Jumlah Siswa Yang Gagal UN Terus Bertambah Naik

Tingginya angka ketidaklulusan ujian nasional tingkat sekolah menengah atas di Sumatera Utara merupakan buntut dari ketatnya pengawasan saat ujian. Meski demikian, kualitas hasil UN tetap maksimal. Untuk siswa yang tidak lulus, sekolah diharapkan membantu mereka dengan konseling.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Bahrumsyah mengatakan hal itu di kantornya, Senin (26/4). ”Yang penting kualitas, jumlah kelulusan bukan yang utama,” ujarnya.

Di Sumut, 9.844 siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat tidak lulus ujian nasional (UN). Jumlah tersebut setara dengan 5,26 persen dari semua siswa yang wajib ikut UN tahun 2010, yakni 186.845 orang. Artinya, tingkat kelulusan mencapai 94,84 persen. Tahun lalu tingkat kelulusan UN Sumut mencapai 98 persen.

Bahrumsyah menjelaskan, sebagian besar siswa yang tidak lulus UN itu berada di daerah terpencil, seperti Nias Barat, Nias Selatan, dan beberapa sekolah di Tapanuli Selatan. Kesenjangan fasilitas pendidikan menjadi salah satu faktornya.

Faktor lainnya adalah profesionalitas para penyelenggara UN, seperti pengawas independen dan pengawas UN. Dengan demikian, semua proses UN berjalan tetap waktu. Meskipun ada dugaan kebocoran, penyelenggara UN mencoba menyelesaikannya secara tuntas.

Kepada siswa yang tidak lulus UN, Bahrumsyah meminta kepada kepala sekolah agar ikut membantu para sisa menyiapkan diri.

Salah satu sekolah yang terdapat banyak siswa tak lulus UN adalah Sekolah Menengah Kejuruan SMKN 7 Medan. Dari 655 siswa, 162 orang tak lulus UN.

Kepala Sekolah SMKN 7 Amirudin mengatakan, ketidaklulusan mereka itu karena ada kesenjangan pengetahuan, terutama saat mengerjakan soal Bahasa Indonesia. Dari 162 siswa tersebut, 145 siswa tak lulus mata pelajaran Bahasa Indonesia.

”Soalnya panjang-panjang sehingga siswa kesulitan,” ujarnya.

Dia mengatakan, setelah pengumuman kelulusan UN pada 26 April ini, pihak sekolah kesulitan bertemu lagi dengan para siswa. Artinya, konseling psikologi yang harus sekolah laksanakan sulit terealisasi.

Konseling psikologi tersebut sangat perlu untuk membantu para siswa mengatasi guncangan jiwa karena tidak lulus UN. Menteri Pendidikan Mohammad Nuh telah menginstruksikan hal itu.

Itu seperti yang dialami Tiara, siswi SMKN 7. Dia pingsan berkali-kali dan takut menghadapi ibunya karena tidak lulus UN.

Di ujung lorong sekolah, seorang siswa bersedu sedan. Nasibnya sama dengan Tiara, tidak lulus UN. Kakaknya mencoba menenangkan hati adiknya itu agar tabah dan tetap ceria. ”Bukan salah Adik kalau tidak lulus. Ayo, pulang saja. Jangan nangis terus,” hibur sang kakak.

”Tanggal 7 Mei nanti kami meminta para siswa yang tidak lulus UN untuk berkumpul di sekolah. Itu untuk mempersiapkan UN ulangan pada 10 Mei,” kata Amirudin.

Lain halnya dengan Rika. Dia menangis bukan karena lulus atau tidak, tetapi karena deg-degan. Amplop yang dia terima dari gurunya masih utuh, belum dibukanya. Ayah-ibunya yang saat itu mengantarnya ke sekolah tak berani memaksa siswa SMKN 7 itu untuk membuka amplop.

”Rika belum kuat melihat hasilnya. Ayo pulang saja, nanti dibuka di rumah,” ujar Rika kepada kedua orangtuanya.

SMKN 7 merupakan salah satu sekolah dengan tingkat ketidaklulusan paling tinggi di Medan. Dari 655 siswa, 162 siswa tak lulus. Di SMKN 2 hanya 27 yang tak lulus UN dari 464 siswa, sementara di SMAN 1 hanya tiga siswa yang tak lulus. Bahkan, di SMAN 2 yang sempat terjerat kasus kebocoran soal hanya seorang siswa yang tak lulus UN. Di seluruh Sumut, 9.844 siswa tidak lulus.

Saat ada yang sedih, ada juga yang begitu gembira. Salah satunya adalah Fera, siswa SMAN 2 Medan.

Dia merasa sangat bahagia sehingga kasus memalukan berupa bocornya soal UN di SMAN 2 seolah terlupakan.

Dia bahkan sudah bersiap mengikuti tes untuk masuk perguruan tinggi. Jika tak lolos masuk seleksi di Universitas Indonesia, di akan kuliah di Universitas Sumatera Utara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s