Buku Baru Tarian Keraton Komunitas yang Mewujud: Tradisi Tari dan Perubahan di Jawa

Peneliti Inggris, Felicia Hughes Freeland, meluncurkan bukunya tentang tarian Keraton Yogyakarta berjudul ”Komunitas yang Mewujud: Tradisi Tari dan Perubahan di Jawa”. Buku ini merupakan terjemahan dari buku berbahasa Inggris yang diterbitkan tahun 2008. Buku tersebut ia tulis berdasarkan penelitian panjang yang dilakukannya tahun 1982-1999 untuk disertasi tentang tradisi tari Keraton di Yogyakarta.

Dalam buku setebal 396 halaman ini, Felicia mencoba melihat tari sebagai bentuk produksi sosial. Tari merupakan bagian dari suatu sistem representasi sekaligus bentuk aksi yang mewujud. Oleh karena itu, ia mengajukan tesis yang berbeda dari tesis Ben Anderson tentang komunitas terbayang. ”Tari adalah seni yang mewujud, bukan imajinasi,” katanya.

Menurut dia, komunitas tari dan peran penari terus berubah sesuai konteks politik yang melingkupinya. Di Jawa, terutama Keraton Yogyakarta, tari menjadi semacam jembatan untuk menghubungkan masa kini dengan sejarah kejayaan masa lalu. Tarian keraton juga bukan kelanjutan alami dari tradisi tari pada masa sebelumnya, tetapi dikonstruksi dengan komunitas politik yang ada saat itu.

Nin Bakdi Soemanto selaku penerjemah buku ini menuturkan, Felicia merupakan peneliti yang sangat mengagumi tari Jawa. Dia melakukan penelitian dengan tekun selama puluhan tahun.

”Dia yang bukan orang Jawa sangat kagum pada tarian Jawa, sedangkan sebagian dari kita yang orang Jawa tidak bisa melihat keindahan tarian itu,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s