Star Wars: The Force Awakens Pecahkan Banyak Rekor Box Office

Star Wars: The Force Awakens berhasil menunjukkan sebagai salah satu film yang memiliki kekuatan berupa penggemar setia yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Buktinya, seri ketujuh Star Wars tersebut memecahkan banyak rekor Box Office. Pada minggu pertama pemutarannya saja, film yang disutradarai JJ Abrams ini berhasil meraih pemasukan 248 juta dollar AS di bioskop-bioskop Amerika bagian utara.

Angka tersebut mengungguli pemegang rekor sebelumnya, yaitu Jurassic World yang pada minggu pembukaannya meraup 208,8 juta dollar AS. Sementara untuk pencapaian di seluruh dunia, Star Wars: The Force Awakens meraup keuntungan sekitar 517 dollar AS, hanya sedikit di bawah Jurrasic World yang mendapatkan sekitar 524 juta dollar AS pada awal tahun ini.

Selain itu, pencapaian luar biasa The Force Awakens juga diperoleh ketika malam penayangannya di mana pada Kamis (17/12/2015) atau beberapa jam setelah ditayangkan, film tersebut meraup 57 juta dollar AS. Film yang dibintangi Harrison Ford tersebut akhirnya menjadi film pertama sepanjang masa yang mendapatkan keuntungan lebih dari 100 juta dollar AS dalam sehari alias meraup 120,5 juta dollar AS hanya dalam sehari tayang.

Keuntungan pada minggu pembukaannya juga menandai film itu sebagai film debut terbesar di bulan Desember. Ditayangkan di 4.134 bioskop, The Force Awakensjuga mencetak rekor angka rata-rata tertinggi, yaitu 59,982 ribu dollar AS. Secara global, The Force Awakens menempati film ketiga dengan pendapatan terbesar dalam minggu pertamanya dengan angka 279 juta dollar AS. Posisi pertama masih diduduki Jurassic World dengan 316 juta dollar AS sementara posisi kedua ditempati Harry Potter and The Deathly Hollows: Part II dengan angka keuntungan sebesar 314 juta dollar AS.

Di bioskop domestik AS dalam minggu ini, angka pendapatan 248 juta dollar AS yang diperoleh Star Wars: The Force Awakens unggul jauh dari Alvin and The Chipmunks yang menempati urutan kedua dengan 14,3 juta dollar AS. Urutan ketiga ditempati oleh Sisters dengan raupan 13,9 juta dollar AS. Berikut daftarnya.

1. Star Wars: The Force Awakens – 248 juta dollar AS
2. Alvin and The Chipmunks The Road Chip – 14.3 juta dollar AS
3. Sisters – 13.9 juta dollar AS
4. The Hunger Games: Mockingjay Part 2 – 5.9 juta dollar AS
5. Creed – 5 juta dollar AS
6. The Good Dinosaur – 4.4 juta dollar AS
7. Krampus – 4.18 juta dollar AS
8. In The Heart of The Sea – 3.5 juta dollar AS
9. Dilwale – 1.9 juta dollar AS
10. Bajirao Mastani – 1.7 juta dollar AS

Setelah membuka rahasia keterlibatannya dalam film Star Wars: The Force Awakens, satu lagi fakta terungkap dari dua aktor laga dari Indonesia, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman. Keduanya tampil dalam rupa figur mini Lego set 75105 Millennium Falcon.Sebenarnya figur mini tersebut sudah beredar sejak Oktober 2015, atau dua bulan sebelum Yayan dan Cecep mengaku ikut bermain dalam film yang disutradarai JJ Abrams dengan rumah produksi LucasFilms.

Karakter Lego Tasu Leech (Yayan), dan Kanjiklub Gang Member (Cecep) berada dalam set 75105 Millennium Falcon yang berisi pesawat galaksi legendaris yang diawaki Han Solo (Harrison Ford) dan Chewbacca (Peter Mayhew).Berdasarkan data yang dilansir Wookiepedia, Tasu Leech merupakan pimpinan kelompok kriminal intergalaksi Kanjiklub. Organisasi kejahatan ini terbentuk setelah 30 tahun berakhirnya Battle of Endor.Tasu disebut pernah memiliki Millennium Falcon, sebelum akhirnya direbut kembali oleh Han Solo dan Chewbacca.

Berkat karakter Lego ini pula, peran Yayan dan Cecep mulai terbongkar meski mereka sempat merahasiakannya selama dua tahun. “Tentunya ini sebuah kebanggan. Di balik itu ada sesuatu yang harus kami simpan. Hampir dua tahun kami tidak boleh bocorkan. Akhirnya dua hari yang lalu kami baru boleh bocorkan dan bilang sama media,” ungkap Yayan saat menggelar jumpa pers pemutaran perdana film Star Wars: The Force Awakens di XXI Senayan City, Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Yayan tak membantah bahwa selama ini banyak pertanyaan menghampiri dirinya dan kedua rekannya berkait keterlibatan mereka dalam film yang disutradarai JJ Abrams. “Banyak yang nanya, tapi kalau saya sendiri bilang pasti itu rumor. Kami sebagai bagian film Indonesia bilangnya cuman semoga film itu benar-benar terwujud. Itulah cara kami. Jangan sampai keterlibatan kami bocor,” ujar Yayan. Lalu bagaimana dengan karakter figur mini Razoo Qin-Fee untuk artis peran Iko Uwais?

Sejauh ini, belum ditemukan karakter Lego Razoo Qin-Fee untuk bintang film The Raid tersebut. Beberapa komunitas kolektor Lego bahkan belum ada yang mengunggah set yang berkait dengan karakter tangan kanan Tasu Leech tersebut. Berangkat dari film laga The Raid, artis peran Joe Taslim (34) dan Iko Uwais (32) mendapat kesempatan merintis karier internasionalnya. Joe terlibat dalam film Fast & Furious 6, sedangkan Iko berperan untuk Man of Tai Chi bersama Keanu Reeves. Pencapaian ini didapatkan oleh Joe dan Iko dalam waktu bersamaan. Berkait hal itu, Joe dan Iko kerap dibanding-bandingkan. Meski demikian, Joe mengaku tak masalah.

