Buku Murah Tidak Disukai Para Guru

Para guru di Medan tidak tertarik membeli buku murah dari Departemen Pendidikan Nasional. Sebagian buku itu mereka nilai tidak menarik sebagaimana buku yang dijual penerbit umum. Sebagian tidak tertarik karena buku itu tidak sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

”Buku murah yang ditawarkan pemerintah kurang menarik. Saya sudah lihat contohnya. Buku ini belum banyak memuat pendekatan yang kontemporer. Ini perlu agar guru dan siswa mudah memahami persoalan,” kata Guru SMA 12 Medan, Khairiyah (43), Kamis (6/11) di Medan, saat acara ”Diseminasi Buku Ajaran Layak Pakai Dalam Rangka Program Buku Murah”.

Khairiyah mengatakan, buku yang dikeluarkan penerbit umum lebih menarik karena menampilkan dan menggunakan pendekatan masalah terbaru. ”Saya senang dengan buku yang penggambaran masalahnya sesuai dengan zaman sekarang,” katanya. Pendekatan seperti ini lebih mudah dipahami guru maupun murid. Meski murah, dia menginginkan agar penerbit tidak mengabaikan kualitas isinya. Jangan sampai, katanya, penjualan buku murah ini hanya sekadar mengejar proyek saja.

Guru SMA 7 Medan, R Nasution (45), mengatakan, salah satu buku murah yang dia lihat tidak sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Contohnya buku matematika untuk kelas I SMA. Di panduan KTSP, materi pelajaran matriks tidak diajarkan di kelas I SMA. Namun, dalam buku murah itu diajarkan sebagai materi. Dia belum memutuskan untuk membeli atau tidak.

Merespons hal ini, tim penilai dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP), Rinovia Simanjuntak, mengatakan, ia akan mengecek hal ini. Dia mengaku telah menerima laporan dari para guru yang melihat buku itu. Pada dasarnya, katanya, buku yang telah disertifikatkan BNSP sudah memenuhi panduan KTSP.

Di Kantor Dinas Pendidikan Sumut, Kamis (6/11) lalu, buku murah yang ditawarkan pemerintah dijual antara Rp 4.387 dan Rp 29.986. Harga buku ini tertera di bagian belakang dengan jelas sebagai harga eceran tertinggi (HET). Sebanyak 407 judul buku ini beredar berdasarkan surat keputusan Menteri Pendidikan Nasional.

Perwakilan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Rudi S Iskandar, mengatakan, buku murah ini sama sekali tidak mengabaikan kualitas isi. Buku ini keluar melalui penilaian BNSP. Program ini, katanya, dimaksudkan untuk membantu kalangan siswa dari kelas keluarga tidak mampu.

Dia berharap, masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat ikut mengawasi peredaran buku ini. Bagi mereka yang melihat adanya pelanggaran distribusi bisa melaporkan kepada pihak berwajib.

Pemerintah melarang pendidik, tenaga kependidikan, anggota komite sekolah, dinas pendidikan, pegawai dinas pendidikan, baik secara langsung atau tidak, ikut menjadi distributor atau pengecer. Hal ini diatur dalam Pasal 11 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2008 tentang Buku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s