Kota-kota di Jawa Antara Identitas, Gaya Hidup, dan Permasalahan Sosial

Penulis   : Sri Margana dan AM Nursam (editor)
Penerbit : Ombak
Cetakan : I, 2010
Tebal      : x + 341 halaman
ISBN       : 978-602-8335-28-7

Kota ibarat lampu penerang yang mengundang laron-laron datang mendekat dan berkumpul. Memerhatikan pertumbuhan kota adalah melihat perkembangan “laron-laron” yang datang dari berbagai tempat dengan kultur yang berbeda-beda, sebelum menghasilkan kultur baru.

Tak jauh dari persoalan menelisik kultur baru yang terus bergerak di kota-kota, buku ini hadir yang berisi tulisan sejumlah sejarawan muda. Mereka berupaya merekonstruksi sejarah kota di Jawa berikut kompleksitas permasalahannya, baik dari sisi sosial, ekonomi, politik, dan budaya.

Dengan kata lain, perkembangan perkotaan masa kini bergerak meninggalkan identitas lamanya. Lalu, menuju sebuah identitas baru yang diyakini lebih modern.

Beberapa isu yang dibahas pada buku ini, di antaranya identitas kota seperti imlek gaya Yogya, jati diri Solo, dan keruntuhan kota Banyumas. Ada juga bagian gaya hidup perkotaan, seperti citra perempuan dalam iklan di Hindia Belanda, biro perkawinan abad ke-20, dan kain kebaya serta rok di Yogyakarta. Ada juga perilaku aborsi masa kolonial di Jawa, hingga kelompok studi kiri pada awal revolusi.

Sejatinya, buku ini berisi sekumpulan artikel yang khusus dipersembahkan kepada Prof Djoko Suryo, Guru Besar Ilmu Sejarah UGM, yang berulang tahun ke-70 pada 30 Desember 2009 lalu. Buku ini satu paket dengan buku Sejarah Indonesia: Perspektif Lokal dan Global.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s