Bedah Buku: Penggerak Bangsa Yang Terlupakan

Tokoh nasionalis beragama Kristen di Indonesia terasa kurang begitu populer. Padahal, mereka memiliki peran yang tidak kecil dalam perjuangan eksistensi Indonesia. Kondisi itulah yang menarik Gerry van Klinken, peneliti pada Koninklijk Instituut voor Taal, Land-en Volkenkunde atau KITLV di Belanda, untuk meneliti dan menuangkan kiprah lima tokoh nasionalis beragama Kristen di Indonesia ke dalam sebuah buku.

Minorities, Modernity and The Emerging Nation: Christians in Indonesia, demikian judul buku yang ditulis Van Klinken pada 2003. Buku itu terjemahkan dan diterbitkan ulang oleh Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS) tahun 2010 dengan judul 5 Penggerak Bangsa yang Terlupa: Nasionalisme Minoritas Kristen. Lima tokoh yang diangkat dalam buku ini adalah Ignatius Joseph Kasimo, Toedoeng Soetan Goenoeng Moelia, GSSJ Ratu Langie, Amir Syarifuddin, dan Albertus Soegijapranata.

Saat berbicara dalam bedah buku tersebut, yang diselenggarakan Ut Omnes Unum Sint Institute, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Penerbit LKIS, dan Warta Politik, Selasa (5/10), cendekiawan Muslim, M Dawam Rahardjo, justru kurang sepakat dengan pemilihan judul terjemahan itu.

”Mereka tokoh tidak asing. Mereka tokoh terkenal yang tercatat dalam sejarah bangsa. Jadi, dipertanyakan kalau judul buku ini dituliskan sebagai ’penggerak bangsa yang terlupa’. Mungkin benar bahwa peran mereka tidak banyak ditulis, tetapi kalau terlupa, apalagi karena kekristenannya, saya kurang sependapat,” kata Dawam.

IJ Kasimo (1900-1966) adalah seorang Katolik Jawa yang memperoleh kursi di lembaga Volksraad. Ahli pertanian ini juga aktif di Partai Katolik. Toedoeng (1896-1949), seorang Protestan Batak terdidik yang juga duduk di lembaga Volksraad. Ratu Langie (1890-1949), politisi Kristen asal Minahasa yang duduk di lembaga Volksraad.

Amir Syarifuddin (1907-1948), sepupu Toedoeng, menjadi pemimpin karismatik muda dalam gerakan nasionalis 1930-an. Ia dua kali menjabat Perdana Menteri RI dalam rentang 1947-1948. Ia dieksekusi mati tanpa proses pengadilan karena dianggap terlibat pemberontakan Partai Komunis Indonesia. Terakhir, Soegijapranata (1896-1963), pastor Serikat Jesus dari Jawa Tengah yang menjadi uskup pribumi pertama di Indonesia.

Pemimpin Redaksi Majalah Historia Bonnie Triyana, yang juga menjadi pembedah buku itu, juga mempertanyakan sudut pandang minoritas yang digunakan dalam buku tersebut. ”Kalau hanya melihat dari jumlah penganut agama Kristen, sudut pandang itu kurang tepat karena lima tokoh tersebut sebenarnya pemikir berkualitas,” kata Bonnie.

One response to “Bedah Buku: Penggerak Bangsa Yang Terlupakan

  1. Saya bisa dptkan buku ini dmn?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s