“Kalau orang lihatnya terus dijadikan perbandingan, actually it’s a good things. Kami bawa a same mission kok,” ungkap Joe saat menghadiri gala premier film Star Wars: The Force Awakens di XXI Senayan City, Jakarta, Selasa (15/12/2015). Namun, Joe menolak jika dirinya disebut pesaing Iko. “Actually kami kan bawa misi yang sama. Kami aktor-aktor Indonesia yang punya misi sama. Kami sama sekali enggak bersaing. Kami bawa nama Indonesia ke dunia. Di Indonesia sendiri market kami berbeda,” paparnya. Pria kelahiran Palembang, 23 Juni 1981, tersebut mengatakan, peluang artis peran Indonesia untuk berkarier di kancah internasional masih terbuka.

“Apalagi sekarang perfilman Hollywood sangat berwarna ya. Jadi, ini kesempatan besar, termasuk Indonesia. Sekarang saat yang tepat aktor Indonesia untuk masuk ke pasar Hollywood,” ujarnya. Dalam film Star Wars: The Force Awakens, Iko Uwais dan Yayan Ruhian berdialog dalam bahasa Kanjiklub. Mereka dan Cecep Arif Rahman berperan sebagai anggota-anggota organisasi kriminal intergalaksi itu.”Kami dibuatkan bahasa sendiri. Iko dan Yayan yang ada bahasa planet sendiri untuk mereka berdialog,” kisah Cecep dalam jumpa pers pada acara pemutaran perdana film Star Wars: The Force Awakens, di Senayan City XXI, Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Mereka juga mengenakan kostum khusus yang mewakili Kanjiklub. Mereka harus berkali-kali mengepas kostum itu. “Pertama datang, cuman fitting baju. Bayangan mereka, kami besar-besar, ternyata kecil-kecil. Hari kedua, (kostum) baru jadi,” terang Cecep.”Mereka cobain baju dengan safety di lutut, siku, belakang. Dari awal, sudah dihitung. Tetap akan terlihat seperti baju, tapi harus tidak kelihatan safety-nya,” sambung Cecep.Iko dan kawan-kawan menjalani shooting di set pesawat luar angkasa yang dibuat begitu nyata. Mereka terkagum-kagum dibuatnya.

“Kita kan shooting-nya dalam ruangan, setting pesawat antariksa. Itu seperti kapal beneran. Seperti pintu terbuka, robot berjalan. Kami jadi antusias banget. Walau, untuk adegan besok, kami baru dikasih tahu besok,” ceritanya. Iko Uwais (32) mengungkapkan, para pemain lain dan kru film Star Wars: The Force Awakens merasa kehilangan Iko, Yayan Ruhian, dan Cecep Rachman, setelah shooting di AS untuk film itu selesai.

Iko, Yayan, dan Cecep merupakan atlet beladiri silat sekaligus artis peran dari Indonesia yang main dalam film yang disutradarai oleh JJ Abrams tersebut. “Mereka kaget dengan attitude kami. Pas kami selesai (shooting), mereka merasa kehilangan,” cerita Iko dalam jumpa pers pemutaran perdana Star Wars: The Force Awakens, di Senayan City XXI, Jakarta, Selasa (15/12/2015).

“Mereka bilang, enggak akan dapat sahabat seperti kami. Alhamdulillah bawa nama harum dan nama Indonesia jadi baik,” lanjutnya. Suami penyanyi Audy Item ini juga mengungkapkan, ia kagum akan kerja kru yang terstruktur dan tepat waktu. “Mereka sangat peduli dengan waktu dan di set itu masing-masing di sana sudah ada job description. Art apa, DOP apa, masing-masing divisi sendiri,” tuturnya.Peraturan ketat juga harus diikuti oleh Iko dan kawan-kawan. Contohnya, naskah film harus langsung dikembalikan jika shooting selesai.

“Saya ikutin aja. Kalau cerita (film), kami enggak tahu. Pas dateng, kami dikasih skrip, pulangnya (skrip) diambil lagi. Dialog kami disodorin dan sudah deh,” kisahnya. “Kami pakai handphone dan, kalau ada kameranya, itu ditutup pakai lakban hitam,” jelasnya. “Kami cuman tahu karakter kami, juga enggak tahu namanya. Kami cuman dikasih nomor Rocker 1, Rocker 2. Kalau dari segi cerita, saya hanya ikutin dari director,” jelasnya lagi.

Daftar 243 Kampus Bermasalah Yang Terbitkan Ijazah Palsu

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi secara resmi belum mengeluarkan jumlah perguruan tinggi yang dinonaktifkan karena dianggap bermasalah. Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti, mengoreksi jumlah yang sebelumnya beredar, yakni 243 perguruan tinggi.

“Pemerintah, dalam hal ini Kemenristekdikti, belum mengeluarkan angka resmi. Tapi di pangkalan data, sudah ada (perguruan tinggi) yang dinonaktifkan,” kata Ghufron di Jakarta. Kabar adanya ratusan perguruan tinggi yang dinonaktifkan itu, ujar Ghufron, diambil berdasarkan data dari pengamat pendidikan. Data itu kemudian dicatat di situs Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis). “Angka 243 yang dinonaktifkan itu sebetulnya bukan angka resmi dari Kementerian Ristek Dikti,” kata dia.

Penonaktifan kampus tercatat di pangkalan data. Mereka yang tidak menyerahkan laporan, akan ditutup di pangkalan data. “Artinya mahasiswa masih bisa tetap kuliah. Ini yang orang sering salah kira,” ujar Ghufron. Penonaktifan perguruan tinggi dilakukan jika izin bermasalah, rasio antara dosen dan mahasiswa kurang memadai, dan tidak memberikan laporan rutin ke pangkalan data. Sesuai aturan, perguruan tinggi yang semacam itu akan dikenakan sanksi.

