Kualitas Pendidikan Australia Lebih Baik ?

Di tengah gencarnya promosi pendidikan dari Singapura, Malaysia, dan sejumlah universitas dari dalam negeri, Australia masih dianggap sebagai tempat pendidikan favorit.

Berbagai alasan sudah sering dikemukakan, antara lain karena jaraknya tidak begitu jauh dan kualitas pendidikan yang masih bisa diandalkan. Belum lagi hubungan yang dekat antardua negara, membuat banyak orang Indonesia merasa nyaman dan kerasan bila ke Australia. Diperkirakan, saat ini ada lebih dari 10.000 siswa Indonesia yang menuntut ilmu di Negeri Kanguru, mulai dari tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

Selain alasan geografis dengan jarak yang relatif dekat, hubungan emosional kedua negara, juga ada sejumlah alasan mengapa banyak siswa Indonesia memilih Australia sebagai negara tujuan studi.

Aneka alasan itu di antaranya adalah kualitas pendidikan yang baik, akreditasi yang dijalankan secara benar, dan gelar yang diakui secara internasional merupakan pertimbangan-pertimbangan penting yang memengaruhi pilihan Australia sebagai tujuan pendidikan. Bahkan, kualitas beberapa perguruan tinggi di Australia diakui secara internasional dan masuk dalam daftar universitas-universitas kampiun di dunia.

Selain itu, fasilitas kampus yang lengkap dan modern juga menjadi pertimbangan para siswa agar dapat bisa lebih leluasa mengembangkan diri. Belum lagi lingkungan internasional, multikultural, dan aman membuat para siswa merasa lebih nyaman tinggal di Australia sekaligus dapat belajar beradaptasi dengan baik dan memperkaya wawasan. Belum lagi kesempatan belajar sambil bekerja paruh waktu, ikut memberi nilai plus dalam memilih Australia sebagai tujuan pendidikan. Selama ini Pemerintah Australia memberikan izin kerja paruh waktu kepada para mahasiswa selama 20 jam per minggu.

Di Australia sendiri ada sekitar 40 universitas dengan standar dan kualitas memadai, tersebar di delapan wilayah Australia. Di antara 40 universitas itu ada delapan universitas yang dianggap sebagai pilar dan paling menonjol di bidang riset. Kedelapan universitas itu sering disebut sebagai ”Group of Eight”.

Selain universitas, Australia juga menyediakan pendidikan diploma yang lebih mengutamakan keterampilan, yaitu Technical and Further Education (TAFE). TAFE merupakan lembaga pendidikan pemerintah yang menyelenggarakan program-program sertifikat dan diploma di berbagai bidang. Program-program TAFE umumnya program pendidikan kejuruan yang bersifat terapan dan mengutamakan keterampilan.

Selain universitas dan TAFE yang dikelola pemerintah, di Australia juga terdapat banyak pendidikan swasta yang menyelenggarakan hal serupa dengan berbagai program. Apabila menghendaki, setelah mengikuti pendidikan diploma, siswa bersangkutan dapat melanjutkan ke universitas untuk mendapat gelar bachelor. Hal ini dimungkinkan karena kebanyakan TAFE dan lembaga-lembaga swasta mempunyai kerja sama dengan universitas.

Tahun ajaran

Proses belajar-mengajar di Australia pada jenjang pendidikan dasar dan menengah selama satu tahun umumnya dibagi menjadi empat kuartal, dimulai pada bulan Januari sampai Desember.

Adapun pada jenjang pendidikan tinggi, ada dua sistem yang berlaku di Australia, yaitu semester dan trimester. Universitas-universitas negeri dan TAFE umumnya menganut sistem semester, dengan demikian satu tahun ajaran berisi dua semester. Awal tahun ajaran baru umumnya serentak, dimulai pada bulan Februari. Akan tetapi, banyak universitas maupun TAFE yang juga membuka penerimaan mahasiswa baru pada bulan Juli.

Sejumlah college swasta juga banyak yang menggunakan sistem trimester sehingga mereka bisa menerima siswa baru sebanyak tiga kali dalam setahun. Mengingat beragamnya waktu masuk, para calon siswa dianjurkan untuk melakukan pendaftaran jauh hari sebelumnya, terutama bagi yang ingin mendaftar ke universitas ”favorit” agar tidak kecewa apabila ”tidak kebagian tempat”.

Bahasa Inggris dan ”foundation”

Bagi para siswa asing yang ingin belajar di Australia, mereka diharuskan memenuhi standar kemampuan bahasa Inggris yang memadai agar bisa mengikuti kuliah. Ukuran kemampuan berbahasa Inggris umumnya dinilai dengan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) atau International English Language Testing System (IELTS). Seberapa tinggi nilai yang diperlukan untuk bisa ikut kuliah, semua tergantung pada program studi yang akan diambil dan ketentuan setiap universitas.

Untuk program-program diploma biasanya diperlukan nilai TOEFL 71 (Internet-based Test/ iBT) atau IELTS 5,5. Untuk masuk program bachelor di universitas diperlukan minimal TOEFL 79 (iBT) atau IELTS 6,0, dan untuk program master minimal TOEFL 90 (iBT) atau IELTS 6,5.

Bagi siswa yang belum mencapai nilai bahasa Inggris sesuai dengan nilai TOEFL atau IELTS yang disyaratkan, kepada mereka akan diminta untuk mengikuti program pelatihan bahasa Inggris di Australia yang disebut English Language Intensive Courses for Overseas Students (ELICOS). Di Australia sendiri terdapat banyak institusi penyelenggara ELICOS yang tersebar di seluruh Australia.

Untuk bisa masuk universitas, pendidikan di Australia mensyaratkan adanya program Foundation, yang merupakan program pra-universitas. Program ini perlu (bahkan harus) diikuti oleh para siswa yang berasal dari sistem pendidikan menengah yang berbeda dengan di Australia. Lama program Foundation berkisar 8 bulan hingga 12 bulan.

Selama program Foundation, peserta akan mempelajari antara lain bahasa Inggris dan beberapa pelajaran lain yang sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan pada jurusan yang kelak akan diambil di universitas. Untuk bisa mengikuti program Foundation, siswa sedikitnya telah menyelesaikan SMA kelas 11 dan nilai TOEFL 71 (iBT) atau IELTS 5,5.

Anita L Sutandya Konsultan pendidikan dari Anindo Dutabhuana-Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s