Sertifikasi 6.000 SK Guru Belum Bisa Diterbitkan

Guru-guru yang dinyatakan lulus sertifikasi tidak otomatis tunjangan profesinya langsung dibayarkan. Mereka harus memenuhi persyaratan jumlah jam mengajar dan persyaratan lainnya. Bahkan, sekitar 6.000 guru yang sudah dinyatakan lulus belum bisa diterbitkan surat keputusan karena berkas-berkas yang diperlukan belum sampai ke pusat.

Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Kementerian Pendidikan Nasional Baedhowi mengatakan hal itu, Jumat (3/9) di Jakarta. ”Berdasarkan data tahun 2009, dari 201.000 guru yang disertifikasi, sebanyak 198.000 dinyatakan lulus. Dari 543.000 yang seharusnya diterbitkan SK (surat keputusan), masih ada 6.000 guru yang belum diterbitkan SK-nya,” katanya.

Didampingi Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Nonformal Erman Syamsudin, Baedhowi menjelaskan, 6.000 guru yang belum bisa diterbitkan SK-nya itu disebabkan, antara lain, guru pindah profesi berhubung banyaknya daerah yang dimekarkan. Ada juga yang meninggal dunia, pensiun, serta ada juga yang masih tersangkut karena berkas belum lengkap. ”Walaupun demikian, jika SK keluar, tunjangan dibayarkan secara rapel,” ungkapnya.

Tentang guru yang ikut sertifikasi, tak ada keharusan yang senior didahulukan. Bergantung pada prestasi guru. Jika ia berprestasi, walaupun muda usia, bisa diprioritaskan. Untuk guru peserta sertifikasi, yang memilih adalah pemerintah kabupaten/kota.

”Berapa banyak yang disertifikasi setiap tahun, bergantung pada hasil rapat kerja dengan Komisi X DPR karena terkait dengan masalah keuangan. Yang pasti, target hingga tahun 2015 sertifikasi terhadap 2,6 juta guru tuntas. Sampai dengan tahun 2010 sudah 800.000 guru yang selesai disertifikasi,” ungkap Baedhowi.

Baedhowi juga menjelaskan program prioritas lain berupa peningkatan kualifikasi guru. Pada 2010, terdapat 190.000 guru yang diberikan bantuan senilai Rp 2 juta untuk masing-masing guru guna melanjutkan pendidikan di 81 lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK). LPTK tersebut melaksanakan pendidikan model Universitas Terbuka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s