Menelisik Efisiensi Produksi di Masa Depan

Efisiensi waktu untuk segala proses produksi akan menjadi kunci kehidupan di masa depan. Selain itu, hidup secara beradab memerlukan juga keselarasan dengan lingkungan.

Kedua tantangan masa depan ini terlihat dalam gerai-gerai yang ditampilkan dalam Ubaya Carnival 2010 yang berlangsung mulai 10 November sampai 14 November di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Di gerai Triple-T Revolution, ditampilkan demonstrasi teknologi RFID (radio frequency identification). Teknologi ini bermanfaat untuk mendeteksi perpindahan barang dan manusia secara cepat. Deteksi ini memudahkan identifikasi rantai pasok (supply chain) secara otomatis.

Saat ini, teknologi RFID baru dimanfaatkan di Amerika Serikat dan beberapa negara maju. Namun, lihat saja VCD dan DVD 5-10 tahun lalu masih barang mahal, sekarang sangat biasa.

Demikian juga teknologi RFID ketika mencapai critical mass akan menjadi murah dan banyak digunakan. ”Masalahnya, kita siap atau tidak menghadapinya. Ubaya mulai mempersiapkan itu,” tutur Kepala Jurusan Teknologi Industri Universitas Surabaya Eric Wibisono, Jumat (12/11).

Di gerai ini pula ditunjukkan peranti lunak yang membuat simulasi penyusunan barang dalam kontainer secara paling efisien. Mencoba mengatur satu per satu hanya memakan tenaga dan waktu. Peranti lunak ini mengurangi kerepotan.

Pengolahan

Di gerai consumer goods, energy, and water ditampilkan panel surya berukuran kecil dengan penangkap cahaya dari bahan semikonduktor. Selain itu, terdapat proses pengolahan biodiesel dari minyak sawit dan pengolahan air bersih.

Di sisi lain, gerai civilized life place menunjukkan dampak kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi serta kemungkinan meningkatnya kriminalitas serta perusakan lingkungan. Kondisi yang sesungguhnya mulai dirasakan di Indonesia dijawab dengan mengintegrasikan beberapa fakultas yang ada di Ubaya, seperti Farmasi, Bisnis dan Ekonomika, Politeknik, dan Teknobiologi.

Perkembangan itu mungkin menimbulkan dampak konflik budaya, sengketa hukum, serta kriminal baik kalangan bawah maupun atas, serta sifat konsumtif dan individualis. ”Dengan fakultas yang ada, diharapkan bisa menjawab masalah itu dan menjadikan masyarakat perkotaan ramah lingkungan, berjalur produksi pendek, serta pendidikan dan teknologi berbasis potensi lokal,” kata pengajar Fakultas Hukum Ubaya, Sonya Claudia Siwu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s