Pendidikan Dalam Pusaran Sejarah

Seandainya calon dokter pribumi didikan STOVIA tak peka membaca arus waktu dan sejarah yang menunjukkan gejala titik puncak awal 1900-an, mereka mungkin tak dapat merintis lahirnya organisasi massa (kelak memberi arah kemerdekaan Indonesia).

Kala itu, berbagai peristiwa besar terjadi, dimulai konflik Jepang dan Soviet, upaya transformasi China menjadi negara modern, hingga perkembangan politik di Eropa. Semuanya seolah menjadikan masa itu sebagai pusaran peristiwa menuju kulminasi sejarah.

Tak pelak, permulaan abad XX itu menjadi momentum perubahan, yang oleh Sutomo dan kawan-kawan disikapi dengan gerakan penyadaran kebangsaan lewat organisasi yang mereka dirikan.

Mereka menjawab problematik dan tantangan zaman dengan membentuk kelompok massa, untuk membangun sistem kehidupan yang adil dan setara.

Apa yang dialami kaum muda Indonesia kini agaknya tak jauh berbeda dengan pengalaman mahasiswa STOVIA 100 tahun lampau.

Aneka peristiwa terjadi, di dalam maupun luar negeri, semisal ketegangan di Timur Tengah, dinamika ekonomi AS dan Eropa, munculnya bangsa Asia Timur dan India yang merintis jalan menjadi negara kuat dan mapan, hingga penerapan demokrasi di Afrika dan Asia Tenggara, termasuk pula Indonesia.

Sementara Bumi menunjukkan perubahan secara geografi dan klimatologi. Suhu udara semakin panas, kekeringan dan bencana alam terjadi di sejumlah tempat, serta polusi pun berkadar semakin meninggi.

Menimbang semua masalah tersebut, sebagai mahasiswa Indonesia, kita mestinya menyadari peran yang lebih luas. Bila dulu calon dokter bumiputra hanya berjuang melawan kolonialisme penjajah, generasi kita kini, tak mesti melulu asyik mengkritik masalah dalam negeri, mewakili dan menyuarakan aspirasi publik, atau berlagak mengawal perubahan serta tata kelola bangsa.

Patutlah ditumbuhkan kesadaran untuk memandang persoalan secara utuh, menyadari langkah yang dipilih dan akibatnya nanti.

Budaya menulis

Awal 1900-an pembentukan organisasi massa dianggap sebagai cara paling tepat untuk menjawab tantangan zaman. Ini dapat dipahami. Kala itu, kesadaran masyarakat atas kebangsaan amat kurang.

Sementara di beberapa daerah, upaya perbaikan kehidupan rakyat tak mudah dilakukan kalau hanya mengandalkan sistem feodal, yang mengutamakan kepentingan segelintir orang. Lewat pembentukan organisasi, pendahulu kita hendak mewujudkan gagasan ideal, membangun bangsa yang bersatu, berdaulat adil dan makmur.

Untuk itu pula mereka memelopori lahirnya berbagai surat kabar atau media cetak yang memberi ruang bagi penyebarluasan gagasan. Giliran berikutnya, budaya menulis dan berdebat pendapat di ajang publik pun berkembang. Ini menjadi indikator pertumbuhan budaya berpikir yang sehat.

Upaya serupa bisa kita lakukan kini, sebagai cara membantu memberi solusi atas pelbagai masalah. Kini telah tumbuh berbagai organisasi massa yang bergiat di banyak bidang seperti penegakan HAM, kesetaraan jender, politik, lingkungan, dan kebudayaan. Kita dapat turut terlibat di dalamnya, tak hanya untuk menimba pengalaman, tetapi juga memahami apa yang terjadi.

Hal lain yang tak dimiliki generasi muda kini adalah budaya menulis dan berpikir. Kita suka berkilah, fasilitas teknologi dan audiovisual berdampak ”memiskinkan” sikap kritis dan kreatif masyarakat.

Di sinilah mestinya mahasiswa sebagai kalangan terdidik memberi pandangan dan cakrawala bagi orang banyak. Mahasiswa tak hanya piawai berdebat, tetapi juga mampu menuliskan gagasannya di ruang publik.

Kita berada dalam pusaran sejarah, suatu momentum untuk memperbarui diri, juga bangsa ini. Sikap terhadap masalah dan masa depan harus ditetapkan. Pada gilirannya, kita akan menjadi sosok yang terpilih atau yang tersisih.

Dengan keteguhan inilah, niscaya Indonesia dapat menjadi bangsa yang dipenuhi generasi muda cerdas dan kritis.

Ni Made Purnama Sari Mahasiswa Jurusan Antropologi, Universitas Udayana, Bali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s