“Tapi kalau persyaratan yang dilanggar tadi dipenuhi, tentu diberikan kesempatan untuk aktif kembali,” ujar Ghufron. Proses mengaktifkan kembali bisa terbilang cepat. “Hitungan minggu, kalau memang syarat dipenuhi,” kata Ghufron. Meski begitu, verifikasi tetap dilakukan selama proses pemberian nomor induk untuk pengajar. Ghufron mengatakan, ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi dosen. Beberapa di antaranya yaitu memiliki kualifikasi dosen dan mengajar minimal satu semester dalam satu tahun. Ghufron mengimbau agar perguruan tinggi yang dinilai “abal-abal” segera mendaftarkan dosennya yang belum memiliki nomor induk ke Kementerian Ritekdikti. Ini untuk memenuhi salah satu persyaratan agar kampusnya dicabut dari status nonaktif.

Langkah ini, menurut Ghufron, terobosan paling spektakuler lantaran selama bertahun-tahun perguruan tinggi kesulitan melakukan rekrutmen dosen. “Bertahun-tahun bingung bagaimana merekrut dosen dengan mudah. Namun melalui Peraturan Menteri Nomor 26 tahun 2015, kami akui dosen dengan Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK),” ujarnya. Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Patdono Suwignjo menegaskan ratusan perguruan tinggi (PT) nonaktif tidak berarti izinnya dicabut.

“Sebanyak 243 PT dengan status nonaktif merupakan akumulasi sejak 16 September 2014. Data ini tidak dikeluarkan resmi oleh Kemenristekdikti,” kata Patdono saat konferensi pers di Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (6/10). Patdono menjelaskan ada beberapa pelanggaran yang menyebabkan 243 PT tersebut masuk kategori nonaktif. Ada pelanggaran yang termasuk ringan, ada pula yang termasuk berat. Berbagai pelanggaran tersebut yaitu PT tidak melaporkan data PT selama empat semester berturut-turut, rasio dosen dan mahasiswa tidak ideal, serta melaksanakan kampus utama tanpa izin. Ada pula pelanggaran lainnya berupa terjadinya konflik di PT yang bersangkutan atau yayasannya sudah tidak aktif. “Beberapa PT juga sudah ganti yayasan tetapi tidak melaporkan atau pindah kampus tetapi tidak melaporkan,” kata Patdono.

Ia kemudian menjelaskan ada lima sanksi yang diberikan oleh kementerian, tergantung dari jenis pelanggaran yang dilakukan. Pertama-tama, PT akan diberikan peringatan tertulis. Bila tidak juga berusaha memperbaiki layanan dan terus melanggar aturan, Patdono mengatakan sanksi terberat adalah pencabutan izin. Kampus yang masuk dalam kategori nonaktif tidak akan mendapatkan berbagai layanan dari Kemenristekdikti, seperti pengusulan akreditasi, pengajuan penambahan prodi, sertifikasi dosen, pemberian hibah, serta beasiswa.

Sebelumnya Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyatakan ada ratusan perguruan tinggi nonaktif yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Ia mengklaim pihaknya akan terus melacak ratusan perguruan tinggi tersebut untuk memastikan tidak ada yang mengeluarkan ijazah palsu.”Satu per satu akan saya lacak semuanya. Kalau proses pembelajarannya yang tidak benar, kami akan tertibkan. Namun, kalau ada kecurangan seperti mengeluarkan ijazah palsu, ya saya tutup,” kata Nasir.

Lebih lanjut, Nasir mengatakan bahwa tidak berarti 243 perguruan tinggi nonaktif tersebut merupakan kampus abal-abal. Pasalnya, ada beberapa kampus yang dinyatakan nonaktif lantaran tidak memenuhi rasio ideal antara dosen dan mahasiswa. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyatakan ada 243 perguruan tinggi nonaktif yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Ia mengklaim pihaknya akan terus melacak ratusan perguruan tinggi tersebut untuk memastikan tidak ada yang mengeluarkan ijazah palsu.

“Satu per satu akan saya lacak semuanya. Kalau proses pembelajarannya yang tidak benar, kami akan tertibkan. Namun, kalau ada kecurangan seperti mengeluarkan ijazah palsu, ya saya tutup,” kata Nasir saat ditemui di kantornya, Jakarta, kemarin. Lebih lanjut, Nasir mengatakan bahwa tidak berarti 243 perguruan tinggi nonaktif tersebut merupakan kampus abal-abal. Pasalnya, ada beberapa kampus yang dinyatakan nonaktif lantaran tidak memenuhi rasio ideal antara dosen dan mahasiswa.

Adapun data perguruan tinggi nonaktif terbuka untuk umum dan dapat diakses di forlap dot dikti dot go dot id. Data ini secara otomatis menyortir perguruan tinggi yang aktif dan nonaktif berdasarkan laporan yang dimasukkan oleh pihak perguruan tinggi. Oleh karena itu, data tersebut sangat dinamis dan bergantung pada laporan dari perguruan tinggi. Sayangnya, tidak semua perguruan tinggi aktif memberikan laporan tersebut.

“Ada empat perguruan tinggi yang sudah resmi ditutup. Yang lainnya, masih ditindaklanjuti. Seperti kemarin, wisuda palsu di Tangerang. Yang sudah ditutup itu ada di Medan (1), Jakarta (1), Jawa Barat (1), dan Bali (1),” kata Nasir. Eks rektor Universitas Diponegoro Semarang ini mengatakan timnya di Surabaya baru saja menemukan satu pelanggaran akademik. Tim lainnya di Sulawesi juga telah menemukan pelanggaran akademik. “Kami akan dalami lagi. Kalau memang ada pelanggaran akademik, akan saya tertibkan,” katanya.

Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Naim mengimbau agar mahasiswa yang sekarang menempuh pendidikan di perguruan tinggi nonaktif tidak perlu cemas. Ia berjanji akan mencarikan solusi bagi para mahasiswa tersebut. “Kami akan desak perguruan tinggi agar memberikan layanan yang sesuai standar. Namun, bila terpaksa perguruan tinggi itu kami tutup, maka kami akan usahakan untuk relokasi mahasiswa itu ke perguruan tinggi lain,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pihak kementerian akan memberikan waktu bagi perguruan tinggi nonaktif tersebut untuk memperbaiki dirinya. Waktu yang diberikan kepada tiap-tiap kampus pun berbeda-beda. “Ada yang tiga bulan, ada yang setahun, tergantung kemampuan perguruan tinggi. Kalau masalahnya adalah kekurangan jumlah dosen, tentu berat karena kita tahu mencari dosen tidaklah mudah,” katanya.

