Guru Lebih Sibuk Pelajari Soal UN Daripada Mengajar Murid Selesaikan Soal UN

Prof Chuzaimah Dahlan Dien, pakar pendidikan dari Palembang, mengemukakan bahwa standar nilai kelulusan ujian nasional (UN) yang tinggi hanya membuat para guru disibukkan mempelajari soal-soal UN dibanding memberi dorongan belajar kepada siswa.

Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) untuk Biidang Pendidikan itu di Palembang, Minggu, mengemukakan bahwa mempelajari soal-soal ujian nasional (UN) memang penting, namun yang terpenting adalah bagaimana guru dapat memberikan dorongan belajar secara tepat.

“Saya pikir memang standar kelulusan lebih tinggi, dan itu bagus supaya memicu kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Sumsel,” ujar Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya tersebut.

Ia menilai, rendahnya tingkat kelulusan UN sekarang ini antara lain karena sumberdaya tenaga pengajar (guru) masih rendah kualtiasnya, dan ditambah dengan fasilitas belajar belum memadai.

“Kita tidak bisa meningkatkan mutu pendidikan tanpa didukung dengan fasilitas yang memadai,” kata perempuan yang ahli dalam pengajaran bahasa Inggris tersebut.

Chuzaimah mengungkapkan, faktor pendukung dalam peningkatan kualitas pendidikan antara lain harus mengoptimalisasikan perpustakaan, baik di sekolah-sekolah maupun perpustakaan umum yang disediakan oleh pemerintah dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota serta provinsi.

Menurut dia, pemerintah kabupaten/kota selama ini masih kurang dalam melakukan peningkatan minat baca bagi masyarakat, terutama pelajar.

“Kondisi yang seperti ini sangat memprihatinkan, apalagi bila kita melihat daerah-daerah pedesaan,” ujar dia.

Ia mengakui, masih adanya kesenjangan fasilitas penunjang pendidikan di kawasan perkotaan dibandingkan di pedesaan.

Dia menegaskan, idealnya perpustakaan sekolah mengemban misi educational (proses pembelajaran siswa), informational (ruang informasi), active learning (pembelajaran secara aktif), problem solving (pemecahan masalah), cultural (budaya), dan pengembangan ilmu maupun untuk fun (kesenangan/hobi).

Para siswa harus didorong serta diberi motivasi secara persuasif, agar mereka dengan senang hati berkunjung dan membaca buku di perpustakaan, ujar dia pula.

Kondisi itu, lanjut dia, harus mendapatkan perhatian yang intensif dari pemerintah, terutama oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

“Kalau pemerintah mau serius menangani masalah ini, kondisi perpustakaan dan ruang belajar di sekolah-sekolah harus dibenahi dan mengalami perubahan yang berarti,” demikian Chuzaimah Dahlan Dien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s