Mari Bergaul Dengan Buku Karena Kami Cinta Membaca

Kalimat yang menjadi judul itu adalah ajakan bagi generasi muda untuk akrab dan bercengkerama dengan buku. Buku adalah kotak ajaib yang melahirkan ide-ide cemerlang bagi pembacanya sehingga tercipta karya yang menarik. MuDA cinta membaca, apalagi membaca buku-buku yang inspiratif dan bermanfaat, akan melahirkan generasi bangsa yang cerdas.

Minggu (6/2), Komandan (volunter Kompas MuDA Tanah Pasundan) bekerja sama dengan Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) menggelar Program Pengembangan Perpustakaan yang terealisasikan dalam acara ”Gaul dengan Buku, MuDA Cinta Membaca”.

Acara ini berupa peresmian Perpustakaan Corner Kompas MuDA dengan persembahan 1.000 buku dari Dana Kemanusiaan Kompas.

Acara yang berlangsung di Museum KAA ini disambut antusias oleh masyarakat, khususnya generasi muda Bandung. Kegiatan ini terselenggara berkat bantuan dari berbagai pihak, di antaranya teman-teman dari HIMA Informasi dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayasan Mata Hati Indonesia yang nantinya akan membantu Kompas MuDA Bandung dalam menjalankan program kerjanya.

”Acaranya sangat menarik, bentuk kepedulian generasi MuDA pada minat baca. Hal yang jarang tersentuh di tengah ingar-bingar modernisasi. Kami siap membantu Kompas MuDA,” ujar Trianggoro Cahyo, Ketua HIMA Informasi dan Perpustakaan Unpad.

Pagi itu, di sepanjang Jalan Braga hingga Jalan Asia Afrika, begitu banyak kegiatan yang berlangsung. Tentu hal ini menambah semaraknya acara kami yang berada di persimpangan jalan itu.

Ini terbukti dari banyaknya peserta dan tamu undangan, mulai dari anak-anak TK, SD, mahasiswa, teman-teman tunanetra, Asian Africa Reading Club (AARC), Sahabat Museum Asia Afrika, Komunitas Anak Jalanan, Keluarga Kompas Bandung dan Jakarta, hingga adik asuh binaan kami dari Panti Asuhan Pemberdayaan Umat.

Banyak juga pengunjung yang tak sengaja ikut karena kebetulan melintas dan ingin melihat serta penasaran mengikuti rangkaian acara di teras Museum KAA itu.

”Sekarang ini jarang ada kegiatan yang mempunyai nilai edukatif seperti ini. Makanya saya dan teman-teman sengaja datang. Sukses buat Kompas MuDA,” tutur Wani Utami Putri yang hadir hari itu.

Acara dibuka dengan sambutan Ibu Elly Nugraha dari Museum KAA dan B Ikha Marlina dari Kompas. Permainan musik akustik persembahan Jantung Hati 55 oleh Kang Adew membuat acara makin meriah.

Rangkaian acara dibuat dengan sistem touring education, dimulai talkshow ”Mau Gaul? Baca Buku” oleh Pak Ahman dan Endang B. Peserta juga mengikuti kegiatan Peresmian 1.000 Buku dan Corner Kompas Muda yang ditandai pemotongan pita oleh Pak Dedy Sutardi, perwakilan Museum KAA, dan Mbak Renny.

Peserta kemudian mengikuti tur di Museum KAA untuk mendapatkan pengetahuan tentang Konferensi Asia Afrika hingga berhenti di Gedung Merdeka untuk menonton film edukasi. Dilanjutkan dengan diskusi membahas pentingnya sejarah perdamaian dunia dan peranan buku yang menjadi bagian penting untuk mendapatkan informasi tentang apa pun.

Penutupan acara berlangsung meriah, diiringi musik rada keroncong yang Indonesia banget dari Sundazee para mahasiswa UPI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s