Yang jelas, kata Ainun, perguruan tinggi yang masuk kategori nonaktif tidak boleh menerima mahasiswa baru. “Semua data ada di situs kami. Kami harap mahasiswa baru bisa hati-hati memilih perguruan tinggi,” katanya. Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim) telah menetapkan seorang tersangka kasus dugaan pemalsuan ijazah berlabel University of Berkley Michigan America.

Kepala Subdirektorat IV Tindak Pidana Umum Komisaris Besar Rudi Setiawan, Jumat (2/10), mengatakan tersangka adalah pengelola universitas yang berinisial LK. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara dua hari yang lalu. LK disangka menyelenggarakan pendidikan tanpa izin, menerbitkan ijazah tanpa hak dan memalsukan Surat Keterangan Menteri soal keseteraan ijazah luar negeri, serta transkrip nilai dan ijazah itu sendiri. Lembaga pendidikan tinggi yang kelola LK hanya mempunyai izin menggelar kursus manajemen. Sementara kegiatan perkuliahannya dilakukan secara ilegal.

LK diduga berhasil meyakinkan masyarakat untuk mendaftar dengan membuat universitas itu seolah legal dan berkekuatan hokum. “Modusnya melalui internet dan brosur ke pemerintah dan swasta kemudian mengadakan perkuliahan jarak jauh. Sesekali mengadakan pertemuan pada hari libur Sabtu dan Minggu,” kata Rudi di Markas Besar Polri, Jakarta.Dosen-dosen yang menjadi staf pengajar di sana, kata Rudi, adalah alumni universitas itu sendiri. “Kami akan panggil tersangkanya 6 Oktober nanti,” kata Rudi.

Polisi menyita sejumlah dokumen berupa ijazah berlabel Berkley, transkrip nilai, dan SK penilaian ijazah sebagai barang bukti. Universitas yang diduga bodong ini kata Rudi mempunyai tiga orang mahasiswa dan 40 alumni. Polisi masih mendalami status mahasiswa dan alumni itu sehingga belum bisa menyimpulkan apakah ada pejabat negara yang pernah berkuliah di sana. Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui para mahasiswa diwajibkan membayar biaya puluhan juta untuk mendaftar. “Rp60 – 70 juta tergantung di mana mau wisuda dan seberapa mewah,” kata Rudi.

Universitas ini baru dibuka pada 2004 lalu dengan izin membuka kursus di Jakarta. Sebelumnya, lembaga yang sama lebih dulu dibuka di beberapa daerah seperti Riau dan Pekanbaru pada 1999. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan pengusutan kasus ini berawal dari laporan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi. “Pelapor adalah Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan,” ujarnya.

Mantan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan nama univeesitas bodong itu tidak asing lagi sebagai pembuat ijazah palsu.Ia mengaku pernah memasukkan nama lembaga ini dalam daftar perguruan tinggi (PT) tidak berizin yang mengeluarkan ijazah palsu. Bahkan pihaknya pada 2005 telah mempublikasikan daftar ini di koran agar masyarakat luas mengetahuinya. “University of Berkley Michigan America masuk juga dalam daftar tersebut. Kalau ditotal ada sekitar 20 PT dalam daftar pembuat ijazah palsu yang kami umumkan,” kata Satryo.

Satryo mengatakan telah menyebarkan surat pemberitahuan kepada seluruh kementerian dan pejabat negara perihal daftar PT pembuat ijazah palsu tersebut. Pria yang meraih gelar doktor di University of California, Berkeley ini mengaku tidak ambil pusing dengan adanya nama PT yang sekilas mirip dengan almamaternya. “Biarkan saja. Yang palsu juga nanti akan ketahuan. Buat saya dampaknya untuk alumni tidak signifikan,” katanya.

Ide Untuk Kostum Cosplay Yang Imut Tapi Seksi

Cosplay bisa menjadi hobi yang sangat mahal, terutama kalau kesempurnaan adalah tujuannya. Acara Comic Con terkenal sebagai ajang pameran cosplay yang dipakai oleh para pengunjungnya. Material yang digunakan sangat bervariasi, ada yang mendaur ulang dari kostum yang lama atau membuat baru dari bahan karton, EVA foam, plat logam, dan lakban. Biaya yang dikeluarkan mencapai 100 sampai 250 dollar untuk membeli bahan dan makeup seluruh badan. Pada acara Comic Con yang digelar di New York ini, ternyata ada beberapa orang yang mengeluarkan dana lebih untuk cosplay mereka. Seperti apa kostum mereka dan berapa biaya yang telah dikeluarkan? Temukan jawabannya di halaman berikutnya.

wondercon2013-sat-img_696630

wondercon2013-sat-img_694727

wondercon2013-sat-img_694226

witchblade-cosplay-sdcc-2014-485x1024

witchblade

People+of+Comic+Con+NZe0dIMbmGkl

Jacqueline-Goehner-Witchblade-4

Jacqueline-Goehner-Witchblade-3

Jacqueline-Goehner-Witchblade-2

Jacqueline-Goehner-Witchblade

Jackie-Goehner-Witchblade-3

Jackie-Goehner-Witchblade-2

harley-posion-ivy-leia

ComicConPast26

Adrianne+s+scandalous+costume+XZX8W9a4O-0l

148522_528497700539575_829923553_n

127mediaimag0165

63-64588-comic_con_2014_777-1406557047

Sekali lagi, sutradara Zack Snyder menghebohkan dunia maya. Setelah kemarin merilis foto Henry Cavill dengan Light Saber-nya, yang membuat banyak orang penasaran apakah mereka berdua terkait dengan proyek Star Wars Episode VIII, hari ini melalui akun Twitter pribadinya, Snyder kembali merilis sebuah foto menarik yang sekali lagi memperlihatkan Ben Affleck dengan kostum Batman-nya. Foto dibawah merupakan kali kedua kita melihat Ben Affleck mengenakan kostum Batman. Sebelumnya, pada pertengahan bulan Mei kemarin, Snyder juga pernah merilis foto Affleck dengan kostum lengkap Batman dan berdiri disamping Batmobile barunya.

