kualitas kertas yang kurang baik dan jenis huruf yang rapat dan kecil-kecil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s