Kursus Musik Kini Bukan Lagi Sebatas Mengasah Hobby

Musik, yang beberapa tahun lalu masih digolongkan sebagai mata pelajaran informal, kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan. Banyak orangtua bangga dan senang jika anak-anak mereka bisa bermusik, apalagi tampil di hadapan banyak orang. Maka, musik tidak lagi semata-mata sebagai hobi saja, tetapi juga sarana berinteraksi yang indah dan mudah.

Begitu besarnya dampak bermusik diakui Lasmono (50), orangtua Caroline (4) yang sejak bulan lalu memulai kursus vokal di Purwa Caraka Music Studio Margorejo, Surabaya. Baru satu bulan lebih berlatih, Caroline sudah dipercaya tampil dalam konser musik bertema ”Unity in Diversity”, Minggu (5/12) di Surabaya.

Dalam konser itu, Caroline bersama beberapa teman sebayanya menyanyikan lagu berjudul ”Hello Song” dan ”If You’re Happy and You Know It”. ”Sejak ikut kursus vokal, dia lebih berani dan percaya diri,” kata Lasmono.

Tasya (8) juga tampil dalam konser itu. Dia menyanyikan tiga lagu, yaitu ”Rayuan Pulau Kelapa”, ”Tanah Airku”, dan ”Burung Bernyanyi”. Menurut Fitria (40), orangtua Tasya, putrinya cenderung pemalu dan tidak berani tampil di depan umum sebelum menjalani kursus enam bulan lalu. Namun setelah enam bulan mengikuti kursus vokal, Fitria lebih percaya diri dan mudah bergaul.

Selain Caroline dan Tasya, ratusan anak dan remaja lain juga turut tampil dalam konser tahunan tersebut. Konser bersama ini menampilkan sekitar 70 nyanyian dan musik.

Konser ”Unity in Diversity” yang diikuti ratusan murid Purwa Caraka Music Studio (PCMS) Margorejo dan Rungkut benar-benar menjadi ”pesta bersama” karena semua murid menampilkan keterampilan musik dan vokal mereka di hadapan orangtua masing-masing, guru musik, dan teman-teman mereka.

Agar terbiasa tampil di depan umum, setiap dua minggu siswa-siswi PCMS dibiasakan tampil dalam konser ministage yang ditonton para orangtua dan pengantar. ”Setiap bulan, siswa-siswi juga kami libatkan dalam pertunjukan gabungan dengan pusat perbelanjaan, mal, atau event organizer untuk peluncuran produk-produk tertentu. Dengan sering tampil di depan umum, anak-anak jadi lebih berani,” kata Dadang I Sarjani, pemilik PCMS Margorejo.

Menurut Purwa, peran musik sangat positif bagi perkembangan diri anak-anak. Selain merangsang kerja otak kanan, musik juga menjadi bekal anak-anak untuk hidup di masyarakat.

”Memasukkan anak ke suatu kursus musik bukan berarti mengharuskan mereka menjadi seorang pemusik pada suatu saat nanti. Akan tetapi, dengan bermusik, mereka bisa lebih mudah berinteraksi, mempunyai kepercayaan diri, dan memiliki ketekunan. Karena itu, berlatih musik selalu ada fungsinya,” tutur Purwa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s