Mari Hadiri Kuliah Umum Oleh Lech Walesa Transformasi Demokrasi Tak Berhenti

Transformasi demokrasi merupakan proses yang tidak berhenti. Kerap mengalami kejatuhan, tetapi mengalami kebangkitan kembali. Tidak ada pula yang bisa menjamin transformasi demokrasi akan sukses. Namun, tantangan multidimensi dalam transformasi itu mesti diatasi. Karena itu, kemampuan beradaptasi harus selalu dibangun.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan hal itu berdasarkan kuliah umum (presidential lecture) yang disampaikan pemenang Nobel Perdamaian 1983, Lech Walesa, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/5). Kuliah umum itu dihadiri pula Wakil Presiden Boediono dan sejumlah menteri.

”Di dunia ini akan terus terjadi perubahan, apakah itu ideologi, sistem ekonomi, tatanan dunia, ataupun isu-isu besar yang setiap saat datang. Semangat perubahan itu milik kita semua, kita harus selalu siap beradaptasi dengan perubahan,” ujar Presiden.

Walesa, yang juga Presiden Polandia periode 1990-1995, dalam kuliah umumnya, menggambarkan dunia yang kini makin mengarah pada integrasi kawasan serta menipisnya batas-batas antarnegara, seperti yang terjadi di Eropa.

”Saya dengar dari Presiden Anda bahwa Anda tidak yakin dengan globalisasi. Itu memang bukan cara kita, melainkan dipaksakan oleh teknologi,” ujar Walesa. Namun, perkembangan teknologi itu, menurut Walesa, tidak bisa diputar mundur. Arus globalisasi tidak bisa dibendung.

Walesa mengingatkan, sejumlah persoalan membutuhkan pendekatan global untuk bisa diatasi. ”Ada masalah yang harus diselesaikan secara global, ada pula yang perlu diatasi dengan pendekatan kontinental. Lebih sedikit yang harus diatasi dengan pendekatan global, bisa jadi lebih baik,” ujarnya.

Terkait masalah integrasi itu, menurut Walesa, perlu belajar dari Indonesia, negara kepulauan yang besar dan telah menyatukan beragam perbedaan.

Walesa juga mengingatkan perlunya dirumuskan kembali kepemimpinan dunia. ”Dahulu ada dua blok antagonis, sekarang hanya ada satu superpower, yakni Amerika Serikat, tetapi itu hanya dari sisi kekuatan militer. Pada aspek ekonomi, itu sudah melemah, kepemimpinan moral juga melemah. Dunia kehilangan kepemimpinan,” ujar Walesa yang menyampaikan presentasi dalam bahasa Polandia.

Senada dengan itu, Presiden Yudhoyono mengatakan, ”Yang kita inginkan adalah kepemimpinan kolektif yang bisa menumbuhkan tanggung jawab dan komitmen bersama untuk mencapai solusi.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s