Daftar 5 Film Wajib Tonton Pada Bulan April

Salah satu film yang dinanti dunia akan tayang bulan ini. Apalagi jika bukan film tentang balapan mobil mewah, Furious 7. Film itu ditunggu karena menampilkan akting terakhir Paul Walker, yang kecelakaan mobil pada akhir tahun 2013 lalu. Furious 7 sempat tertunda.

Bahkan sutradara pernah berniat menghentikannya. Namun lewat kesepakatan dan kerja keras semua, film itu akhirnya dituntaskan. Akting Walker digenapi stok dari adegan sebelumnya dan ditambah sedikit tampilan dari kedua adiknya yang memang mirip. Jadilah Furious 7 seru sekaligus mengharukan. Film yang biasanya sangat maskulin itu akan diberi sedikit sentuhan humanis dan sedih. Film itu didedikasikan sebagai penghormatan sekaligus ucapan selamat jalan untuk Walker.

Furious 7 tampaknya akan meraja pada April ini. Sebab, tidak ada film lain yang alur cerita serta karakternya sekuat dia. Pun tidak ada yang terlalu dinanti seperti Furious 7. Meski begitu, tak ada salahnya menengok film-film lain yang cukup unik untuk ditonton.

Merangkum IMDb, berikut rujukan film April.

Furious 7
Setelah enam seri, masihkah para pembalap Fast & Furious punya bensin? Ternyata jawabannya ada. Bahkan masih tersedia banyak, karena film ke-tujuh ini disebut sebagai yang terkuat secara alur cerita maupun karakter. Apalagi, karya James Wan ini dinanti karena menjadi film terakhir Paul Walker. Akan ada mobil terbang melompati gedung pencakar langit, sampai monolog duka cita yang mengharukan dari pemain untuk Walker. Film ini masih dibintangi Vin Diesel, Walker, Dwayne Johnson, dan kedatangan Jason Statham. Film ini diawali dengan serangan Shawn (Statham) ke rumah Dominic Toretto (Diesel).

Furious 7 dijadwalkan tayang 3 April 2015.

Ex Machina
Genre fiksi ilmiah tidak pernah mati. Meski idenya selalu berkaitan dengan luar angkasa atau robot, film ber-genre ini tetap diminati. Ex Machina merupakan salah satu yang terbaru. Film ini mengisahkan seorang programmer muda, yang terpilih untuk berpartisipasi dalam sebuah uji coba penggebrak. Tidak main-main, yang diuji coba adalah kecerdasan artifisial. Kualitas manusia akan dievaluasi oleh robot. Memang tidak jauh berbeda dengan film robot kebanyakan. Selalu mengandung dilema antara dunia manusia dan robot. Namun yang berbeda, Ex Machina menampilkan robot perempuan.

Film ini dijadwalkan tayang di Amerika Serikat pada 10 April 2015.

True Story
Jika terpukau pada akting Felicity Jones dalam The Theory of Everything, silakan melanjutkan menonton True Story. Kali ini ia akan beradu akting bersama James Franco, Jonah Hill, dan Ethan Suplee dalam film garapan Rupert Goold. Film ini mengisahkan hubungan antara jurnalis bernama Michael Finkel dengan pembunuh paling diburu oleh FBI, Christian Longo. Selama bertahun-tahun, Longo tinggal di luar Amerika Serikat dengan menggunakan nama Finkel. Film ini dijadwalkan tayang di Amerika Serikat pada 10 April 2015.

The Water Diviner
Setelah Perang Gallipoli, seorang pria Australia memutuskan bepergian ke Turki. Misinya sederhana, ia ingin menemukan tiga anak laki-lakinya yang hilang di sana. The Water Diviner merupakan film lain tentang drama di balik balutan peperangan. Namun yang membuatnya berbeda, dramanya bukan tentang perang itu sendiri, melainkan kasih ayah-anak. Akting Russell Crowe tak perlu diragukan lagi di film ini. Ia akan bermain bersama Jai Courtney, Olga Kurylenko, dan Isabel Lucas. Tak hanya berakting, Crowe pun jadi sutradara.

Film ini dijadwalkan tayang di Amerika Serikat pada 24 April 2015.

Little Boy
Satu lagi film berlatar perang. Yang disajikan pun sama, bukan baku tembak dan adu lempar molotov melainkan drama. Hanya sudut pandangnya yang berbeda. Kalau The Water Diviner dari sang ayah, film ini tentang anak. Little Boy mengisahkan seorang bocah tujuh tahun yang ingin melakukan apa pun yang ia bisa untuk menghentikan Perang Dunia II. Jika perang berakhir, ayahnya bisa pulang ke rumah. Film ini disutradarai Alejandro Monteverde dan dibintangi Kevin James, Ben Cheplin, Emily Watson, serta David Henrie. Film dijadwalkan tayang di Amerika Serikat pada 24 April 2015.

Guardians of the Galaxy 2 Akan Dirilis Tanggal 5 Mei 2017

Guardians of the Galaxy benar menjadi anak emas baru bagi Marvel. Belum pernah dirilis sebelumnya, sekali muncul Star Lord (Chris Pratt) cs langsung menjadi favorit. Padahal mereka bukan pahlawan super mainstream seperti Spider-Man, X-Men, dan lainnya.

Demi memanjakan minat masyarakat terhadap film itu, Marvel melanjutkan kisah para penjaga galaksi. Sutradara James Gunn sudah mengonfirmasi adanya sekuel Guardians of the Galaxy. Dari sebuah tanya jawab di Periscope, diketahui bahwa rencana awal film itu sudah tersedia.

