Buku 33 Tokoh Sastra Mengandung Kebohongan

Puluhan seniman, akademisi, mahasiswa, guru, dan pecinta sastra yang tergabung dalam Aliansi Pecinta Sastra Malang meminta agar buku berjudul 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh tidak diedarkan. Alasannya, buku tersebut tidak layak untuk dijadikan referensi sastra, karena tokoh yang dipilih tidak jelas kreterianya.

Sikap tersebut mereka ekspresikan lewat aksi membaca puisi bernada protes di depan patung Chairil Anwar di Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang, Jawa Timur. “Buku ini mengandung dusta dan penyelewengan sejarah,” kata koordinator Aliansi, Rif Faruq Ma’x Mandar Rantau, Jumat 31 Januari 2014.

Faruq menilai buku tersebut berpotensi menyesatkan pembaca dan sejarah sastra jika dijadikan rujukan di lembaga pendidikan. Aliansi menuntut 8 orang tim penyusun untuk menguji, misalnya benarkah tokoh Denny Januar Aly karya-karyanya sejajar dengan Chairil Anwar. Peran Denny di sini yang paling menonjol sebagai promotor penerbitan buku tersebut.

Faruq mengajak kepada masyarakat, pecinta sastra, penulis, kritikus dan akaemisi untuk bersama-sama menolak pembodohan ini. Menurutnya, dalam waktu dekat sebuah petisi bakal mereka kirim ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Isinya, meminta agar Kementerian menguji buku setebal 777 halaman itu.

Meski tak menampik bahwa banyak sastrawan berpengaruh yang dimuat dalam buku tersebut, namun Aliansi tetap menyayangkan masuknya Denny yang selama ini dikenal sebagai tukang survei elektabilitas tokoh politik. Meski aktif menulis puisi dan esai, tapi hal itu baru dilakukan Denny pada dua tahun terakhir ini.

Menurut Denny, buku ini haus dilihat secara positif karena menstimulasi sastra. Ini sebuah ikhtiar dan hasilnya boleh tidak sempurnya. Generasi selanjutnya silakan melanjutkannya,” kata dia sembari menambahkan, “Ini bukan kitab suci. Kritik buku harus dengan buku.”

Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh telah beredar sejak Juni 2013 di sejumlah toko buku. Tingkat lakunya masih kecil. Sebuah toko buku besar selama tujuh bulan hanya sanggup menjual tujuh buku yang harganya Rp 120 ribu ini. “Tidak banyak yang tertarik membeli,” kata bagian penjualan, Andre Septiadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s