Kumpulan Puisi Ook Nugroho

Dalam setiap sajak

Dalam setiap sajak

Selalu ada bayangan

Seorang lelaki yang gemar berlagak

Dan mengaku saya

Seteru pun sekutuku berseru

Sungguh betapa ia mirip

Lihat gayanya berjalan

Yang limbung di antara awan-gemawan

Wajahnya memang samar

Sebab derai hujan dan kelebat topan

Kerap menaungi arah pandangnya

Yang ditumbuhi ilalang petang

Ia juga gemar

Memainkan waktu di tangannya

Mengubah warna-warni musim

Menukarnya dengan raut malam yang pejam

Aku tak pernah tahu

Sesungguhnya ia siapa

Setiap kali kutanya ia tertawa

Seraya lindap nyelinap ke dalam kata

2010

***

Tengah Kumasuki Malam

Tengah kumasuki malam

Dari mana sajakmu bermula

Tanganku meraba judul

Ingin memindai parasmu

Di sana kujumpai bulan

Pelan berlayar dari kata ke kata

Bayangan musim yang tak utuh lagi

Menggasing dalam gelap

Tengah kususuri kelam

Ke mana kutahu jejakmu berbelok

Lalu seakan raib, sesudah baris

Yang menandaimu dengan derai gerimis

2010

***

Agar Menjadi Kisah

Agar menjadi kisah

Kau harus menjadi sungai

Bersekutu dengan musim

Dengan cuaca sepanjang tebing

Agar menjadi sungai

Kau harus kembali

Ke puncak sepi berkabut itu

Menemukan sumber awal tak terduga

Alasan-alasan tersembunyi

Di belakang setiap desah bunyi

Isyarat-isyarat kekal purba

Di sebalik rerimbun waktu

Agar memahami waktu

Akar-akarnya yang menjalar

Pada setiap lembar halaman kisah

Kau harus menjelma huruf-hurufnya

2010

***

Pelajaran Pertama Menulis Sajak

: Frida Nathania

Untuk menulis sajak, kita tak perlu

Meja yang lapang, pun tak butuh liur bir

Guna merangsang sang syair terlahir

Dari kelangkang takdirnya kelabu

Tapi mungkin kita perlukan sunyi

(Barangkali dalam secangkir kopi):

Kelam, pekat, mengepul dari pori bumi

Dari kolong waktu yang kenyang dilukai

Jadi kita akan duduk bersama, merenungi

Di meja lapuk yang tak teramat luas ini

Memutuskan sesudah merundingkannya masak

Kata-kata terbaik bagi sebuah sajak

2010

***

Batuk

Jauh di kolong rongga

Ada suara bertalu-talu

Seorang yang lama menunggu

Terus menggedor mencari jalan keluar

Kalau saja aku bisa menolongnya –

Tapi hanya kupunya sedikit kata

Itu pun terganjal dahak waktu

Mengental jadi jarak yang kekal

Seorang yang lama mencari

Gemanya tertahan di bawah rongga

Seperti tak asing bagiku ia siapa

Seperti padaku parau ia memanggil

2010

Ook Nugroho lahir di Jakarta, 7 April 1960. Buku puisinya, Hantu Kata, akan terbit tahun ini. Ia tinggal dan bekerja di kota kelahirannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s