Kemungkinan besar, Guardians of the Galaxy 2 akan mulai syuting awal tahun depan. Tepatnya, kata Gunn, ia akan mulai pengambilan gambar di Studio Pinewood Atlanta, Februari 2016. Filmnya sendiri akan tayang 5 Mei 2017. “Saya akan mengadakan pertemuan pada Jumat dan kami akan mulai mengerjakan skenario pekan depan,” ujarnya, seperti dikutip Ace Showbiz.

Karakter utama Guardians of the Galaxy akan kembali di sequel. Penonton masih akan bisa melihat Pratt, Zoe Saldana, Dave Bautista, serta mendengar suara Vin Diesel dan Bradley Cooper. Karen Gillan juga masih akan mengulangi perannya sebagai Nebula.

Selain menggarap film dari pengembangan komik Marvel, Gunn ternyata juga punya proyek lain. Ia punya poyek sampingan yang menjadi salah satu hasratnya, yakni menulis dan memproduksi film berjudul The Belco Experiment. Gren McLean ia gandeng sebagai sutradara.

Produksi film itu akan dimulai pada Juni mendatang di Bogota, Kolombia.

“Ceritanya berkisar pada perusahaan Belco di Amerika Selatan. Perusahaan itu ditutup secara misterius pada hari pertama kerja. Para pegawainya diminta saling membunuh atau akan terbunuh. Ini mengawali eskalasi kekerasan, di mana kita menemukan sisi alami masing-masing pegawai Belco,” tulis Gunn di akun Facebook-nya, menceritakan film baru.

Spiderman Akan Bergabung Dalam Avenger

Spiderman akan bergabung dengan Iron Man, Thor, dan Hulk dalam film The Avengers selanjutnya setelah Sony Pictures dan Walt Disney sepakat berbagi hak produksi film tokoh pahlawan laba-laba itu. Kesepakatan dua rumah produksi itu ditempuh setelah Sony Pictures gagal mendongkrak perolehan keuntungan Amazing Spider-Man 2 di atas 1 miliar dollar AS. Film yang dibintangi Andrew Garfield itu hanya mengantongi 709 juta dollar AS atau setara Rp 9 triliun.

Kini, melalui kesepakatan tersebut, Spiderman amat mungkin tampil dalam film Captain America: Civil War yang akan dirilis pada tahun 2016. Setelah itu, Marvel dan Sony akan meluncurkan film khusus Spiderman selanjutnya pada 2017.

“Ini adalah keputusan tepat untuk bisnis kami, untuk Marvel, dan untuk para fans,” kata Michael Lynton, Direktur Sony. Adapun Direktur Marvel Studios Kevin Feige mengaku sangat gembira Spiderman bisa diproduksi Marvel.

“Saya sama girangnya dengan para fans atas kesempatan Spiderman tampil di Marvel. Ini adalah sesuatu yang ditunggu selama bertahun-tahun oleh kami di Marvel dan para fans,” ujar Kevin.

Hak film
Karakter Spiderman sejatinya merupakan tokoh komik produksi Marvel. Namun, Sony memiliki hak produksi tokoh tersebut sejak 1999 dengan membayar 7 juta dollar AS. Film pertama Spiderman muncul pada tahun 2002 dengan dibintangi Tobey Maguire dan disutradarai Sam Raimi.

Namun, peran Tobey Maguire dalam tiga film Spiderman digantikan oleh Andrew Garfield pada 2012 dengan plot yang baru. Kini, dengan munculnya kesepakatan baru antara Sony dan Walt Disney, peran Garfield sebagai Peter Parker dan Spiderman pun berakhir, menurut laporan harian Los Angeles Times.

Sony dilaporkan tengah mencari pemeran baru Spiderman. Bahkan, ada kabar bahwa film yang menyoroti musuh-musuh Spiderman, berjudul The Sinister Six, akan dirilis pada tahun depan.

Polisi Bubarkan Diskusi Film Senyap di AJI Yogya

Acara diskusi dan nonton film “Senyap” di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta batal dilaksanakan pada Selasa malam, 16 Desember 2014. Peristiwa ini merupakan pembatalan pertama acara nonton film karya Joshua Oppenheimer itu di Yogyakarta akibat ada ancaman pembubaran dari organisasi massa. Pembatalan acara itu terjadi karena belasan polisi yang mendatangi AJI Yogyakarta memperingatkan ada ancaman penyerbuan dari Front Anti Komunis Indonesia (FAKI). Polisi tidak secara terang-terangan meminta acara batal. Tapi, mereka menyatakan tidak berani menjamin keamanan dengan alasan kekurangan personel.

Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Najib Azca mengkritik strategi polisi dalam mencegah konflik seperti itu karena justru mengorbankan hak warga negara untuk bebas berkumpul dan berekspresi. Menurut dia pencegahan seperti ini justru tidak menyelesaikan masalah. “Sangat mungkin akan menular, kelompok-kelompok itu akan belajar strategi memaksakan kehendaknya saat tidak setuju dengan acara kelompok lain,” kata Najib pada Rabu, 17 Desember 2014.

AJI Yogyakarta menjadi penyelenggara pertama acara nonton bareng film “Senyap” yang menerima ancaman di Yogyakarta. Sebelum di AJI Yogyakarta, penyelenggaraan acara serupa berlangsung lancar di sejumlah kampus seperti STPD APMD, MMTC, UAJY dan UGM. Lembaga yang dipimpin oleh Najib, Yousure, juga berhasil menggelar acara serupa di kampus Fisipol UGM pada Senin siang, 15 Desember 2014.

Menurut Najib, kasus pembatalan acara diskusi di Yogyakarta terjadi berulang-ulang dengan alasan dan pola yang sama. Pola di sebagian kasus ialah pihak penolak acara menebar pesan berantai bermuatan ancaman pembubaran acara dan polisi menyikapinya dengan mencegah acara berlangsung agar tidak terjadi kerusuhan. Sebelumnya, dua bulan lalu, acara diskusi konten media online bermuatan gagasan Islam fundamental, yang digelar oleh LKiS di rangkaian kegiatan Jagongan Media Rakyat, batal dengan modus seperti itu.

