Ringkasan Buku Terbaru Babeh Duka Anak Jalanan

Ohh…. Babeh

Ia punya nama asli Baekuni. Kini usianya 49 tahun. Akan tetapi, lelaki tanpa penghasilan tetap itu dikenal dengan nama Babeh. Tahun lalu, sepak terjang Babeh menghiasi berita surat kabar setelah ia terungkap menyodomi kemudian membunuh sejumlah anak di Jakarta.

Oleh wartawan Kompas, Windoro Adi, dan seorang perwira polisi Nico Afinta, perjalanan hidup sekaligus ”praktik” Babeh dikupas lebih jauh dalam buku terbitan Arsip Metro dengan judul Babeh Duka Anak Jalanan.

Disebutkan, pada usia 12 tahun Babeh kabur dari rumahnya di Magelang, Jawa Tengah. Ia kemudian menggelandang di Lapangan Banteng, Jakarta, hingga suatu malam ia menjadi korban sodomi. Dikepung rasa takut oleh todongan pisau, Babeh yang kala itu berprofesi sebagai pengamen, setelah disodomi berkali-kali, mengalami trauma berkepanjangan.

Beberapa tahun kemudian, pengalaman itulah yang menjadikan Babeh berbuat serupa dengan korban anak-anak di bawah umur. Tak hanya disodomi, Babeh juga membunuh anak yang telah memberi ”kepuasan” kepadanya. Ia ekspresikan seluruh luka jiwanya saat ia membunuh. Ia kenang lagi rasa hilang jati diri sebagai lelaki saat ia gagal di malam pertama bersama istrinya. Siapa Babeh? Terjawab dalam buku ini.

Macan Tamil

Pengeboman Bank Sentral merupakan salah satu serangan paling mematikan yang dilakukan Macan Tamil saat berlangsung perang sipil di Sri Lanka. Penyerangan itu terjadi pada 31 Januari 1996 di ibu kota Sri Lanka, Kolombo. Sebuah mobil bak terbuka yang membawa sekitar 220 kilogram peledak berkekuatan tinggi ditabrakkan melalui gerbang utama Bank Sentral. Ledakan bom mobil tersebut menewaskan 91 orang dan melukai 1.400 orang lainnya.

Auman Terakhir Macan Tamil Perang Sipil Sri Lanka 1976-2009 dipilih oleh penulisnya, Yoki Rakaryan Sukarjaputra, sebagai judul buku yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas, Agustus 2010. Makmur Keliat, dari FISIP UI, memberi kata pengantar pada buku yang disebutkan layak dijadikan referensi bagi siapa saja dalam menyikapi hidup dalam sebuah masyarakat negeri yang majemuk.

Buku Rakaryan mengupas kisah di balik munculnya gerakan perlawanan Macan Tamil serta kondisi sosial-politik yang memicu warga Tamil Sri Lanka memberontak, ditambah episode-episode aksi pemberontakan yang disebut Perang Eela, yang berujung pada kematian sang pemimpin, Prabhakaran.

Gerakan perlawanan kelompok Macan Pembebasan Tamil Eelam di Sri Lanka merupakan gerakan perlawanan bersen- jata terlama yang pernah terjadi di sebuah negara pasca-Perang Dunia II

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s