Lembaga Pendidikan Dari Gratis Sampai Berprogram Khusus

Bak jamur di musim hujan, lembaga pendidikan usia dini (PAUD) kini tumbuh di mana-mana. Keinginan orangtua agar anaknya segera bisa membaca dan berhitung, ketatnya ujian masuk SD favorit, serta kesibukan orangtua menjadi sejumlah pemicu larisnya lembaga PAUD tersebut.

Di Cirebon, menjamurnya PAUD sudah terlihat lima tahun terakhir. Bukan lagi sekadar TK, taman bermain (playgroup) sudah hadir bagi anak berusia 1,5-2 tahun. Dengan berbagai program khusus, mereka menawarkan tempat bermain sekaligus belajar.

Playgroup dan TK Ananda Marga Special Academic Institutions (AMSAI) di Jalan Ampera XII Nomor 5, Kota Cirebon, adalah satu dari sekian banyak PAUD yang menawarkan program khusus. Mereka mengenalkan meditasi bagi anak untuk menyeimbangkan otak.

Meditasi, menurut Didi, Ketua Yayasan Ananda Vratii yang mengelola AMSAI, bisa mengurangi sikap hiperaktif anak. Anak pun bisa lebih fokus mengerjakan sesuatu. Untuk gerakan tertentu, yoga juga membantu cara berbicara anak yang cedal. Selain bahasa Indonesia dan Inggris, AMSAI juga mengenalkan bahasa Mandarin.

Taman Bermain Permata Bunda di Jalan Dukuh Semar Nomor 46, Kota Cirebon, lain lagi. Di taman bermain ini sekolah lapangan lebih diutamakan. Sri Rahayu, Kepala Sekolah Permata Bunda, mengatakan, guru tidak bisa hanya bercerita, tetapi juga mengajak anak-anak ikut serta atau setidaknya melihat langsung apa yang mereka ceritakan. Oleh karena itu, praktik dan sekolah lapangan sering dilakukan.

“Profesi seorang pilot tidak akan membuat anak terkesan jika hanya berbentuk cerita, kecuali mereka melihat langsung. Ternyata itu lebih menarik dan lebih cepat diingat anak,” katanya.

Beberapa taman bermain dengan program khusus seperti itu rata-rata berbiaya masuk Rp 1 juta-Rp 2 juta dengan sumbangan pembinaan pendidikan Rp 150.000-Rp 50.000 per bulan. Namun, biasanya pada saat-saat tertentu mereka mempunyai diskon khusus atau bebas biaya masuk.

Di samping taman bermain berfasilitas dan program khusus, ada pula taman bermain yang menawarkan pendidikan secara umum, tetapi murah, bahkan gratis. Taman Bermain Bougenvil di Gang Melati XI, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, tidak menarik biaya sekolah. “Kalau ada dana, paling untuk infak sebesar Rp 10.000, itu pun tidak wajib,” kata Ketua Penyelenggara Playgroup Bougenvil Siti Djuhariah Akhmaluddin. Misi sosial

Siti mengakui, pendidikan di taman bermain itu murah karena bermisi sosial. Honor sebagian guru diberikan oleh pemerintah. Tenaga kerjanya pun kadang sukarela. Sekolah anak itu awalnya kepanjangan tangan dari posyandu yang ingin mengakomodasi para orangtua miskin, seperti buruh dan pengemudi becak, agar anak mereka bisa memperoleh pendidikan usia dini selagi orangtua bekerja.

Ruang pengajaran di kelas tidak eksklusif, tetapi pola pengajarannya mirip dengan taman bermain lain. Yang juga menarik, taman bermain tersebut mampu meraih gelar juara lomba berbusana terbaik di Cirebon.

Meski punya berbagai kelebihan, PAUD bukan hal yang wajib diikuti anak. Menurut Didi, Sri Rahayu, dan Siti Djuhariah, PAUD sebenarnya bisa dilakukan di rumah. Taman bermain dan TK hanya memfasilitasi anak-anak untuk bermain, bersosialisasi, dan belajar. “Belajarnya pun tidak sampai membebani anak karena mereka memang seharusnya bermain,” kata Sri Rahayu.

Namun, bagi orangtua yang keduanya bekerja, kemunculan PAUD sangat membantu. Setidaknya, selain melatih anak bersosialisasi, PAUD juga menjadi tempat penitipan anak yang bernilai plus.

“Daripada harus ditinggal dengan pengasuh atau dititipkan ke penitipan anak, lebih baik masuk PAUD. Hasilnya positif, anak bisa mandiri dan lebih percaya diri,” kata Imawan (30), ayah dari Iren (4,5), siswa taman bermain di Cirebon.

Kebijakan sejumlah SD yang mensyaratkan anak bisa baca dan tulis sebagai ujian masuk juga membuat ibu rumah tangga seperti Tati (25), warga Kebon Baru, berkeinginan menyekolahkan anaknya ke PAUD. Ia berharap, selain bersosialisasi, anaknya juga bisa terlihat pintar karena bisa membaca dan menulis pada usia dini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s