Polisi semestinya melakukan strategi pencegahan konflik yang dialogis dan komunikatif. Caranya, menurut Najib, dengan mengajak dialog pihak penyelenggara bersama kelompok penolak acara untuk membahas perbedaan pendapatnya. Lebih baik lagi, Najib menambahkan, dialog itu dihadiri pejabat pemerintahan dan tokoh masyarakat. “Kasus di AJI Yogyakarta menunjukkan polisi melakukan pencegahan konflik yang tidak bertanggungjawab,” kata Najib.

Menurut dia, berulangnya modus pembatalan acara dengan alasan keamanan menunjukkan pelanggaran kebebasan berpendapat dan berekspresi masih menjadi masalah penting di Indonesia. Sikap kepolisian, menurut Najib, menandakan lembaga penegak hukum ini masih enggan menjalankan secara serius tugasnya sesuai amanat konstitusi. “Mereka seharusnya mencegah konflik dengan secara proaktif menggelar dialog,” kata dia. Dia menduga, AJI Yogyakarta menjadi sasaran penolakan pertama di Yogyakarta karena organisasi ini kumpulan para jurnalis yang dianggap memiliki pengaruh luas di publik. Ini mengingat AJI Yogyakarta memiliki jaringan media yang luas. Tapi, Najib juga khawatir, ancaman pembubaran acara AJI Yogyakarta terjadi untuk menguji efektivitas metode penolakan kegiatan yang tidak disukai oleh sebagian kelompok garis keras di Kota Yogyakarta.

Makanya, dia mendesak polisi mengubah perspektifnya mengenai pencegahan konflik. Praktik pencegahan konflik di AJI Yogyakarta bukti polisi masih suka menyederhanakan masalah. “Cara negara melindungi warganya bukan seperti itu,” kata dia. Sutradara Garin Nugroho ikut bersuara tentang pelarangan pemutaran film Senyap atau The Look of Silence. Menurut dia, pelarangan ini merupakan bentuk kekerasan. ”Larangan itu justru akan melahirkan konflik baru,” katanya saat ditemui di Bentara Budaya Yogyakarta, Selasa malam, 17 Desember 2014.

Menurut Garin, pelarangan pemutaran Senyap di sejumlah tempat itu adalah bentuk anarki. Pelarangan tersebut, kata sutradara Mata Tertutup ini, menjadi hal yang menyedihkan pada awal pemerintahan baru Presiden Joko Widodo. Menurut Garin, Presiden Indonesia ketujuh ini menjanjikan kebebasan berpendapat. Tapi, “Pelarangan itu mencoreng pemerintahan,” katanya.

Menurut dia, pelarangan pemutaran film ini tindakan yang tak perlu dan sia-sia. Apalagi, di tengah perkembangan media digital, orang bisa menikmati tayangan film di laman YouTube. Di beberapa daerah, sejumlah pihak melarang pemutaran Senyap. Di Malang, misalnya, Rektor Universitas Brawijaya melarang pemutaran film itu di kampusnya. Sekelompok organisasi kemasyarakatan yang menamakan diri Pribumi pun membubarkan pemutaran di Warung Kelir, Jalan Panglima Sudirman, Malang.

Di Yogyakarta, rencana pemutaran film Senyap kemarin malam di kantor Aliansi Jurnalis Independen pun batal. Kepolisian Resor Kota Yogyakarta mendesak pemutaran dibatalkan karena menganggap penyelenggara tak mampu menjamin keselamatan penonton. Sebelum pemutaran berlangsung, sebuah ormas yang menamakan diri Forum Umat Islam DIY menebar ancaman akan membubarkan pemutaran film itu.

Menurut Garin, dalih pelarangan bahwa pemutaran film akan membangkitkan paham komunisme juga tak tepat. Ada banyak versi film bertema komunisme yang berkembang di dunia. Kehadiran film Senyap, ia melanjutkan, justru akan memicu dialog baru bagi masyarakat tentang paham itu. “Masyarakat sekarang lebih kritis melihat,” katanya. Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri menjadi fasilitator pemutaran film Senyap yang dianggap kontroversial dan sempat dilarang di beberapa tempat. Bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri, aktivis mahasiswa, dan kelompok studi di Kediri, PCNU Kediri memutar film Senyap untuk masyarakat umum dan warga Nahdliyin pada hari ini, Sabtu, 13 Desember 2014.

“Mereka bersepakat tidak akan terjebak pada polemik komunisme, ini soal kemanusiaan, bukan komunis,” kata panitia pemutaran film Senyap, Taufik Alamin. Taufik yang berstatus sebagai dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri itu mengatakan film Senyap patut ditonton sebagai bahan pembelajaran dan diskusi soal sejarah. Sejarah telah mencatat bahwa terjadi pembantaian massal terhadap orang-orang yang berpaham komunis di Indonesia tanpa melalui pengadilan. Fakta itu, kata Taufik, tidak bisa dikaburkan dan patut menjadi pembelajaran bagi masyarakat.

Menurut Taufik, film Senyap juga mengingatkan khalayak tentang tanggung jawab negara kepada para korban pembantaian tersebut. Saat disinggung soal intimidasi saat film ini diputar di Malang, Taufik mengaku tidak takut. Sebab, jauh sebelumnya, dia sudah berdiskusi dengan pengurus NU dan aktivis di Kediri tentang pemutaran film ini.

Panitia pemutaran film Senyap atau The Look of Silent di Malang batal menggelar nonton bareng karena mendapat intimidasi dan teror. Seorang mahasiswa Universitas Brawijaya Malang yang berniat memutar film dokumenter karya Joshua Oppenheiner itu ketakutan setelah didatangi tentara pada Selasa kemarin, 9 Desember 2014. Mereka diminta membatalkan pemutaran film yang dimaksudkan untuk memperingati Hari Hak Asasi Manusia 10 Desember 2014 itu.

