Pemerintah Kota Bandung Akan Tambah Sekolah Model

Pemerintah Kota Bandung akan menambah jumlah sekolah model dalam upaya mencegah penyebaran virus HIV/AIDS pada tahun 2011. Dengan demikian, diharapkan bahaya penularan HIV/AIDS dapat tersebar lebih luas dan tersampaikan dengan benar.

”Tahun 2011, akan ada 52 sekolah baru yang menjadi model pencegahan HIV/AIDS. Kami berharap bisa memperluas penyebaran informasi bahaya penularan sejak dini,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Jawa Barat Dadang Irwadi.

Dadang menyampaikan hal itu di sela-sela sarasehan menyambut Hari AIDS Internasional bertema ”Stop AIDS, Tingkatkan Akses dan Pendidikan untuk Semua” di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Selasa (30/11).

Dadang mengatakan, sejak September 2010, sebanyak 5 sekolah, yaitu SMP 1, SMP 4, SMP 14, SMP 18, dan SMP 18, dipilih menjadi sekolah model sosialisasi pencegahan HIV/AIDS. Siswa mendapatkan informasi dan penyuluhan bahaya HIV/AIDS.

Informasi yang diberikan berupa penguatan bahan ajar tentang bahaya narkoba dan pendidikan kesehatan reproduksi.

”Kami berharap sekolah model yang baru bisa memperkuat sosialisasi yang benar terkait pencegahan HIV/AIDS sejak dini. Namun, harus diingat bahwa tanggung jawab ini tidak hanya dimiliki oleh pihak tertentu. Semua lapisan masyarakat harus peduli dengan keadaan ini,” kata Dadang.

Kepala Sekolah SMP 1 Samsu Daya menyambut baik penambahan sekolah model. Belajar dari pengalaman, program itu memberikan pemahaman yang baik bagi siswa dalam mengenal bahaya penyebab HIV/AIDS tanpa harus mengucilkan pengidapnya. Oleh karena itu, ia yakin program ini akan memberikan sumbangan positif bila diterapkan di sekolah lain.

Penting

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung Soekarno mengatakan, sosialisasi kepada generasi muda atau pelajar adalah hal penting yang harus dilakukan. Berdasarkan data KPA Kota Bandung, hingga Juli 2010, tercatat ada 2.100 kasus HIV/AIDS di Kota Bandung atau yang tertinggi di Jawa Barat.

”Yang lebih memprihatinkan, pengidap HIV di Kota Bandung didominasi remaja berusia 15-29 tahun atau 64,33 persen dari seluruh kasus,” katanya.

Penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS tidak hanya dilakukan di sekolah. Sudah ada tujuh kecamatan yang aktif melakukan sosialisasi pencegahan HIV/ AIDS. Tujuh kecamatan itu adalah Bojongloa Kidul, Coblong, Rancasari, Sukajadi, Batununggal, Antapani, dan Panyileukan.

”Selain itu, ada program pemberian susu bagi anak pengidap HIV/AIDS selama 2 tahun, pemberian bantuan dana Rp 5 juta bagi 10 pengidap HIV/AIDS, dan penyebaran 15.000 kondom per tahun di lingkungan yang rentan terjadi penularan,” katanya.

Pengidap HIV/AIDS, LY (41), juga berharap anak-anak mendapatkan porsi lebih banyak dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Dengan demikian, mereka secara dini mampu menangkal pengaruh buruk penyebab HIV/AIDS, seperti seks bebas tanpa kondom dan penggunaan jarum suntik.

”Saya berharap pemahaman dini mampu menyelamatkan mereka dari bahaya tertular HIV/AIDS. Dengan begitu, tingkat produktivitas mereka pun tetap terjaga,” katanya.

One response to “Pemerintah Kota Bandung Akan Tambah Sekolah Model

  1. saya sangat setuju dengan cara ini daripada membagikan kondong gratis yang bertujuan untuk mencegah HIV/AIDS.
    Kalo membagikan kondom menurut saya kok kesannya kita menyuruh mereka berbuat semauanya asal memakai kondom dan aman…. nah trus dosanya kemana????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s