“Dia ketakutan setelah didatangi militer,” kata koordinator Lembaga Bhineka, Andry Juni, Rabu, 10 Desember 2014. Lembaga Bhinneka bekerja sama dengan sejumlah organisasi dan kelompok masyarakat berniat memutar film dokumenter berdurasi 98 menit itu. Senyap rencananya diputar serentak di tujuh tempat di Malang Rabu malam ini pukul 19.00.
Tujuh tempat yang dipilih ialah Warung Kelir, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya, Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Brawijaya, Universitas Machung, Komunitas Kalimetro, Warung Unyil dan Omah Munir. Namun Universitas Brawijaya dan Warung Unyil membatalkan pemutaran film tersebut. “Kami akan melayangkan surat protes ke Rektor Universitas Brawijaya. Kenapa pemutaran film kok dilarang,” kata Andry.

Aparat berseragam militer sebenarnya juga sempat mendatangi Warung Kelir dan berdialog dengan panitia. Namun usai berdialog, pemutaran film di warung itu tetap diperbolehkan asal dengan pengawasan tentara. Pemutaran di Warung Kelir menghadirkan sosiolog Universitas Brawijaya Harris El Mahdi, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang Hasan Abadi dan sejumlah keluarga korban peristiwa 1965 asal Magetan dan Kediri. Mereka akan mengutarakan pendapat dan pandangannya mengenai kasus pembataian massal September 1965. “Kami akan membuat penyataan sikap di jurnal Internatonal People Tribunal,” kata Andry.

Pemutaran di Universitas Machung tetap diputar sesuai jadwal. Panitia menghadirkan dua narasumber, yakni dosen Universitas Machung, Daniel Stephanus, dan Wakil Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi NU) Agus Sunyoto. “Panitia di Universitas Machung juga didatangi aparat militer. Tapi tak masalah tetap dilanjutkan pemutaran,” kata Daniel. Komandan Komando Distrik Militer 0833/Bhaladika Jaya Letnan Kolonel Gunawan Wijaya mengingatkan bahwa pemutaran film tersebut bisa menimbulkan dampak gesekan antarkelompok. Menurutnya, selama ini Kota Malang telah dalam kondisi yang kondusif. “Saya bertugas menjaga stabilitas, keutuhan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Gunawan mengaku belum pernah menonton film dokumenter karya Joshua yang juga sutradara film dokumenter Jagal atau The Act of Killing itu. Namun ia mengatakan telah memperoleh informasi mengenai materi film tersebut. Intinya, kata dia, semua film boleh diputar asal tidak menyebarkan ideologi terlarang. “Paham komunis tak boleh hidup di negara ini. Saya tidak membenci garis keturunannya,” kata Gunawan. Film Senyap diputar di Auditorium Pusat Kebudayaan Prancis (IFI) Bandung, Rabu malam, 10 Desember 2014, sampai dua kali karena penonton membeludak. Pemutaran pertama menjelang petang disesaki 200 orang lebih. Sekitar 50 orang yang datang telat rela menunggu hampir dua jam.

Seorang penonton, Pius Widiyatmoko, mengatakan film Senyap menarik karena ada permintaan maaf dari keluarga pelaku kepada keluarga korban. Ia menduga sutradara Joshua Oppenheimer ingin menata sebuah upaya rekonsiliasi. “Film ini perlu dipakai pemerintah untuk rekonsiliasi. Ada pengakuan pelaku, permintaan maaf, dan ada keinginan untuk berdamai dengan masa lalu,” ujarnya. Pemutaran film yang disutradarai Joshua Oppenheimer itu merupakan perhelatan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung dan IFI dalam memperingati Hari Hak Asasi Manusia, Rabu, 10 Desember 2014. Tak hanya menayangkan film berdurasi sekitar 100 menit itu, seni pertunjukan artis Bandung seperti Wanggi dan Rudi Abdala pun mewarnai acara tersebut. Tontonan gratis itu dilengkapi diskusi bersama arkeolog Lisya van Soren dan Dani Kutilista, pembuat film dokumenter.

Lisya menceritakan kondisi diri dan upayanya mencari kebenaran cerita tentang ayahnya yang menjadi korban peristiwa berdarah G30S di daerah Wirogunan, Yogyakarta. “Saat itu di rumah saat malam, orang tua seperti menunggu ketidakberdayaan. Kami anak-anaknya dititipkan ke rumah nenek,” ujarnya. Setelah dewasa, ia mendapatkan keluarga korban serupa yang menolak peristiwa itu dilupakan dari ingatan sejarah. Selain di IFI, pemutaran film serupa di Bandung juga dihelat mahasiswa di sejumlah kampus swasta sebagai acara peringatan Hari Hak Asasi Manusia.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menegaskan mendukung pemutaran film dokumenter yang mengungkap kasus pelanggaran hak asasi manusia, Senyap. Menurut Komnas, pemutaran Senyap di seluruh Indonesia merupakan bagian dari kerja Komnas tentang pendidikan HAM. “Mengingat kegiatan ini bersifat nasional dan berlangsung di seluruh Indonesia, kami mengharapkan pihak terkait mendukung penyelenggaraan pemutaran film tersebut sebagai bagian dari upaya pemajuan HAM,” bunyi kutipan surat bernomor 044/Ang-SK/XI/2014 yang ditandatangani komisioner Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM, Muhammad Nukhoiron, Jumat pekan lalu.

Sebelumnya, beberapa pihak melakukan pelarangan atas pemutaran film tersebut. Salah satunya adalah Komando Distrik Militer 0833/Bhaladika Jaya di Universitas Brawijaya, Kota Malang. Selain itu, massa yang mengaku dari organisasi masyarakat Pribumi membubarkan acara Indonesia Menonton yang memutar Senyap di Warung Kelir, Jalan Panglima Sudirman, Kota Malang. Film Senyap atau The Look of Silence adalah film dokumenter kedua karya sutradara Amerika Serikat, Joshua Oppenheimer, dengan tema utama pembantaian massal tahun 1965. Film tersebut menceritakan sejarah kelam pelanggaran HAM di Indonesia. Sebelumnya, Joshua membuat film dengan tema yang sama berjudul Jagal.